
" Enak aja aku di bilang gesrek, aku masih normal kalik" balas tasya tak terima tentang apa yang di bilang bella.
" iya iya, aku minta maaf" ucap bella.
" gitu dong, minta maaf dari tadi" balas tasya.
Setelah menjelang jam dua, tasya pun segera bersiap siap untuk pergi menemui sang penjaga gedung tua itu, bersama ivan, mawar, dan kevin, setelah selesai bersiap siap, tasya pun segera ke bawah menunggu temannya.
Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya ivan, mawar, dan kevin pun datang, ivan dan kevin pun segera membonceng tasya dan mawar menggunakan motornya yang keren.
" van, kamu udah tau kan rumahnya pak penjaga gedung, atau namanya gitu" tanya tasya dengan ivan yang masih menyetir.
" iya iya, aku udah tau kok dimana rumahnya, dan namanya kalo nggak salah sih sudirman gitu, emangnya kenapa sih sya" jawab ivan sekaligus bertanya pada tasya.
" ya nggak papa, cuma biar nggak tersesat gitu aja kok" jawab tasya singkat.
Tanpa di sadari mereka telah sampai tepat di depan rumah pak sudirman. "rumah yang sederhana, tak terlalu besar, dan sepertinya pak sudirman orang yang ramah" itulah yang sedang dipikirkan oleh tasya saat itu.
" assalamualaikum pak sudirman, permisi, ada orang di dalam, assalamualaikum" ucap mawar sambil mengetuk pintu depan rumah pak sudirman, selang beberapa menit kemudian pak sudirman pun membuka pintu.
" ada apa ya, ada perlu apa adek adek ke rumah saya" tanya pak sudirman.
" maaf pak, salam nya belum di jawab low" ucap mawar dan di balas senggolan sikut oleh tasya. " apa sih sya" tanya mawar. " waalaikumsalam, ada apa ya, datang ke rumah saya" tanya pak sudirman lagi.
Tasya pun mengutarakan dan menceritakan maksud dan tujuan mereka berempat untuk menemui pak sudirman, pak sudirman pun hanya manggut manggut mendengar cerita ke empat anak muda yang ada di hadapan nya itu. " jadi gimana pak" tanya ivan.
" apanya yang jadi?" ucap pak sudirman balik bertanya pada mereka berempat.
" anunya pak, eh maksud saya itu, nganu, Mm... cerita nya tentang gedung tua, kita kan pengen tahu ceritanya" jawab mawar.
Pak sudirman pun hanya manggut manggut.
" jadi sebenarnya gedung tua itu hasil dari perampokan rumah mas, mbak......" ucap pak sudirman sambil mengelus elus jenggotnya.
Flesh Back On....... 🧐🧐
Dahulu kala tinggallah seorang suami istri yang mempunyai tiga anak, dua anaknya laki laki dan yang satu perempuan, mereka hidup dengan sangat bahagia, kekayaan yang bergelimpangan, membuat para temen teman atau rekan rekan bisnis nya membenci nya.
Walau pun seperti itu, mereka tetap bahagaia, namun kebahagiaan mereka telah musnah dan hilang ketika salah satu rekan bisnis mereka menyuruh perampok untuk merampok rumah mereka, para perampok itu pun membunuh sang suami dengan cara yang sangat keji, yaitu menggorok lehernya dan menarik lidahnya dari tenggorokan, lidah itu pun bergelantung di leher sang suami.
namun sang istri menghalangi para perampok itu. Hingga akhirnya sang istri pun ikut di bunuh dengan di goroknya bagian perut sampai tubuhnya terbagi menjadi dua, dan terlihat keluar paku paku kecil dari tubuh sang istri, menandakan sudah ada yang mengguna guna dan menyantet sang istri.
Anak anak nya pun juga menjadi korban, yang laki laki di tembak tepat di keningnya, dan yang perempuan, di siram dengan air yang sangat mendidih, hingga kulitnya menjadi berwarna kemerah merahan karena tidak kuat menahan panas dari air yang mendidih, hingga akhirnya anak perempuan itu meninggal di kukusan yang besar, dan bisa di tebak anak itu di kukus di dalam kukusan.
