Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Sang mata merah


__ADS_3

seminggu kemudian


Jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi dimana sudah saat nya aku bangun dari tidur nyenyak ku itu. Aku terbangun dengan rambut yang berantakan sekali dan juga baju yang lusuh seperti tidak terawat sama sekali. Tanpa pikir panjang dimana aku langsung turun dari tempat tidur dan pergi ke kamar mandi untuk bersih - bersih.


Aku melepaskan semua baju yang melekat di badan ku dan aku mulai menyalakan air nya sehingga membuat ku dapat merasakan air yang mulai jatuh dari atas kepala hingga di bawah kaki ku. Rambut ku yang sudah basah akibat air tersebut memutuskan untuk aku teruskan saja karena aku ingin pendingin sejenak saja sebelum memulai aktivitas. Aku pun memejamkan mata ku dan biarkan air yang mengalir itu terus berjatuhan di badan ku. Cara ini aku biasanya gunakan untuk menghilangkan stress yang berlebihan sehingga dapat membuat aku jatuh sakit.


Aku memikirkan apapun yang akan terjadi di kedepannya dan sekarang sudah saat untuk memulai sebuah eksperimen yang paling berbahaya tersebut. Awalnya aku masih belum yakin bila hal itu sampai terjadi karena eksperimen kali ini tidak dapat izin dari pemerintah ataupun pihak setempat oleh sebab itulah aku memulainya sendiri. Walaupun aku adalah aset negara tapi gak boleh pemerintah tau tentang rencana gila ini kalau sampai tau maka aku bukan lagi aset negara yang paling berharga di Tokyo ini.


Karena sedang asik melamun tiba - tiba saja pintu kamar ku berbunyi sehingga membuat lamunan ku terpecah dalam sekejap saja. Aku pun mengakhiri mandi ku itu dan mulai memakai handuk untuk mengeringkan badan ku serta rambut ku yang masih basah ini. Setelah aku keluar dimana aku mulai mengecek camera cctv untuk melihat siapa yang berani menganggu waktu yang berharga tersebut. Ternyata pelayan ku yang mengetuk pintu kamar ku itu dan tanpa pikir panjang dimana aku langsung memakai baju serta bergegas untuk membuka pintu siapa tau penting sekali.


Pintu pun terbuka aku pun mulai melangkah sambil mengeringkan rambut ku ini. Saat aku lihat ternyata pelayan itu membawakan sarapan buat ku karena dari tadi tidak kunjung turun sama sekali. Aku menyuruh pelayan ku untuk menaruhnya di meja biasanya dan setelah pelayan itu masuk ke dalam dimana aku mulai mencium bau racun dalam makanan tersebut. Tanpa pikir panjang dimana aku pun langsung menjatuhkan handuk yang aku buat mengeringkan rambut ku dan mulai menangkap pelayan tersebut.


Aku pun memeluk pelayan itu dengan nada yang sedikit mengancamnya dan seketika makan yang dibawa nya jatuh ke lantai ku serta tidak sengaja mengenai karpet berharga ku. Sontak saja aku mulai membanting pelayan itu kebelakang dan membuat nya tidak sadarkan diri. Suara berisik itu memancing pengawal ku untuk naik ke atas untuk mencari tau apa yang sebenarnya terjadi. Saat aku lihat dimana seluruh pengawal sudah berada di depan pintu kamar ku dan aku meminta kepada pengawal ku untuk membawa pelayan ini keruang rahasia serta introspeksi dia.


Setelah pengawal ku pergi dimana aku pun langsung menutup pintu untuk segera berganti baju karena sudah terkena tangan kotor dari pelayan itu. Sebenernya aku tau kalau ada yang tidak suka dengan aku dan mencoba untuk meracuni aku melalui makanan ataupun sarapan yang di bawakannya. Aku memakai baju yang santai saja sambil mengambil pedang yang pernah di kasih oleh paman ku dulu dan setelah itu aku pun berjalan ke tempat persembunyian itu.


Sesampainya di tempat persembunyian itu dimana aku duduk di tempat kegelapan sambil membaca buku sambil menunggu pelayan tersebut sadar dari pingsannya itu. Rambut pendek ku yang seolah - olah anak lelaki karena tingkah ku yang tidak memanfaatkan orang ataupun musuh yang di hadapinya. Darah ku sejak dulu sudah mewarisi dengan mafia legenda oleh sebab itulah aku tidak pernah memanfaatkan orang yang berani menyenggol ku sedikit saja.


