Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Penglaris


__ADS_3

Saat di mobil, perjalanan sangat hening, hanya terdengar suara mobil dan alunan lagi yang sedang bersenandung yang tidak lain ialah bella sangat gemar bernyanyi.


" sya lo ya yang bersenandung ya tadi" tanya ivan dan kevin secara bersamaan.


" bukan aku aku tapi si bela yang nyanyi, " jawab tasya sambil menunjuk nunjuk bella.


" masak setan nyanyi sih, ada-ada aja emangnya dia dulu pas hidup kerjaannya jadi penyanyi ya?" tanya mawar meledek dan di jawab tatapan tajam dari bella.


" kita makan aja yuk gue laper ni, dari pagi nggak sarapan!" ajak kevin sambil mengelu- elus perutnya yang sedang meronta-ronta meminta makanan.


Akhirnya mereka pun segera mencari warung bakso atau mie di sekitar mall, namun kebanyakan orang orang pada memakai penglaris di warungnya.


Mereka tidak mau menanggung rugi ketika dagangannya tersisa, mereka hanya ingin untung tanpa berusaha, dan mereka tidak pengertian terhadap perasaan orang.


Biasanya jika pelanggan memakan makanan di warung yang ada penglarisnya biasanya akan bisa sakit perut, dan penyakitnya tidak bisa mengkronilogi atau memfonis jika itu adalah penyakit.


" gila ya emang, semua kuliner di surabaya ini kebanyakan ada penglarisnya, mana gue pernah makan di situ lagi, padahal kan gue nggak tahan sama yang gitu-gituan" ucap mawar sambil geli-geli sendiri


" kalo itu urusan elo war, dulu kan kita nggak tau kalo itu ada penglarisnya, dan dulu elo nggak pernah baca bismillah pas mau makan"


mangkanya gue nggak mau makan di situ karna pas di bawa pulang rasanya nggak enak banget amis pula, pokoknya jijik bajai" ucap tasya jijik melihat penglaris.


" udah jangan bilang penglaris aja, gue jadi mual ni, dengerin kalian cerita, tu lihat udah kaya soto hantu aja" ucap ivan sambil menunjuk nunjuk pada warung soto.


" iya ya, di situ banyak banget yang makan pasti demidnya banyak tu di situ, kalo gue jadi penjual bakal ngerasa dosa tu" sahut kevin.


Setelah berkeliling surabaya akhirnya mereka menemukan warung makan tanpa penglaris walau pun rada sedikit mual karna melihat penglaris saat di jalan, sangat sangat menjijikan sekali.


Di warung makan itu ada pocong yang meludah di mangkok bakso, ada juga yang seperti anak kecil dan tubuhnya di penuhi nanah yang menjijikan.


dan nanah itu menetes di kuah mie. Ada juga yang penjualnya itu bukan manusia tapi dia menyamar jadi manusia pokoknya jijik banget kalau di lihat pake mata.


Oke kembali lagi yang pas mau makan....


" buk, kita beli soto sapi nya ya empat di kasih cabe yang banyak biar pedes bingit oke" ucap mawar pada penjual ibu ibu di depannya itu.


" gue ke kamar mandi dulu ya guiys, belet pipis soalnya" ucap tasya sambil menahan rasa kebelet pipisnya.


Dia pun segera lari menuju ke toilet, dan setelah itu dia pun pergi namun ada yang aneh di dapur soto sapi itu, terlihat seseorang seperti sedang memotong motong tubuh manusia di sana.


Namun tasya hanya berpikir positif jika dia hanya salah lihat atau matanya lagi sakit jadi dia melihat daging sapi atau kambing, jadi daging manusia utuh.


" sya mendingan kita makan yang lain aja deh sya, lihat deh itu di belakang, ada yang lagi motongin dagingnya orang mati buat jadi daging di soto sapi" ucap bela berbisik.


