
Mereka bertiga pun menatap tasya dengan raut muka yang sangat kaget, mereka tak menyangka kalo tasya akan lupa ingatan, tanpa pikir lama mawar pun segera memanggil dokter untuk memeriksa tasya apakah benar lupa ingatan atau tidak dia.
" Dok dokter, temen saya lupa ingatan dok" ucap mawar dengan nafas tidak ber'aturan. " Lupa ingatan bagaimana?" tanya si dokter. "Jangan ngelawak deh dok, kalo pengen tau ya ayo kita ke kamarnya tasya, ayo dok cepet" ucap mawar sambil menarik tangan si dokter. " Yang dokter ini siapa, kan saya dokternya, harusnya saya yang narik anda" ucap dokter.
Setelah sampai di ruang rawat tasya dokter pun segera memeriksa keadaan tasya, dokter setengah baya itu hanya geleng-geleng geol-geol dan manggut manggut. Mawar, ivan dan kevin yang melihat tingkah si dokter pun hanya menggelengkan kepala mereka saja. "Dasar, dokter gadungan deh kayaknya dia"
Dokter pun menghentikan aksinya sebentar setelah itu dia menatap tasya cukup lama.
" kamu lupa ingatan.....? " tanya si dokter ngaco, mawar ivan dan kevin pun merasa heran dengan pertanyaan si dokter aneh itu. "Saya nggak lupa ingatan kok dok" jawab tasya, mawar ivan dan kevin pun terkejut.
" Berarti kamu inget dong sama ketiga bocah ini " tanya dokter dan di tatap dengan tajam oleh mawar ivan dan juga dengan kevin.
" Saya tidak mengenal mereka" jawab tasya.
" ya berarti lupa ingatan itu, kamu gimana sih, ya udah saya pergi dulu, lama lama saya ikutan aneh kalo deket deket sama kalian yang aneh ini" ucap dokter melangkah pergi.
Ivan, mawar dan kevin pun saling menatap satu sama lain dan setelah itu tatapan mereka menuju ke tasya, tasya pun langsung menundukkan kepalanya ke bawah, ya iyalah kebawah, kalo keatas kan mendongakkan kepala, lama lama author juga ikutan aneh ini.
" Aku bener bener nggak inget sama kalian, kalian ini siapa sih, aku nggak kenal." ucap tasya sambil menatap mereka bertiga secara satu persatu sambil menamati wajah nya.
Tiba-tiba tasya pun tertawa terbahak bahak melihat mawar, ivan dan kevin yang menunjukkan raut wajahnya yang sedih itu, tasya tertawa tapi nereka bertiga malah bingung sendiri karna tingkah laku tasya.
__ADS_1
"Hahahaha... kalian lucu banget sih, gue nggak lupa ingatan kok, mana ada gue lupa sama kalian coba" ucap tasya sambil tertawa.
Mereka ssmua pun tercengang, dengan mulut mereka juga ikut menganga dengan lebar.
"Apa...?, jadi elo nggak beneran lupa ingatan sya, ya allah tasya elo tuh bikin kita panik tau nggak, bisa bisanya bercanda di suasana yang genting kayak gini" ucap mawar heran. "Udah, kamu sekarang nggak apa-apa kan sya, ya udah aku panggil dokter dulu aja yah" ucap ivan dan di jawab senyuman dari tasya.
Ivan pun segera menuju ke ruangan dokter, terlihat dokter itu tertidur di tumpukan kertas, ivan pun langsung masuk ke dalam ruangan dan langsung membangunkan si dokter yang sedang tertidur dengan agak lelap itu.
"Dok, dokter...." panggil ivan ke dokter.
"Loh kamu lagi, ada apa, mau apa, temen kamu kumat lagi atau gimana?" tanya dokter. "Temen saya ternyata tadi cuma bercanda dok, dia nggak lupa ingatan, ayo dok cepet di periksa...!" ucap ivan sambil menarik dokter.