Sejak umur 8 tahun aku sudah di ajarkan bagaimana memakai senjata dan bagaimana menggunakan nya oleh sebab itulah banyak musuh yang takut terhadap ku. Karena mata merah ku ini yang di kenal sangatlah menakutkan bagi masyarakat sekitar oleh sebab itulah banyak yang menganggap aku adalah reinkarnasi dari orang kuat terdahulu. Hal yang sebenarnya terjadi adalah mata merah ku turunan langsung dari paman ku oleh sebab itu aku banyak di takuti hampir penjuru kota Tokyo ini.


Saat pelayan itu sadar dari pingsannya dia bertapa terkejutnya dia sudah berada di ruangan yang sangat asing sekali. Aku pun langsung menutup buku ku dengan keras agar dia kaget bukan kepala dan tanpa pikir panjang aku mulai berbicara tanpa membuka mata ku itu karena akan mengakibatkan tau siapa aku yang sebenernya.


" aku bertanya kepada kamu, siapa yang sudah menyuruh kamu ke sini dan ingin berniat membunuh ku serta ada tujuan apa ? kata ku dengan nada keras ke arah pelayan itu


" aku gak akan memberitahukan nya karena ini adalah perintah yang sangat rahasia sekali " jawab pelayan itu

__ADS_1


" oh tidak ingin memberitahu ya, enggak apa kok lagian juga aku tidak terlalu cepat ingin membunuh kamu tapi yang akan mati terlebih dahulu adalah keluarga kamu baru kamu jika tidak ingin memberitahu " kata ku dengan nada mengancam ke arah pelayan itu


" jangan sakiti keluarga ku kalau enggak aku akan berbuat nekat sekali " jawab pelayan itu dengan nada yang mulai menangis


" kan aku sudah kata dari awal lebih baik katakan kamu disuruh siapa datang ke sini dan berniat membunuh aku jika kamu bicara lebih awal kan bisa aku lepaskan " kata ku dengan menundukkan kepala


" sebenernya saya di suruh sama bos besar mafia ular yang berada di sebelah barat Tokyo ini untuk membunuh Anda karena bos besar itu sangat marah karena kamu sudah mengambil adik nya " jawab jujur sang pelayan itu


" adik ? siapa nama adik nya " kata ku dengan penasaran sama sekali


" adiknya bernama adiana yang kini berubah menjadi aleksa dan juga bermarga besar Uchiha " jawab pelayan itu sambil menundukkan kepalanya


Setelah mendengar nama asli aleksa dimana aku pun membuka mata dan menunjukkan mata merah ku ke arah pelayan tersebut. Pelayan tersebut sangat kaget serta kaget karena tidak percaya kalau di depannya adalah sang legenda bermata merah yang selama ini banyak di cari sama orang - orang di Tokyo hampir bertahun-tahun lamanya. Aku pun berdiri serta berjalan mendekati pelayan itu sambil mengambil mengeluarkan pedang dari sarung nya dan pelayan itu terus memohon tidak membunuh nya karena masih ada keluarga yang menunggunya di rumah.


aku pun berjalan mendekati pelayan itu sambil membawa pedang yang ada di tangan kanan ku ini dan saat mendekati nya dimana pedang yang ku bawa ku tancap kan ke tanah sehingga membuat nyawa pelayan itu sangat beruntung sekali. Aku pun berlutut di depannya dan mulai memandang wajah nya dengan jelas. Di sana aku melihat air mata yang mulai membasahi pipi nya itu, aku menyuruh pengawal ku untuk membuka kan Borgolnya dan memberinya makan yang layak sekali.


