Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Membantu Kela


__ADS_3

"iya kayaknya anak kecil itu mau minta bantuan deh sama kamu sya, biar dia tenang di alam sana, omong-omong sejak kapan kamu bisa lihat yang gitu gitu an" tanya kevin pada tasya.


"Kayaknya habis kecelakaan deh vin, kalo masalah anak itu kayaknya aku nggak berani deh" ucap tasya.


"tolongin aja deh sya kasian dia nggak bisa tenang di alamnya" bujuk kevin.


"waduh dia datang tu, jangan tunjukin muka serem dong dik kakak takut ni" mohon tasya.


Anak itu pun hanya tertawa layaknya kuntilanak dan setelah itu dia merubah penampilannya yang tidak menakutkan.


Hanya saja muka nya begitu pucat, perut keluar darah sedikit, dan kelopak mata yang kosong dan agak keluar darah.


Bisa di bayangkan saat wajah aslinya yang menakutkan apa lagi pas tadi siang.


"adek namanya siapa ya, mau minta bantuan apa dari kakak" ucap tasya gemetar.


"Kela, kak bantulah aku untuk menemukan orang yang ada di foto ini" ucap hantu kela itu sambil mrnunjukkan sebuah foto.


"kenal nggak kalian sama ini kalo gue" ucap tasya geleng-geleng sambil menunjukkak foto itu pada ivan dan kevin.


"kayaknya gue kenal deh sya, bukannya itu si San ya itu kan teman kita dulu, pantesan aja dia keluar dari kerja, kata nya sih dia udah jadi sultan, orang kaya gitu" jawab ivan sambil memandang-mandang foto itu.


"emang iya ya, tapi dari tampangnya sih dia mirip banget sama si san itu, kalo gitu berarti yang di foto ini si san" timpal kevin.


"gue pulangg..... Aaaaaaa....loh anak ini kok di sini lagi sih ngapain dia kesini" ucap mawar sambil memeluk lengan kevin.


"lo bisa lihat dia war, berarti lo punya mata batin dong kalo gitu mendingan lo ikut bantuin dia aja" suruh ivan pada lala.


"Dih enak banget lo nyuruh nyuruh tapi gimana ya, bentunya dia gini gini aja kan nggak bakalan nakutin kan" tanya mawar pada kevin dan tasya.


"kalo kakak nggak bantuin aku, aku bakal nunjukin bentuk wajahku yang menyeramkan" ancam hantu kela.


"namanya dia kela war dia lagi nyariin si san, kayaknya si san yang bunuh dia deh terus organ tubuhnya dia di jual sama dia" ucap tasya pada mawar.


"pantesan aja dia cepet kaya, emangnya kak san yang bunuh kamu dek, terus apa dia mencuri organ tubuh kamu" tanya mawar.


Kela pun hanya mengangguk pelan dan menangis tersedu sedu sehingga keluar lah belatung besar dari perutnya lagi.


"yah tukan jadi serem, udah jangan nangis kita pasti bantuin kamu kok tenang aja jangan nakut nakutin lagi yak" ucap tasya memohon.


Gadis kecil itu pun langsung merubah dirinya seperti semula lagi, dan kela pun segera memberi tahukan bahwa dia sangat rindu dengan ibunya dan ibunya juga ada di rumah sakit itu.


"nomer 543, lantai 4" ucap kela memberi tahukan bahwa di sanalah mayat kela berada.


Merekapun segera datang ke tempat itu.


Terlihat seorang ibu muda sedang terisak menahan tangis meratapi anaknya sudah terbujur kaku dengan luka dimana mana.


"permisi bu saya turut berbela sungkawa atas meninggalnya anak ibu, saya tau bu siapa yang telah membunuh kela bu" ucap tasya pada ibu itu.


"nama saya Desi, kamu kok tau nama anak saya, dan terus siapa yang membunuh anak saya" ucap ibu desi sambil menangis.

__ADS_1


Kela yang melihat ibunya menangis tak kuat menahan rindu dia pun segera memeluk ibunya itu waupun ibunya tak melihat dia.


"kaki saya kok seperti di pelik seseorang ya rasanya dingin banget" ucap ibu desi mulai kebingungan.


