
Walaupun mereka sudah berusaha membangunkan, namun tasya belum sadar juga, dan itu membuat mereka cemas dan begitu khawatir pada keadaan tasya yang menderita di mimpi nya.
" kalian kenapa diem aja sih, kasih ide kek atau apa gitu, emangnya kalian nggak kasihan apa sama tasya, van lakuin sesuatu dong" ucap mawar sambil menangis.
" tenang war jangan kayak gitu, jalan satu-satunya kita harus panggil paranormal dan pak ustadz, kamu tenang ya war, ivan bakal menggil" ucap kevin pada mawar.
Setelah itu ivan pun segera menghubungi orang pintar dan pak ustadz dan tidak lupa juga memberi tahukan pada bos mereka, karna suasana di masjid sudah tidak kondusif dan orang orang mulai membicarakan tasya.
" eh ngeri banget ya, dia lagi tidur tapi malah keluar darah dari mana -mana, kayak di film horor aja, serem banget deh ngelihat nya" ucap seorang ibu pada temannya.
" iya ya jeng, kok bisa di mesjid ada yang kayak ginian, udah kayak di film bioskop yang di tulis risa saraswati aja deh ya kan" sahut yang lainnya sambil berbisik tapi terdengar.
Tak tunggu lama akhirnya pak ustadz dan orang pintar segera datang menemui ivan, mawar dan kevin, terlihat bos sedang menelefon polisi dan dokter sekitar kebun.
Pak ustadz merasa heran dengan keadaan yang di alami oleh tasya, keluar darah dari bekas cambuk yang timbul tiba-tiba, membuat semua heran dan tidak sedikit yang menfidiokan dan menfoto tasya.
" pak ustadz sepertinya mbak tasya sedang ada di alam nya iblis pak, bagaimana ini apa perlu kita panggilkan orang pintar terhebat di jagad raya" ucap bu indah (orang pintar ).
" tidak perlu mbak indah, kita saja yang menanganinya saya juga masih nyari cara ini bagaimana membangunkan nya" ucap pak ustadz dengan raut muka khawatir.
" hanya ada satu cara pak, yaitu kita harus menyuruh beberapa orang untuk masuk ke alam iblis itu dan segera membawa mbak tasya keluar" ucap mbak indah.
Mawar, ivan dan kevin pun segera menyetujui hal yang di bicarakan oleh mbak indah, walau resikonya sangat tinggi tapi demi tasya mereka rela mengorbankan nyawa mereka.
Akhirnya ritual itu pun di coba oleh mbak indah, namun dengan satu syarat mereka tidak boleh berpisah antara satu sama lain, dan cepat bawa pergi tasya dari tempat itu.
Mereka pun segera menyetujui syarat yang di berikan oleh mbak indah, walau di hati mbak indah masih ragu dengan mereka bertiga.
" apa kalian sudah siap untuk saya kirim ke alam iblis itu mawar, ivan dan kevin"
" kita siap mbak indah" jawab mereka serentak dengan agak grogi.
Mbak indah memerintah mereka untuk memusatkan pikiran dan konsentrasi, setelah itu buka mata kalian secara pelan-pelan dan sangat hati- hati agar berhasil.
Dan saat mereka bertiga membuka mata, terlihat seperti hanya ada lampu merah dan api yang berkobar- kobar, mereka pun segera memasuki tempat itu dengan di beri aba-aba dari mbak indah yang di alam manusia.
" kalian ingat ya jangan berpisah" ucap mbak indah yang terdengar seperti di langit. Mereka hanya mengangguk tanda mengerti.
Mereka melihat ada beberapa mahluk yang sangat mengerikan yang sedang menatap mereka dengan tajam, seperti akan mencelakai mereka bertiga
Rasa takut pun mulai menyelimuti hati mawar, tak tunggu lama mereka telah melihat tasya yang sudah tersungkur lemah dan sudah tak berdaya berdiri.
dangan tangan dan kaki yang di ikat dengan rantai yang sangat panas hingga terlihat daging yang sudah matang dan luka cambuk di mana-mana membuat dia merintih kesakitan sambil meminta tolong.
Di sampingnya terdapat iblis yang sedang membawa cambuk dan sabit, setiap menit dia melempar cambukannya pada tasya, tasya hanya menangis sambil memanggil nama orang tuanya.
