Sang Penolong Arwah

Sang Penolong Arwah
Membantu Om Pocong Part 1


__ADS_3

Setelah lama beristirahat bel masuk pun berbunyi pertanda kalau waktu istirahat telah usai tasya, mawar, ivan dan kevin pun cepat cepat peninggalkan kantin dan buru-buru kembali bekerja.


Dalam hati tasya rasanya dia takut dengan hantu pocong itu, ingin sekali dia mengusir pocong itu dan segera menutup mata batinnya, baginya mempunyai mata batin adalah mimpi buruk baginya.


Selalu di hantui rasa takut, rasa mual, rasa lelah akan hidup ini, rasa malas terhadap membantu para arwah penasaran itu.


Tanpa di sadari ternyata pocong itu sudah ada di belakang tasya namun dia merubah wajahnya agar tidak menjadi menakutkan saat ada di depan tasya.


Ada rasa kaget di hati tasya, seandainya dia tidak punya kemampuan untuk melihat hal itu, pasti dia juga tidak punya kewajiban untuk membantu mahluk halus itu.


" om pocong kenapa ngikutin tasya terus, tasya capek om, tasya capek akan kemampuan ini, om kenapa ngikutin tasya om, masih banyak manusia mempunyai mata batin yang bisa jadi teman om" ucap tasya panjang lebar karena emosi.


" apa kau tidak mengenaliku tasya, aku adalah om mu, om winarwan suami dari tante rena, adik dari ibu sukma" ucap om pocong dengan sedikit menangis pada tasya.


" apa, kamu om arwan, om nya tasya, tapi kenapa om jadi gini, om katanya dulu meninggal karna kebakaran di kantor om, tapi om kenapa jadi penasaran" tanya tasya.


" itu hanya bualan belaka dari atasan om tasya, dia suka dengan tantemu, maka dari itu dia membakar om hidup-hidup, terus dia juga membakar kantor agar semua orang mengira om mati dengan wajar" jawab om arwan.


" ya sudah om nanti kita bahas saat di rumah saja" ucap tasya sambil mengelap air mata.


Setelah itu tasya langsung cepat-cepat untuk masuk ke panggung untuk pembawa acara dengan mawar, terlihat jelas di wajah tasya saat di panggung lamanya dia merasa resah.


Tak sabar untuk cepat cepat pulang ke kost, untuk membicarakan tentang kematian om arwan, rasa iba ada di hati tasya, dia menyesal telah berbicara seperti itu pada om pocong yang tidak lain om nya sendiri.


" sya lo kenapa sih, diem aja, nggak ngomong apa apa biasanyakan yang paling crewet elo ya kan van vin" tanya mawar pada tasya.


" nggak papa kok war, cuma nggak nyangka aja gitu kalo om pocong itu om winarwan yang pernah gue ceritain sama elo dua tahun yang lalu" jawab tasya.


" jadi pocong itu om winarwan yang meninggal karna kebakaran di kantor ya" tanya mawar tak percaya dengan apa yang tasya bicarakan itu.


" mangkanya gue barus bantuin dia, dia itu matinya nggak wajar war, dia itu di bakar hidup hidup sama atasannya, karna atasan nya suka sama tanye gue, dan biar nggak ketahuan dia bakar tu Sekalian kantornya" jawab tasya panjang lebar.


" orang itu jahat banget ya sya, sampe harus bunuh om kamu gitu, kenapa nggak lapor polisi aja sih sya" tanya ifan ikutan gosip.


" ya gimana mau lapor van, wong bukti aja kita nggak ada bisa bisa kita yang di lapor balik sama dia" jawab tasya lelah.


" sabar ya sya pasti semua ada jalan keluarnya kok tenang aja kita bakal selalu bantuin elo kok" sahut kevin ikut ngumpul.


" makasih ya semua" ucap tasya.


" iya sama-sama sya" ucap mereka bertiga.


" yaudah kerja-kerja lagi" seru semua.


Saat tasya memberi makan lumba-lumba, terlihat lumba-lumba itu ketakutan karna di belakang tasya ada bella dan om pocong.

__ADS_1


" eh jangan takut baby Dholpin, mereka nggak jahat kok, tenang aja, mereka itu temenku, yang pocong itu om aku, dan yang cewek itu temen aku" ucap tasya pada lumba-lumba itu.


Setelah di jelaskan oleh tasya, mendadak lumba-lumba itu diam dan memakan makanan dari tasya, seakan hewan itu tau apa yang di maksud oleh tasya.


" la diem dong kalo diem itu bagus tapi pas ada orang jangan diem aja ya" ucap tasya lagi pada lumba-lumba itu. Lumba-lumba itu pun hanya mengedipkan matanya saja.


Setelah jam kerja sudah habis tasya dan karyawan dan lain segera pulang kerumah masing-masing, rasanya capek banget itulah yang di rasakan oleh tasya dan mawar.


" ya udah war lo ke kamar gue dulu ya, dengerin apa yang di bilang sama om arwan dulu ya, plies dong " ucap tasya memohon.


" iya iya deh ke kamar elo dulu" jawab mawar.


Setelah sampai di kamar tasya om arwan segera menceritakan semua yang di alami dirinya dengan atasannya sendiri.


" atasan om itu cinta sama tante kamu sya, dia nggak suka kalo om jadi suami tante kamu, mangkanya dia bunuh om, dia bakar om hidup-hidup, kamu tau rasanya sya pas di bakar, sangat panas" cerita om arwan.


" sangat panas penderitaan di dalam sana sya, om takut kalau nanti atasan om itu bakal deketin tante kamu, rasanya om nggak ikhlas sya" ucap om arwan sambil terisak.


" sebenarnya tasya pengen banget bantuin om, tapi tasya nggak tau harus bantuin apa ke om, tasya hanyalah gadis lemah om" ucap tasya sambil menahan tangis.


" peringat kan saja sya atasan om itu, namanya pak darso dia kejam tak mau di bantah selalu mengambil wanita yang sudah beristri" ucap om arwan.


" jika dia sudah di peringatkan sama tasya tapi dia nggak percaya gimana om" tanya tasya bingung sekaligus khawatir jika tuduhannya tidak terbukti.


" iya om, tasya mau kok bantuin om, tapi jika ini nggak berhasil om jangan bersedih ya, kasian anak om, setiap hari menangis memanggil nama ayah nya saja" kata tasya.


Setelah itu om pocong itu pun pergi entah ke suatu tempat, dia hanya berpamitan jika dia ada urusan pada seseorang, entah itu atasan nya pak darso atau siapa tasya tidak tahu.


Dalam hati tasya merasa kasihan dengan om nya itu, harus meninggal dengan tragis hanya karna harus menuruti nafsu seseorang saja.


Meninggal dengan keadaan tubuh yang gosong, hidung yang sudah hangus, telinga yang sudah copot, mata yang sudah jadi abu, dan daging yang sudah terpanggang.


" om tasya kasihan sekali sama om, om itu adalah orang baik, orang yang sudah tasya anggap jadi ayah tasya sendiri di saat ayah tasya meninggal dunia, semoga allah memaafkan semua kesalahan om saat di dunia" ucap tasya sambil berdoa.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Bersambung..........


Notes :


Hallo teman-teman jangan lupa ya tekan tombol LIKE, LOVE, dan KOMENTAR setelah membaca ceritaku ........


Terima kasih semua ........... 😊😚😘💋

__ADS_1


__ADS_2