Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Tragedi Digedung Tua


__ADS_3

Ke esokan harinya..... ⏰⌚


Tasya pun terbangun dan segera bersiap siap untuk olahraga dengan mawar, mereka akan joging di alun alun surabaya, tak tunggu lama lagi tasya pun sudah siap dengan memakai baju olahraga yang tidak terlalu ketat.


Tasya pun segera menuju ke kamar mawar yang hanya berjarak dua lantai dari kamarnya, tasya pun berteriak teriak memanggil nama mawar, namun tidak ada jawaban dari kamar mawar, tasya pun membuka pintu itu yang ternyata tidak di kunci oleh mawar.


Dan terlihat mawar yang masih tertidur sangat pulas dengan menggunakan piyama doraemon nya, seakan dia tidak ingat jika hari ini dia punya janji dengan tasya untuk berolahraga joging di alun alun bersamanya.


Tasya pun berteriak lagi namun kali ini teriaknnya begitu keras terdengar melengking ke gendang telianga, dan setelah mendengar teriakan tasya mawar pun terbangun, walau masih terkantuk kantuk, mawar pun berusaha membuka matanya yang masih terpejam.


" isshh... tasya ada apa sih kok teriak teriak aku ngantuk ni pengen tidur, udah dulu ya " ucap mawar dengan sempoyongan.


"Ehh... bangun cepet bangun katanya mau joging, war... mawar kamu kok tidur sih mawaaarrrr....!!" teriak tasya dengan keras.


Tak tunggu lama mawar pun terbangun dan segera menuju ke kamar mandi untuk sekedar mencuci mukanya, setelah itu mawar segera memakai baju olahraga dan segera bersiap siap berangkat joging dengan tasya.


Alun - Alun Surabaya ....


Tempat yang indah, mentari bersinar cerah,


Matahari telah menunjukkan senyumannya yang terukir di langit yang terbentang luas, ratusan jiwa telah berada di tempat itu, berlari lari kecil sambil memandangi pemandangan yang amat teramat sangat indah.


Anak anak berlari kesana kemari, memancarkan kebahagiaan yang terukir jelas di wajahnya, terlihat seorang ibu yang sedang hamil berlari lari kecil agar bayinya tetap sehat, sungguh indah sekali hari itu.


Tasya dan mawar pun juga ikut berlari lari di taman yang luas itu, senyuman menghiasi wajah mereka, menandakan mereka sangat bahagia, sangat sangat bahagia.


Pada akhirnya mereka berdua duduk di sebuah kursi kecil sambil meneguk minuman dan menyemil makan makanan yang barusan mereka beli di warung tepat sebelah mereka.


" capek banget deh gue sya, padahal kan ini lagi musim penghujan tapi malah panas ya, nggak habis pikir deh gue" gerutu mawar pada tasya yang sedang menyemil jajannan.


" Hmm... malah diem lagi" cerocos mawar.


" ya udah yuk pulang" ajak tasya tiba-tiba.


Merekapun pulang dengan jalan kaki, saat melewati gedung tua, seketika bulu kuduk mereka pada naik, dan di sekitar gedung tua itu sangat ramai orang yang sedang berkerumun melingkar, menutupi seseorang.


Tasya pun memberanikan diri untuk ikut melihat dan bertanya dengan seorang ibu ibu.


" permisi bu, ada apa ya ini, kok berkerumun sih, ada apa bu" tanya tasya dengan ibu itu.


" eh mbak ngagetian aja, ini lo ada perempuan meninggal, di depan gedung tua ini, ihhh... serem maksimal deh pokoknya" jawab ibu itu.


Tasya dengan mawar pun bergabung pada segerombolan orang yang berkerumun itu, terlihat arwah gadis itu melayang layang mencari raganya, mukanya terlihat remuk dan retak, matanya bergelantungan tepat di pipi, dan arwah gadis itu terlihat sangat marah.


Arwah gadis itu pun menatap tasya dengan tajam, tasya yang merasa di perhatikan hanya mengabaikan nya saja, agar arwah gadis itu tidak bertambah marah dengan semua orang. " astaga dia ngliatin aku" batin tasya.


