
Keesokan harinya........... ⏰⌚
Tasya pun segera bangun dan bersiap siap untuk bekerja, karena hari ini hari terakhir dia bekerja di mall itu.
Setelah menjalankan ritual pagi dia langsung menaiki ojol (ojek onlain) menuju ke mall, kost menuju ke mall berjarak 100 m, maka itu dia harus berangkat pagi.
Setelah sampai tasya pun langsung bergegas berjalan menuju mall, namun halangan tetap saja mengganggunya.
" Hai tasya si ganteng mana, aku butuh teman kamu mau jadi temanku kan, aku tak jahat kok kalau kou juga nggak jahat sama aku" ucap hantu yang ada di parkiran kemarin.
" ya ampun... Bella aku udah hampir telat ni, kalo masalah teman, aku mau kok jadi teman kamu tapi sekarang aku kerja dulu ya" jawab tasya malas, dan sambil melambaikan pergi.
Yap, hantu itu namanya bella, tasya sempat berkenalan dengannya saat masalah nya san dengan kela waktu itu.
" tasya hati-hati hari ini akan ada korban di mall ini" ucap Bella namun tasya tidak mendengarnya karna dia sudah pergi jauh.
Di hati tasya berat sekali untuk meninggalkan mall itu, padahal dia sudah bekerja tahunan di situ tapi malah di suruh pergi sama setan.
Tak lama kemudian mawar, ivan, dan kevin pun mengagetkannya dengan meniup terompet di belakang tasya dengan lantang.
" tuittttttttt.....!! Happy berdday tasya ku love love selamat ulang tahun ya, semoga panjang umur dan sehat selalu " ucap mawar sambil menyerahkan sebuah kue coklat.
Hari itu memang hari ulang tahun tasya, namun tasya telah lupa akan ulang taunnya, itu di sebabkan karna masalahnya dengan setan brengsek itu.
" Hmmm.... nakal ya kalian masak aku di kaget kagetin sih, tapi makasih ya kejutannya thenk you ya, aku jadi sayang deh sama kalian" ucap tasya terharu.
" sama-sama tasya, kami selalu mendoakan mu, jadi ada yang tambah sayang dong sama kamu tasya" ucap mereka serentak.
Namun tiba-tiba ada orang yang menjerit dari lantai tiga atas.
"Aaaaaaa..... tolong.... tolong..... Bruk.....!!! " teriak seseorang pelanggan yang terjatuh dari tangga di mall.
Seketika semua orang pada berkerumun melingkari orang yang jatuh tadi, beberapa orang pun ada yang berbisik bisik.
" tu gadis mau bunuh diri atau apa ya kok sampe jatuh dari tangga, padahal kan tangganya nggak licin" tanya seseorang.
" itu bukan mau bunuh diri jeng, tapi dia itu di dorong sama mahluk halus, katanya niya dulu tempat ini buat pembunuhan berantai gitu, pas polisi dateng mayatnya udah nggak ada" sahut yang lain.
Seketika semua orang segera berlari menuju tempat kejadian gadis jatuh itu, ada yang mengira itu kecelakaan biasa, ada juga yang nyalahin setan, dan ada yang mengira dia bunuh diri, dan ada yang asik bikin konten masalah gadis jatuh itu.
" apa ku bilang sya bakal ada korban di mall ini, kau sih nggak percaya malah ninggalin aku" ucap bella yang tiba-tiba muncul di samping tssya.
" perasaan lo nggak pernah ngomong deh bel, tapi aku pernah di teror sih sama tu hantu" jawab tasya sambil bisik-bisik.
" ternyata ketua beneran nggak suka sama kamu dan temen-temen kamu ya sya, sebenarnya itu yang pernah cekik kamu pas di kost adalah ketua dari semua setan di mall ini, di mall tempat kalian kerja" cerita bella.
" Hah... Yang bener kamu bell terus kenapa apa salah ku sama temen ku sampe ketua kamu marah gitu perasaan aku nggak lakuin apa-apa deh bel" tanya tasya tak percaya.