" hah iya bener bell, kok perasaan aku nggak enak ya bell, nanti kalo polisi dateng buat ngegrebek tempat ini gimana terus kita di penjara dong" ucap tasya cemas.

__ADS_1


Setelah lama berinteraksi dengan bela, bela pun menyarankan untuk memberi tau temannya agar tidak memakan soto sapi itu dan cepat cepat telefon polisi.


" iya bener ada yang lagi motongin daging manusia ya, tadi penglaris, sekarang tubuh manusia gimana sih ini jadi bungung gua" ucap mawar sambil garuk-garuk kepala.


" vin mendingan lo cepet deh hubungin polisi perasaan gue nggak enak banget ni, bisa bisa kita yang di jadiin daging di soto sapi itu" ucap ivan pada kevin.


" pak saya mau lapor kalo di jalan A nomor B ada warung makan daging manusia pak" lapor kevin pada polisi namun dengan segera penjual soto itu langsung menyeret mereka berempat ke dalam dapur.


" ya allah, mau diapain kita, jangan jangan orang yang di potong potong itu pelanggan lagi, aku jadi takut deh" ucap tasya.


" jangan takut sya, allah bakalan selalu nemenin kita di manapun saat kita butuh bantuannya tenang ya" ucap ivan dalam hati sambil menjawab tasya yang sedang nangis.


Terlihat arwah pelanggan itu menangis tersedu sedu, melihat tubuhnya sudah di potong potong menjadi ribuan dadu daging.


" apakah ini akhir dari hidupku ya allah, aku takut apa nasibku akan seperti gadis itu, mati mengenaskan karena kejahatan orang" batin tasya sambil menangis.


" kasian banget sih kalian, kalian tau nggak ini apa, yap betul sekali ini daging manusia, ini kan dagingnya masih kurang, jadi kalian berempat akan jadi tambahannya" ucap penjual itu sambil tertawa sinis.


Saat penjual itu sudah melayangkan goloknya dan akan segera memotong tubuh tasya polisipun datang dengan pistolnya, pistol pun segera di tembak ke arah atap rumah itu.


" Angkat tangan, dooor......!!" suara peluru itu.


" jangan bergerak atau anda akan kami tembak, cepat buka tali pada ke empat orang itu" ucap pak polisi tegas.


"Cepat ikut saya ke kantor polisi" ucap polisi.


Melihat gadis itu menangis tasya tak kuat melihatnya, kadang kadang badan nya utuh setelah itu terpotong lagi menjadi dadu dadu kecil persis seperti daging sapi.


Polisipun segera meminta keterangan pada mereka berempat agar bukti lebih menjadi kuat agar penjual itu bisa di hukum mati atau di hukum penjara se umur hidup.


" tasya kamu nggak papa kan, maafin aku ya aku nggak bisa jagain kamu dari penjual itu, tangwn kamu berdarah, mendingan kita ke rumah sakit atau klinik terdekat" ucap ivan.


" nggak usah van aku nggak papa, kamu juga berdarah mendingan kita cepet-cepet pulang dan obatin luka kita masing-masing" ucap tasya menampik kekhawatiran ivan.


Mereka pun segera pulang dan segera mengobati luka di pergelangan tangannya, sedikit rintihan terdengar dari mulut ifan saat tasya mengobatinya.


" van tahan ya van ini pasti sakit banget, tapi kalo aku yang ngobatin pasti nggak bakalan sakit sakit banget kok" ucap tasya menggoda ivan yang masih merintih.


" suka gombal ya sekarang dasar pacar aku ini" ucap ivan pada tasya.


" ya udah sya gue sama ivan pulang dulu ya udah mau sore ni, war kita pulang dulu" ucap kevin dengan tasya dan mawar.


Merekapun segera pulang sebelum anak kost yang super rempong itu datang dan membuat kericuhan karena mereka.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung.........


Notes :


Halo temen-temen jangan lupa ya........


Tekan tombol LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ya.....


Terima kasih semua.......... 😊😚😘💋

__ADS_1


__ADS_2