Setelah polisi datang, semua orang pun pergi meninggalkan pekarangan gedung tua itu, kecuali tasya dan mawar, mereka malah mengajak ngobrol arwah yang terlihat sangat marah itu, seperti ada hal ganjil.


" maaf ya mbak, boleh nggak kita bicara sebentar sama mbak" tanya tasya lembut.

__ADS_1


" kamu bisa lihat aku ya, ada apa, mau bicara kalian sama aku" jawab arwah gadis itu.


" kita ngobrolnya di sana saja ya mbak, lebih enak gitu" tawar tasya agak gugup.


Arwah gadis itu hanya menganggukkan kepala nya, dan pergi menuju tempat yang telah tasya tunjukkan tadi.


" mau bicara apa sama aku, soal kematian saya ya" ucap arwah gadis itu menebak.


" iya mbak saya mau tanya itu" jawab tasya.


Arwah gadis itu pun mulai bercerita perihal kematian nya pada tasya dan mawar.


" pada saat itu aku tidak sengaja lewat di depan gedung tua ini, dan yang tragedi menakutkan itu pun terjadi" ucap sang gadis.


Flash Back On......... 🧐


Sinta sedang berjalan jalan menyusuri kota barunya itu dan tanpa sengaja di menyenggol sesajen yang ada di pagar gedung tua itu, sesajen itu pun berantakan, dan sinta takut akan hal yang berbau mistis dan horor.


Dia pun berjalan cepat meninggalkan sesajen itu, namun tiba-tiba seperti ada yang mencekeknya dia pun berteriak meminta tolong, namun tetap tidak ada yang mendengar suaranya, karna keadaan pagi itu sangat ramai kendaraan berangkutan.


Seakan semua orang telah di tulikan agar mereka tidak mendengar sinta menjerit dan meminta tolong, seakan semua orang sedang tidur, dan tidak bangun bangun, dan mereka seperti orang yang pingsan namun tetap beraktivitas seperti biasanya.


" tolong... tolong..." teriaknya, walaupun tak terdengar sama sekali oleh oran lain.


Diapun di dorong oleh seseorang dari belakang dan saat itu juga ada sebuah truk yang melaju dengan cepat sehingga sinta terpental masuk ke pekarangan gedung tua.


Flash Back Of........ 🙄🧐


" makasih ya untuk perhatian kalian untukku, sepertinya aku sudah di panggil oleh tuhan, jaga diri kalian baik baik ya, jangan sampai nanti seperti aku" pesan dari sinta.


Setelah sinta pergi tasya dan mawar pun kembali untuk pulang ke kost, karna nanti siang mereka akan mendatangi rumah sang penjaga gedung tua itu, mereka hanya ingin tau asal mula gedung tua itu, dan tragedi taragedi yang pernah terjadi di situ.


Setelah sampai ke kost tasya dan mawar segera membersihkan badan mereka yang sudah lengket berkeringat, dan sekarang juga sudah menjelang jam sepuluh maka artinya empat jam lagi mereka akan berangkat ke rumah pak penjaga gedung tua.


Setelah selesai mandi tasya pun meluangkan waktunya untuk bermain dengan cici kucing kesayangannya, namun bella dengan silla malah bersembunyi ketakutan karna melihat seekor kucing saja.


" kalian kenapa sih, sama kucing aja takut, kan biasanya kucing yang takut sama kalian" ucap tasya sambil menatap bella dan silla yang sedang bersembunyi di pojokan.


" diem deh sya, jangan nakut nakutin, kita kan emang takut sama kucing dulu pas hidup, pokoknya takut, geli deh aku lihat bulunya itu" ucap bella masih tetap sembunyi di pojokan.


" ya udah, cici cantik, kamu main sama caca aja ya dia itu kucingnya kak mawar okey" ucap tasya berbicara pada kucingnya.


" Emang agak gesrek deh tasya, masak kucing di ajak bicara sih aneh" ucap bella pelan dan mulai berhenti bersembunyi di pojokan kamar nya tasya.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...........


Notes :


Hallo temen temen, jangan lupa ya untuk tekan tombol yang ada di bawah👇👇


LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca novel pertama aku ini ya ......


Terima kasih semua nya....... 😊😚😘💋

__ADS_1


Aku cinta kalian semua, jangan lupa balas cinta aku ya......... 💋💋💋💋


__ADS_2