" aku kasih kamu kesempatan untuk memberitau dimana letak mafia ular itu berada maka aku akan menjamin kehidupan mu dan keluarga mu itu karena mafia legenda akan memegang sumpah nya itu dan tidak mengingkari nya " kata ku dengan nada yang serius


" apakah itu bener ? kamu akan menjaga ku dan keluarga ku " jawab pelayan itu dengan nada kaget nya


" iya aku akan memberikan kehidupan yang layak buat kamu jika kamu memberikan dimana letak mafia ular itu berada " kata ku dengan penuh keyakinan


akhirnya dia menceritakan yang sebenarnya kepada ku dengan sangat jujur dan juga meyakini sekali. Setelah mengetahui dimana letak mafia ular itu berada aku menyuruh pengawal untuk memberikan segelas air yang sudah di campur sama obat pelupa karena dia gak boleh tau tentang identitas ku sebagai orang yang bermata merah.


aku pun berdiri sambil mengambil pedang ku yang ku tancap kan di tanah tadi. Malam hari ini adalah waktu yang pas untuk menghajar mafia ular itu dan mengambil alih semuanya. Aku pun pergi dari sana dan kembali pulang ke rumah untuk beristirahat sejenak karena nanti malam adalah hari yang sangat berharga sekali bagi ku. Sang mata merah dari Tokyo akan kembali hadir setelah menghilang selama bertahun - tahun lamanya, sekarang mata merah di Tokyo sangat banyak di cari karena kemampuan bertarung nya yang luar biasa bagus sekali sehingga dapat mengalahkan ninja terdahulu.

__ADS_1


Sesampainya di rumah dimana aku pun kaget karena begitu banyak pengawal yang di kerahkan oleh papa ku, ternyata papa ku sudah mendengarkan kabar kalau ada orang yang ingin membunuhku oleh sebab itulah penjagaan di perketat lagi agar tidak ada yang berani membunuh ku. Saat masuk dimana mama ku langsung memelukku dengan muka yang sangat ketakutan sekali karena takut anak kesayangan nya itu mati untuk kedua kalinya ataupun apa. Di sana aku dapat merasakan tubuh mama yang gemetaran karena masih ketakutan sekali.


" sarada, apakah kamu baik - baik saja sayang ? mama sangat khawatir kalau kamu itu kenapa - kenapa tau " kata mama ku yang masih memeluk ku


" maka aku gak kenapa - kenapa kok lagian aku sudah mengurus semua ini jadi mama gak usah khawatir sama sekali " jawab ku yang membalas pelukannya mama


" tapi mama bener - bener khawatir sama kamu sarada apa lagi umur kamu yang masih muda sekali " kata mama ku tersebut


" oh iya mama, aku ingin bertanya dong mengenai mata merah ku ini " jawab ku


" sebenernya mata merah kamu adalah reinkarnasi dari orang yang berada di zaman ninja tersebut dan oleh sebab itulah banyak yang mencari keberadaan orang bermata merah mu itu tapi mana gak izinkan mereka mengambil kamu untuk penelitian " kata mama ku sambil menceritakan semuanya


" tapi kan bukan hanya aku saja mama kan ada paman yang juga bermata merah sama kayak aku ini " jawab ku yang masih penasaran sama sekali.


" memang kamu sama paman sama memiliki mata merah oleh sebab itulah di anggap spesial sekali dimana orang luar sana " kata mama ku yang masih memeluk ku dengan sangat erat nya


setelah itu dimana aku masuk kedalam bersama mama ku yang udah menunggu ku dari tadi. Saat di dalam aku mendapatkan kehangatan dari sesosok mama yang gak pernah hadir dalam beberapa tahun terakhir dan di sana aku mulai menceritakan tentang aleksa yang aku harus taruh di asrama dalam beberapa waktu saja. Di sana mama gak marah sama sekali kalau aku menceritakan hal tersebut dan mama sangat mengerti apa yang aku butuhkan saat ini.


setelah menceritakan hal tersebut dimana mama langsung beranjak ke dapur untuk membuatkan makanan kesukaan ku yaitu salat sayur dan jus alpukat di sana aku sangat senang sekali karena baru kali ini mama memasakkan makanan yang aku inginkan sejak dulu.


10 menit kemudian.....


makanan kesukaan ku pun jadi dengan sangat cepat nya karena di buat dengan tangan yang profesional sekali dalam hal masak memasak itu, setelah menghidangkan makanan kesukaan ku dimana mama pamit ke rumah sakit lagi karena ada pasien yang harus di tangani dengan segera. walaupun rasanya berat dimana aku harus merelakan mama untuk pergi kerja lagi karena ini menyangkut nyawa seseorang.


beberapa menit setelah mama pergi dari rumah untuk melakukan pekerjaan berat itu, aku pun kembali ke atas untuk mencari tau tentang mata merah yang lebih lengkap karena itu sangat berpengaruh terhadap ku.

__ADS_1


sekian dulu


__ADS_2