Ivan yang melihat kejadian keji dan menyeramkan rasanya tak tega tanpa di sadari dia telah menitikkan air matanya.
Ivan pun segera melajukan langkahnya namun tangannya di cegah oleh kevin.
" van sabar van, inget kata mbak indah kita nggak boleh misah" ucap kevin dengan lirih.
__ADS_1
Saat menunggu beberapa menit, iblis itu pun pergi entah kemana, dan sebagai kesempatan yang bagus mereka bertiga segera membebaskan tasya dari rantaian besi itu.
" sya tenang ya, kita bakal nolongin kamu, sebentar lagi kamu akan keluar dari jeratan iblis ini" ucap ivan sambil berusaha melepaskan rantaian besi yang terikat di pergelangan tangan milik tasya.
Setelah berhasil melepaskan ikatan tasya mereka segera berlari menuju pintu ke alam manusia tapi sayangnya iblis itu mengetahui jika tasya telah di bawa kabur oleh mereka.
" hei kalian, mengapa kalian membawa pembunuh itu, kembalikan pada kami" ucap iblis itu yang terlihat sangat marah pada mereka berempat.
Dan apa yang di maksud pembunuh? Itu yang sedang di pikirkan oleh mereka berempat.
" tidak kita tidak akan mengembalikan dia, dan dia juga bukan pembunuh yang seperti engkau tuduhkan" ucap mawar dengan lantang seolah-olah sedang menantang.
" apa kau bilang, bukan pembunuh, memang bukan dia yang membunuh tapi kakek buyutnya yang sudah membunuhku, dan dia yang harus bertanggung jawab" ucap iblis itu.
" tidak, dia tidak tau menahu tentang kehidupan kakek buyutnya, jadi kamu iblis yang sudah di laknat allah, jangan sekali-kali mengganggu manusia" ucap ivan lantang.
Iblis itu pun murka mendengar pengakuan ivan, iblis itu pun memerintahkan anak buahnya untuk menangkap mereka berempat.
Mereka berempat pun segera berlari menuju ke pintu alam manusia.
Setelah begitu lama berlari akhirnya mereka sudah di depan pintu alam manusia, tasya dan mawar terlebih dahulu masuk setelah itu ivan dan kevin namun pergelangan kaki kevin telah di tarik oleh anak buah iblis.
Mereka bertiga panik dan mencoba menarik kevin dari pintu namun masih belum berhasil.
Mawar pun langsung membaca surat 3 Qul (Al-ihklas, Al-falaq, dan An-nas).
Akhirnya kevin pun terlepas dari genggaman anak buah iblis itu, dan akhirnya mereka tersadar dari tidurnya dengan luka yang cukup parah di bagian kaki dan tangan.
Setelah selesai di obati oleh mas raffi (dokter ahli kulit) mereka pun segera beristirahat sambil bertukar cerita saat di mimpi.
" tasya kamu sudah nggak papa kan, apa perlu saya rawat di rumah sakit biar sembuh total, tenang saya nggak akan potong gaji kamu kok" ucap big bos pada tasya
" Mm... nggak usah bos, tasya yang ngurusin biar mawar saja nggak perlu di rawat-rawat di rumah sakit" sahut ivan jutek pada big bos.
" kenapa kamu yang sewot van, wong saya ngomong sama tasya kok" ucap si bos dengan perasaan curiga.
" udah pak nggak papa saya biar di urus sama mawar saja saya izin cuti ya pak" ucap tasya fan di jawab anggukan oleh si bos.
" lo cemburu kan va, jujur aja deh" ucap mawar sambil meledek ivan yang cemberut.
" apaan sih war" balas ivan dengan muka yang sudah memerah seperti tomat.
" udah mendingan kita pulang aja yuk" ajak tasya pada mereka bertiga.
" ya udah yuk" ucap mawar, merekapun segera pulang dengan menaiki taksi onlain.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung............
Notes :
Hallo temen-temen jangan lupa .......
LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ya okey ........
Mohon maaf juga karna kemarin nggak
Up, banyak tugas sekolah soalnya, maaf kalo masih bangak typo atau kesalahan saat menulis......
__ADS_1
Terima kasih semua.........βΊοΈπππ