"kela yang sedang memeluk ibu, katanya dia sangat kangen dengan ibu, saya sungguh prihatin bu" ucap mawar pada bu desi.


"kamu kok tau kela meluk saya, apa kamu punya mata batin" tanya ibu desi.


"kita bertiga bisa lihat kela bu dan dia yang sudah memberi tau kan siapa yang mrmbunuhnya, dan ini fotonya" ucap kevin sambil menunjukkan fotonya si san.


"San ini kan san, kenapa kamu tega san sama anak aku sendiri san, dia salah apa sama kamu, apa kamu masih dendam sama aku san, karna aku udah pernah pernah nolak kamu dan lebih milih mas jodi" ucap ibu itu sambil menangis tersedu sedu.


Tasya, mawar, ivan, dan kevin pun hanya terdiam sambil meneteskan air mata karena terharu oleh ibu desi.


"gimana ini cari buktinya kalo si san yang udah ngebunuh kela dek, saya tidak punya bukti apa pun soal kela.


Akhirnya kela pun segera merasuki tubuh tasya dan berbicara tentang pembunuhannya.


"sya lo kenapa sya sadar sya sadar nyebut sya, si tasya kenapa sih" tanya mawar.


"dia itu lagi kerasukan war masak kamu nggak tau sih" jawab ivan pada mawar.


"ibuk, aku tau di mana barang bukti itu bu ikuti saja aku, aku di bunuh saat aku membeli jajan di warung aku pun di sekap dan di bunuh di kebun mangga milik pak haji, dan barang bukti itu ada di bawah pohon mangga itu" ucap kela yang merasuki tubuh tasya.


Setalah tasya sadar mereka pun segera pergi ke kebun mangga milik pak haji, dan segera meminta izin untuk memeriksa kebun itu.


"gimana ketemu nggak van" tanya tasya pada ivan. "belum ni sya" jawab ivan.


"dek saya nemuin sesuatu nih, lihat ada pisau yang berlumuran darah, terus ada jarum, ada gunting, ada benang yang berlumjran darah juga" ucap bu desi sambil menunjukkan benda yang berlumuran darah itu.


"yaudah vin lo minta kresek ya sama pak haji terus telfon polisi juga jangan lupa beri tau juga pak haji kalo di kebunnya habis ada pembunuhan" suruh mawar dan di jawab anggukan kan oleh kevin.


Setelah barang bukti sudah di kumpulkan dan polisi pun sudah datang, polisipin segera memberi garis polisilen di tempat kejadian itu.


Dan polisi pun segera menggerebek rumah ivan untuk di mintai sidik jari dan keterangan dari nya mengenai pembunuhan kela.


"saya itu nggak tau apa-apa pak saya nggak salah apa-apa mereka hanya asal nuduh aja" ucap san membela diri.


"jangan munafik deh san apa salah anak ku sama kamu" ucap mbak desi sambil memukuli si san.


"sodara san anda terbukti bersalah atas tuduhan pembunuhan atas sodari kela jadi sementara ini anda di tahan terlebih dahulu sampai hakim memutuskan." ucap pak polisi dengan tegas.


"nggak aku nggak salah dia yang salah pak" ucap san memberontak.


"kak makasih ya urusan kela sudah selesai di dunia ini, kela pergi ya kak" ucap kela pada tasya dan memeluk mamanya.


Setelah itu pun kela menghilang ke alamnya sendiri. "ya sudah bu kela sudah tenang di alam sana ibu yang sabar ya" ucap tasya.


"makasih ya dek udah bantuin saya dan kela, ini untukmu ini adalah kalung ajaib jika kou di ganggu mahluk astral, mahluk itu akan terbakar atas ke hendak tuhan.


"saya juga makasih ya bu" ucap tasya.

__ADS_1


"ya sudah kita semua pulang dulu ya bu" ucap tasya dan teman temannya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambang..........


Notes :


Halo teman-teman, jangan lupa.....

__ADS_1


LIKE, LOVE, dan KOMENTAR Setelah membaca ya ceritaku ya.


Terima kasih semua nya.......... β˜ΊοΈπŸ˜šπŸ˜˜πŸ’‹


__ADS_2