Dokter pun memeriksa tasya, ivan, mawar, dan kevin pun membiarkan dokter memeriksa, enatah mengapa tasya bisa berfikir sampe kesitu, tidak mungkin kan, kalo hanya untuk memberi kejutan, entah lah, hanya tasya, author, dan tuhan saja yang tau.
"gimana dok kondisi tasya, dia nggak papa kan dok, yeeeh, si dokter di tanya diem aja gimana dok kondisi tasya...?" tanya mawar. "Siapa yang sakit?, wong temen kamu nggak sakit apa-apa, cuma tadi dia kebentur aja, nggak ada yang lain, aneh deh kamu" ucap dokter sambil berlalu pergi dari ruangan.
"Baru kali ini gue ketemu sama dokter kayak gitu, aneh banget deh si dokter, kalian ngerasa aneh nggak sama dia?" tanya mawar. "Namanya juga dokter, banyak bercandanya war" jawab ivan sekenanya, mawar pun garuk garuk kepala yang sebenarnya tidak gatal.
Tasya pun melamun, mengingat kejadian di lorong tadi, sangat menakutkan, padahal dulu dia nggak takut dengan mahluk yang tak kasat mata, tapi yang ini beda, lebih menakutkan dan lebih ngebuat merinding, [kalo author kasih gambarnya, di jamin kalian pasti takut banget, jadi nggak usah yah, hehe].
Ivan pun masuk ke ruangan tasya, melihat tasya yang melamun dengan raut muka yang lumayan sedih, dia pun duduk di samping tasya, dia pun membelai rambut tasya, tasya yang dari tadi melamun ia pun langsung sadar dari lamunannya karna sentuhan ivan.
__ADS_1
Tasya pun menatap ivan dengan lekat, tak terasa butiran kristal bening telah membasai pipi mulus milik tasya, ivan pun mengusap air mata yang sedang menetes dengan deras itu. "Hei, kenapa nangis, kenapa kamu nangis cantik, jangan nangis yah" ucap ivan lembut.
"Aku takut van, dan satu lagi, aku minta maaf yah, karna aku udah bercanda nya sampe kelewatan sama kalian, maaf aku udah ngebohongi kalian, tapi sebenarnya aku emang beneran amnesia kok fan, terus aku inget inget lagi tentang semuanya, dan akhirnya aku udah inget semua, maafin aku yah, maaf fan, kamu nggak marah sama aku kan fan...? " ucap tasya sambil mengangis.
" nggak aku nggak marah kok, yang penting kamu nggak ngulangin perbuatan kamu lagi, kita kan jadi khawatir sama kamu, dan kalo kamu tadi beneran amnesia kamu harusnya ngomong kalo kamu beberan nggak inget sama kita, dan kamu harus ceritain tentang semua yang menimpa kamu yah, aku pengen kamu jadi lega setelah cerita sama aku nanti.
Sya, aku cinta sama kamu, kamu mau nggak nikah sama aku" ucap ivan sambil menunjuk kan kotak merah kecil, dan setelah di buka ternyata ada sebuah cincin berlian yang sangat cantik, tasya pun menutup mulutnya, seakan dia tak percaya dengan apa yang dia lihat sekarang di depannya ini. Dia pun menangis bahagia, dan menganggukkan apa yang di tanyakan oleh ivan tadi.
"Yey, selamat yah, kalian udah mau nikah, jangan lupa ngundang kami, oh iya, gue ada sesuatu nih buat kalian berdua, jangan lupa datang yah...!" ucap mawar sambil memberi kan selembar surat undangan pada tasya.
" kalian mau nikah yah?, wah selamat yah kalian, gue turut senang " ucap tasya sambil tersenyum, selang beberapa lama, suster pun datang sambil memberi tahukan jika, mawar dan tasya sudah boleh pulang besok pagi, mereka pun senang dan segera memberes kan benda - benda dan baju mereka untuk di letakkan di tas koper yang sangat besar.
Bersambung......
Notes :
Hallo temen temen tercinta, Jangan lupa,
Like, Love, dan Komentar setelah memvaca novel pertama aku ini yah......
Salam Hangat dari Nadya Lutfina.....😘
__ADS_1