
Jam 7 pagi..........
aku masih tertidur di kasur yang empuk sekali sambil merasakan angin dingin yang berasal dari AC tersebut. Karena hari ini adalah hari libur aku pun memutuskan untuk tidur akan tetapi semuanya gak berjalan lancar sekali. Tiba - tiba saja masuklah notifikasi hp ku berbunyi dengan keras sehingga membuat tidak dapat menikmati tidur pagi yang nyenyak sekali. Tanpa pikir panjang aku melihat notifikasi tersebut dan melihat ada email yang masuk akan tetapi aku tidak membuka email itu.
aku pun bangun dari tempat tidur untuk membuka email tersebut di laptop ku agar bisa puas membaca nya. Saat aku membukanya di laptop ku betapa terkejutnya, aku mendapatkan undangan untuk ikut serta dalam kompetisi lomba cerdas cermat karena aku di kenal sebagai anak yang pintar di Tokyo akan tetapi aku memutuskan untuk membalas email tersebut serta berpartisipasi dalam lomba tersebut dengan menggunakan nama samaran.
setelah membalas email tersebut, aku berjalan mendekati jendela dan memandangi kota - kota sekitar. Hp ku bergetar yang menandakan bahwa ada telpon masuk sehingga membuat melangkah menjauh dari jendela tersebut untuk mengangkat telpon yang terus saja berbunyi tidak ada hentinya. ternyata yang menelpon ku adalah si wari anak pindahan dari Belanda
" halo, ada apa wari ?. Tumben telpon aku nih " kata ku sambil berjalan mendekati jendela
" halo sarada, apakah kamu ikut lomba itu ? " jawab wari
" tentu saja aku ikut lagi pula ingin memberikan kejutan kepada semua orang kalau anak terpintar di Tokyo hadir kembali " kata ku sambil tersenyum licik
" tapi gimana pun kamu itu aset negara Tokyo yang paling berharga jadi gak boleh ikut seenak nya saja " jawab wari dengan nada yang khawatir
" apakah kamu berani menyenggol aset negara ? " kata ku dengan nada yang agak mulai marah sekali
__ADS_1
" bukan nya gak berani tapi hanya khawatir saja sarada karena kamu adalah harta berharga bagi Tokyo " Jawab wari
" sudah lah biarkan aku ikut ini apa lagi cuma buat senang - senang saja seh " kata ku sambil berjalan menjauh dari jendela kamar
" baiklah aku gak mau ikut campur loh ya kalau terjadi apapun " jawab wari dengan nada yang tidak perduli
tanpa pikir panjang dimana aku mematikan telponnya untuk tidak mendengar ceramahnya si wari. Karena merasa sangat muak di rumah aku pun keluar dari kamar sambil muka yang hampir memerah. Saat aku di luar tidak terlihat siapapun kecuali pengawal yang berjaga di berbagai sudut yang ada. Aku menuruni tangga satu demi satu dan melihat banyaknya piala yang sudah terkumpul dari aku usia 6 tahun hingga 10 tahun ini.
Aku berjalan di sofa dengan muka yang tertunduk karena tidak ada seseorang pun di rumah. Saat aku terduduk di sofa, dimana aku mengingat hal - hal indah dengan kedua orang ku sebelum hal ini terjadi sehingga membuat air mata ku terjatuh membanjiri pipi ku yang halus itu. Tiba - tiba saja salah satu pengawal menyadari kalau aku menangis langsung menghampiri ku dan mengambilkan aku tisu.
" tidak ada apa - apa kok pengawal " jawab ku dengan berbohong
" Apakah ada yang menyakiti nyonya kecil ? " kata pengawal ku
" gak ada kok pengawal, oh iya siapkan mobil aku ingin jalan jalan keluar rumah cepat ya " jawab ku sambil berdiri
" tapi nyonya kecil, tuan besar melarang nyonya kecil keluar dari rumah ini " kata pengawal ku sambil menunduk kepalanya
__ADS_1
" gak usah menuruti kata papa, kalau gak menuruti kata kata lebih baik kamu angkat kaki dari sini saja " jawab ku dengan nada yang sudah mulai marah besar
" baiklah nyonya kecil aku akan menyiapkan mobil nya segara " kata pengawal ku
tanpa pikir aku pergi dari sana sambil memikirkan kalau sudah saat nya mengunjungi paman ku karena sudah tidak pernah kesana hampir beberapa tahun. Sontak saja aku langsung berlari ke arah pintu belakang untuk mengambil beberapa helai bunga mawar merah segar. Paman ku dulu suka sekali dengan mawar merah apa lagi yang masih segar sekali.
selesai mengambil bunga kesukaannya paman ku dimana aku meminta kepada pengawal ku untuk membawa nya sebentar dan jangan sampai satu kelopak bunga ada yang jatuh karena itu sangat berharga sekali buat aku dalam mengunjungi makam paman ku.
SKIP .........
Sesampainya di makam paman ku dimana para pengawal di kerahkan untuk menjaga aku selama berada di dalam. Sesampainya di batu nisannya paman ku, air mata tiba tiba keluar karena sangat merindukan sosok tersebut yang kini tidak ada lagi untuk menemani aku atau melihat aku mewarisi grup mafia tersebut. Sebelum itu aku meletakkan bunga mawar kesukaannya paman sembari memanjat doa kepadanya agar tenang selalu. Selesai berdoa dimana aku tetap terdiam di sana sehingga tidak menyadari kalau hujan mulai turun dan membasahi baju ku serta badan ku dengan derasnya. Pengawal ku yang menyadari tersebut langsung memayungi ku agar tidak terkena tetesan air hujan.
10 menit kemudian
Aku pergi dari makam paman ku sambil sepatah kata pun yang keluar dari mulut ku. Di sepanjang perjalanan aku melihat ada helikopter yang terus mengikuti ku dari pergi dari pemakaman hingga saat ini. Helikopter tersebut adalah suruhan papa ku untuk mengawal ku sampai di rumah dengan selamat dan tidak terjadi apapun
sekian dulu
__ADS_1