Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Di Opname


__ADS_3

Mereka berempat pun terdiam seribu bahasa, sambil menunggu keputusan dari dokter, apakah mawar di bolehkan untuk atau malah sebaliknya, mawar tidak boleh di bawa pulang alias di rawat atau di opname, seketika suasana menjadi hening dan dan sangat sepi.


" mbak tasya, mbak di suruh ke ruangan dokter, ada yang ingin di bicarakan soal pasien mawar, semoga yang di bicarakan hal baik ya mbak silahkan..." ucap perawat.


" baik suster, saya akan segera ke ruangan bu dokter" ucap tasya sambil tersenyum manis.


Tasya pun langsung menuju ke ruangan dokter di temani dengan ivan, mereka berdua pun di persilahkan duduk oleh bu dokter.


" eh, mbak tasya, mas ivan, silahkan duduk mbak, mas" ucap dokter dan di balas anggukan dan senyuman oleh tasya dan ivan.


" gini mbak, mas, menurut hasil di laboratorium, sebenarnya mbak mawar tidak terkena magh saja, namun mbak mawar juga terkena gejala tifes, dan terkena darah rendah, jadi menurut pihak medis, lebih baik kalo mbak mawar itu di rawat atau di opname dulu, tapi hal itu butuh persetujuan keluarga atau jika tidak punya keluarga mbak tasya juga boleh kok " ucap dokter menjelaskan.


" Astagfirullah hal'adzim, lakukan yang terbaik ya dok, masalah biaya rumah sakit, nanti saya dan temen temen saya yang akan tanggung" ucap tasya dengan raut wajah khawatir.


" ya sudah mbak mas, kalian boleh kembali dulu, nanti kalo ada masalah bilang sama pihak rumah sakit, kami selalu siap sedia selama dua puluh empat jam" ucap dokter.


Tasya dan ivan pun kembali ke ruang rawat mawar, mereka berdua berencana untuk tidak memberitahukan penyakit nya mawar, kepada mawar, mereka takut kalau nanti mawar akan lebih memilih di rawat di rumah kost dari pada di rawat atau di opname di rumah sakit.


" gimana sya, van, apa kata dokter tadi apa penyakit gue parah" tanya mawar kepada tasya dan ivan yang masih melamun.


" Mm... penyakit lo nggak parah kok war, cuma elo masih harus di opname di rumah sakit, jadi elo belum boleh pulang ke kost" ucap tasya berusaha berbohong pada mawar. Mawar pun menatap mereka berdua (tasya dan ivan) dengan perasaan sangat curiga.


" Tapi mbak mbak yang itu, yang ada di ranjang sebelah, juga sakit magh lo sya tapi di bolehin pulang sama dokter, kalo gitu ya udah biar gue aja yang ngomong sama dokter" ucap mawar hendak bangun dari kasurnya.


" eh jangan dong, kan elo sama dia beda war, dia udah lama di rawat, sementara elo kan baru aja hari ini" sahut ivan ikitan nimbrung.


Akhirnya mawar pun mulai percaya, dengan tasya dan ivan, sedangkan kevin masih belum tau juga, tak terasa hari mulai beranjak sore, perawat pun datang untuk sekedar mengantarkan semangkuk bubur ayam, sop, nasi dan tentunya juga ada obat.


" permisi mbak mas, sudah waktunya makan untuk pasien, ini makanannya, setelah makan nanti jangan lupa minum obat, obatnya juga sudah saya siapkan, ada di dalam laci" ucap suster dengan ramah sambil tersenyum.


" iya maksih ya sus" jawab tasya tersenyum.


Tasya pun segera menyuapi mawar dengan bubur, dan nasi dengan sop lsampai habis tak tersisa, setelah selesai makan, tasya memberikan tiga jenis obat yang berbeda kepada mawar, untuk di minum nya.