Setelah di lakukan penyelidikan, polisi tetap tidak bisa menemukan atau pun melacak keberadaan para pembunuh itu, dan akhirnya kasus itu di tutup untuk selama lamanya. Dan sekarang rumah itu di jadikan gedung atau kantor yang di kuasai oleh rekan bisnis sang suami, atau bisa di bilang dalang dari semua pembunuhan terhadap keluarga itu.
__ADS_1
Dan rekan bisnis sang suami itu pun meninggal karena di siksa juga oleh arwah keluarga yang sudah dia bunuh sendiri, hingga gedung tua itu pun di tinggalkan para karywannya karna mereka takut jika yang menjadi mangsa berikutnya adalah mereka.
Dan sekarang gedung tua itu pun kosong dan tidak berpenghuni, hanya arwah penasaran yang ingin menuntut balas dan mayat.
Dan sekarang gedung tua itu sering di gunakan untuk melakukan pemerkosaan oleh preman terhadap gadis cantik yang sering lewat di depan gedung tua itu, dan perbuatan itu pun masih di lakukan hingga sampai zaman dan tahun sekarang.
Flesh Beck Of ....... 🧐🧐
" ya allah, ternyata kelam banget ya pak kisahnya gedung tua itu, ya allah, jadi merinding deh aku nya" ucap tasya merinding. " sama sya aku juga merinding, dengerin pqk sudirman cerita, untung kita jarang ya lewat gedung itu, bisa bisa kita yang di perkosa sama tu preman" ucap mawar takut.
Mereka pun mengucapkan terima kasih dengan pak sudirman dan segera berpamitan untuk pulang ke kost masing masing.
" ya sudah pak terima kasih banyak ya, kalo gitu kita pamit untuk pulang dulu ya pak assalamualaikum" ucap mereka berempat.
" waalaikumsalam" jawab pak sudirman.
Mereka pun pulang ke kost masing masing, tasya dan mawar di antar oleh ivan dan kevin, namun saat di pertengahan jalan tiba tiba mawar kesakitan di bagian perut, mereka bertiga pun kaget dengan keadaan mawar.
" aduh, sakit banget, perut gue sakit banget, hiks...hiks...hiks...tasya tolongin gue sya" ucap mawar meminta tolong pada tasya.
" loh war, lo kenapa war, gimana ni van kevin, war kita ke dokter aja ya, van, vin jalan ke rumah sakit" ucap tasya khawatir dan cemas.
Selang lima belas menit, mereka pun sampai si rumah sakit, mawar pun segera di bawa ke ruang rawat, dan mawar pun di periksa oleh dokter yang menangani di rumah sakit itu.
Tak beberapa lama kemudian dokter dan perawat keluar dari ruang rawat mawar. " keluarga mbak mawar" tanya bu dokter. " kita temennya dok, gimqna dok sekarang keadaan pasien mawar dok, dia nggak papa kan" tanya tasya cemas sekaligus khawatir. " mbak mawar terkena penyakit magh mbak mas, jadi makannya harus teratur ya" ucap bu dokter memberi tahu penyakit mawar.
Mereka pun segera masuk ke ruang rawat dan segera menghampiri ranjang tempat mawar diperiksa oleh ibu dokter dan perawat yang tadi. " mawar...mawar" ucap ivan sambil memegangi tangan mawar. Mawar pun tersenyum melihat tingkah laku kevin.
" apaan sih vin, kan aku cuma sakit magh, nggak usah khawatir deh vin" ucap mawar.
" udah jangan pegang pegang tangannya mawar, nggak mahrom tauk" sahut tasya sambil memisahkan tangan kevin dan mawar.
" ya elah si tasya ngomong kayak gitu, kayak elo nggak pernah pegangan tangan sama ivan aja" ucap kevin membuat tasya terdiam. " itu kan beda kev" ucap tasya cemberut.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung..........
Notes :
Hallo temen- temen jangan lupa......
LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca novel pertama aku ini yah......
__ADS_1
Terima kasih semua nya...... 😊😚😘💋
Aku cinta kalian semua, jangan lupa balas cinta aku ya, I LOVE YOU semua nya.