Bela hanya geleng-geleng kepala, sebenarnya dia ingin bicara dengan tasya dan teman temannya namun, dia takut akan ketua nya yang jahat itu, padahal tasya sama temen-temen nya nggak salah tapi bosnya yang udah salah.
__ADS_1
Akhirnya polisi datang dan tempat kejadian itu pun di beri garis polisilen, bos pun di segera di mintai keterangan oleh polisi, sedangkan tasya, ivan, mawar, dan kevin hanya diam melihat arwah gadis itu menangis menatapi jasadnya.
Tasya yang melihat gadis itu pun sangat mual, darah yang berceceran, mata yang copot dari kelopak, kepala yang seperti retak hingga tercuil sedikit sedikit hingga otaknya keluar, dan bau amis yang sangat menyengat di hidungnya.
Namun di balik ketakutannya ada rasa kasihan pada gadis seumurannya itu, masa depannya masih panjang namun dia mati karna setan itu.
dan itu karna setan itu tidak suka akan kehadiran tasya dan teman-teman nya itu,apa gadis itu mati gara gara mereka berempat, hanya itu yang ada di fikiran dan otak tasya.
" sya, lihat deh tu gadis udah mati kan, tapi kenapa aku lihat dia ya sya apa aku juga punya mata batin," tanya ifan pada tasya.
" ya kalo kamu lihat di sini banyak hantu nggak kalo kamu lihatnya banyak berarti kamu punya mata batin" jawab tasya menjelaskan pada ivan.
Tiba-tiba terdengar orang sedang berteriak teriak yang tidak lain seperti kesurupan gitu, hanya mata batin yang bisa melihatnya termasuk mereka berempat.
" ada apa lagi sih, yang ini aja belum selesai masih nambah juga, emang kalo rumah setan di bikin ginian karyawan sama pelanggan yang jadi korbannya nya" omel mawar.
" Ssstttt... jangan brisik, lo mau di amuk sama dia, lihat dia itu kesurupan dan lihat juga yang ngerasukin aja nyeremin gitu kita tinggal berdoa aja" ucap ivan kesal pada mawar
" ya elah dasar ya kalo tasya selalu di belain kalo gue udah di maki maki" kata mawar ikut kesal dengan ucapan ivan.
" udah jangan berantem nanti dia lihat kita terus kita di marahin sama tu setan gimana" ancam tasya agar temannya tidak berantem.
Orang yang kesurupan itu pun menghampiri mereka berempat terlihat ekpresi orang yang kesurupan itu sedang marah pada mereka berempat, hingga tubuh mereka pada mennggigil ketakutan.
" hai manusia berempat kalian sebaiknya pergi dari tempat ini, saya benci pada kalian, atau kalian mau melihat orang di sini semuanya mati mengenaskan" ucap orang yang lagi kesurupan itu.
Akhirnya saat tasya sudah menyanggupi dan teman temannya juga menyanggupi akhirnya orang itu pun pingsan, pertanda setan itu pun telah keluar dari raganya.
" maafkan saya semua, terpaksa saya harus mengeluarkan kalian tenang saja saya akan kasih kalian pesangon" ucap atasan mereka.
" ya udah pak kita berempat mau beres beres dulu habis itu kita akan pergi dari mall ini untuk jangka waktu yang panjang, maafkan kami jika kami pernah berbuat salah sama bapak" ucap kevin dengan atasannya.
Setelah beres-beres mereka segera keluar dari mall itu, tanpa sadar air mata jatuh tepat di pipi tasya yang mulus.
" tasya apa kau akan pergi meninggalkan aku, bukannya kita teman tasya, kita teman kan tasya, aku tak bisa tanpamu tasya" ucap bela.
" sory bela, gue harus pergi dari sini, kalo lo mau lo bisa ikut dengan gue, gue juga udah menganggap elo sahabat gue seperti mereka" ucap tasya pada bela.
" benarkah tasya aku boleh ikut denganmu" tanya bela sekali lagi dan dijawab anggukan oleh tasya, akhirnya bela pun ikut dengan tasya ke tempat kost nya.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung...........
Notes :
Halo temen-temen jangan lupa ya........
LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ini ........
Terima kasih....... 😊😚😘💋
__ADS_1