" banyak banget sih sya, kan gue cuma sakit magh, mbak mbak yang tadi pulang juga minum obatnya cuma satu doang kok, banyak banget sih ni obat" komplain mawar sambil menelan obat yang di berikan oleh tasya tadi.


" udah jangan bawel deh elo tuh, tinggal minum obat aja apa susahnya sih, takut oberdosis?, ya nggak mungkin lah, ini obat emang di khususin untuk elo, karna gue, ivan sama kevin pengen elo cepet sembuh, biar bisa kerja lagi, ketawa ketiwi bareng sama kita, mau kan elo kalo kaya gitu" ujar tasya.


" baik bu dokter, pasien mawar akan menuruti kemauan ibu dokter" ledek mawar.


" Hhhhh... setan elo war" ucap tasya tertawa, semua orang di ruangan itu pun ikut tertawa, pasian yang sakit parah juga ikutan tertawa.

__ADS_1


Setelah bercanda dengan tasya, mawar pun tertidur dengan lelap, mungkin karena pengaruh obat yang di berikan oleh suster tadi, jadi mawar mudah sekali mengantuk.


" kamu tidur aja war, biar cepet sembuh" ucap kevin dan di jawab anggukan oleh mawar.


Tasya pun juga tertidur di kursi sambil meletakkan kepalanya di kasur mawar, ivan yang melihat tasya kecapean, jadi tidak tega, dia pun langsung menggendong/membopong tubuh tasya dan merebahkan badan tasya ke ranjang sebelah, tempat mbak mbak pasien yang terkena penyakit magh tadi.


Beberapa Jam Kemudian..... ⏰⌚


Tasya pun bangun dari tidurnya, matanya sangat berat sekali untuk terbuka, dia pun terpaksa membuka matanya yang penuh kotoran itu, dan tasya pun merasa heran dengan posisinya saat ini, padahal dia tadi tidur di kursi pasien miliinya mawar.


" loh kok gue ada di sini sih, siapa yang udah mindahin gue ya tadi, hmmm siapa yah, jadi lupa deh" tanya tasya kebingungan. Tiba tiba kevin datang sambil berlari menghampiri tasya yang masih terkantuk kantuk itu.


" tasya...tasya...tasya, gue mau tanya nih sama elo," ucap kevin tak teratur nafasnya.


" ada apa sih vin, gue lagi mikir nih, kalo mau nanya mendingan ntar malem aja deh, gue mau mandi nih, belum ashar juga kan gue, udah ah minggir" ucap tasya sambil mendorong kevin. " tunggu dulu gue mau tanya, sebenarnya mawar sakit apa sih, gue tau kok, kalo elo sama ivan lagi bohongin mawar, ngomong dong sya gue pengen tauk" tanya kevin yang sedang mendesak tasya.


" mawar...mawar...kena.... tanya dokter aja deh vin" jawab tasya dengan sangat gugup.


Kevin pun pergi meninggalkan tasya yang masih terpuruk dengan perasaan yang amat teramat galau itu.


" apa sanngup ya gue bilang sama mawar soal penyakitnya, masalahnya biaya rumah sakit juga nggak kecil lagi, apa bisa gue, ivan dan kevin membiayai perawatan mawar, ya allah berikan aku jalan keluar untuk masalah ini ya Allah...." gumam tasya melamun.


" bisa kok sya kalo kita mau berusaha, aku udah punya jalan keluarnya kok, kamu tenang aja yah" ucap ivan yang langsung membuat tasya sadar dari lamunannya itu.


" astagfirullah ... aku lupa, aku belum mandi van sore ini, ya udah aku mandi dulu ya van, kamu ke masjid duluan, nanti aku nyusul" ucap tasya dan di jawab anggukan oleh ivan.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung........


Notes :


Hallo teman teman, jangan lupa ya untuk tekan tombol yang ada di bawah yaitu....


LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca novel pertama aku inih yah......

__ADS_1


Terima kasih semua...... 😊😚😘💋


__ADS_2