Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Berubah Sifat


__ADS_3

seminggu kemudian


akhirnya telah sampai juga di hari ke terakhir pengobatan ku akibat kaki ku bengkak gara - gara jatuh di sekolah tersebut. Di saat kaki ku sakit dimana seluruh penjaga di perketat khusus sekitar kamar ku karena takut akan terjadi sesuatu pada ku apa lagi di saat kondisi ku tidak membaik sama sekali. Setelah sembuh dari penyakit ku itu dimana aku langsung berjalan ke meja tata rias ku yang ada gunting nya disana aku akan memotong rambut ku dengan cara yang nekat sekali.


Ku potong rambut ku menjadi agak pendek serta tidak memakai kecamatan sama sekali agar mereka tau siapa aku yang sebenernya. Setelah potong rambut dimana aku langsung beranjak ke kamar mandi dan mulai membersihkan sisa - sisa potongan rambut yang masih menempel di badan ku. Air mulai membasahi rambut serta badan ku dengan sangat derasnya oleh sebab itulah aku memikirkan apa yang akan terjadi Nantinya setelah ke sekolah. Setelah mandi aku langsung mengeringkan rambutku yang masih basah tersebut. Di sana aku mengambil softlens berwarna merah agar tidak menyadari keberadaan ku selama di sekolah tersebut. Setelah memakai softlens sama mengering rambut aku langsung turun ke bawah dan cuma membawa tablet ku saja untuk ke sekolah. Di sana aku menggunakan seragam sekolah yang sudah di tentukan dengan menggunakan sepatu tinggiku. Aku tidak perduli apa yang mereka bilang karena ini adalah jalan yang kupilih sendiri.


setelah selesai dengan semuanya aku langsung turun ke bawah untuk mengambil roti yang sudah di siapkan oleh pembantu ku. Aku berjalan sambil memakan roti menuju mobil yang sudah di siapkan sebelumnya, Saat sudah di dalam aku mulai memeriksa jadwal apa yang sedang menunggu ku saat ini. Tak berselang lama dimana mobil pun berjalan untuk menuju arah sekolah, selama di perjalanan aku terus memeriksa berita yang lagi viral sekarang tiba - tiba saja aku melihat kalau mafia yang pernah mengalahkan paman ku dulu sedang berulah kembali dengan membawa anak buah yang banyak. Aku melihat berita tersebut hanya bisa tersebut dengan liciknya karena kelak aku akan membalaskan dendam paman ku dan mengambil kembali kata legend dalam mafia nya paman ku tersebut.


tidak terasa akhirnya aku sampai di sekolah dengan cepat nya dan pengawal ku membuka pintu mobil serta mempersilahkan aku turun. Saat turun aku melihat ada anak yang di bully di sudut sekolah tanpa pikir panjang aku menyerahkan tablet ku pengawal ku karena harus menghajar orang yang berani membuat kerusuhan di sekolah ini apa lagi masih pagi tersebut. Tanpa pikir panjang pukulan dari kaki ku melayang tepat mengenai wajah orang yang ngebully tersebut. Orang tersebut terlempar beberapa meter dari tempat aku berdiri tersebut dan aku melihat bahwa banyak orang yang menyaksikan kejadian tersebut serta merekamnya. Karena merasa sirih dimana aku lansung berlari ke dalam dan mencari orang yang merekam ku tadi. Setelah ketemu dimana aku langsung mengambil hp nya dan membanting nya sampai retak tak sisa apapun.


setelah itu aku langsung masuk ke kelas dan melihat bahwa pengawal ku sudah ada di sana sembari menjaga barang bawan ku selama aku pergi mengurus beberapa hal. Setelah itu bel pun berbunyi menandakan waktu pembelajaran pertama di mulai. Lalu masuklah guru bahasa Inggris pada umumnya dengan menggunakan pakaian yang sangat seksi sekali sehingga dapat memikat perhatian dari Murid laki - lakinya. Tanpa pikir panjang aku melempar kan sepatu ku ke arah guru tersebut dengan santainya. Seketika guru tersebut melihat ke arah ku dengan tatapannya yang tajam sekali oleh sebab itu lah aku berdiri dan berjalan ke arah guru tersebut. Nama guru tersebut Cyunita.


" oh kamu anak yang baru dan mentang - mentang bermarga uchiha bisa bertindak seenaknya ya " kata Bu Cyunita itu dengan nada menantang ke arah ku


" emang kenapa guru kalau aku bermarga uchiha apakah guru akan menghukum ku atau melaporkan perbuatan ku pada kepolisian Tokyo " jawab ku sambil melirik guru itu


" emang kenapa kalau ibu akan melaporkan mu kepolisian itu dan lagi pula kamu juga akan mendapatkan ganjaran nya tidak lama lagi " kata Bu Cyunita dengan nada tertawa nya


" ibu gak ada gunanya melaporkan itu kepada kepolisian karena pihaknya tunduk kepada ku apa lagi ibu yang akan tunduk kepada ku apapun yang terjadi. " jawab ku sambil menatang Bu Cyunita


" memang nya kamu siapa berani - berani nya bilang seperti itu kepada ibu itu loh " kata Bu Cyunita dengan kebingungan


" Bu Cyunita aku bilangin baik baik ya dimana aku ini aset negara yang paling penting jadi siapa saja yang berani menyenggol ku sedikit saja maka urusannya dengan hukum loh ya " jawab ku sambil mendekati bu Cyunita

__ADS_1


" a.....apa aset negara ? " kata Bu Cyunita dengan nada yang sedikit ketakutan


" iya Bu, aku ini aset negara yang sangat penting jadi jangan berani nyenggol aku ya dan iya Bu mulai besok kalau ibu masih berpakaian seperti itu jangan salahkan aku memberikan ibu pakaian berwarna Oren ya " jawab ku dengan sedikit tertawa jahat


setelah itu aku kembali ke meja ku dan mengikuti pembelajaran seperti biasanya. Jam demi jam telah berlalu dimana kini adalah jam istirahat yang selama ini aku tunggu - tunggu setelah pembelajaran berakhir. Saat istirahat aku memutuskan untuk tidur saja dari pada pergi ke kantin yang sangat membosankan tersebut. Saat enak - enak tidur tiba tiba saja ada anak yang membangunkan tidur ku itu. Saat aku lihat dia adalah anak tadi pagi yang aku tendang menggunakan kaki ku karena berani membully siswa yang lemah. Karena merasa terganggu aku langsung menendang alat kelaminnya hingga membuat nya berlutut di depan ku.


nama siswa tersebut adalah Nicko, anak kelas bawah dan juga seorang mafia di sekolah ini. Tanpa pikir panjang aku menarik rambut nya itu dan membisikkan sesuatu ke telinga.


" kamu sekali lagi berbuat seperti itu kepada siswa lain jangan salah kan aku jika kamu pulang tinggal nama saja ya " kata ku dengan nada yang mengancam


" apakah kamu tidak tau siapa aku sebenernya ? aku ini seorang mafia yang terkenal di sekolah ini kamu hanyalah anak baru yang tidak punya apa - apa " jawab nya dengan menjelaskan secara detail


" aku tidak takut kepada mu Walaupun kamu seorang mafia ataupun apa yang penting aku hanya memperingati kamu jangan sampai aku melihat kamu melakukan perbuatan seperti itu lagi ya " kata ku dengan nada menantang


karena merasa marah di mana aku langsung menendang kepala nya hingga menghantam lantai dengan sangat kerasnya sehingga menimbulkan retakan serta lubang di sana. Semua orang yang melihat nya tidak percaya kalau anak baru dapat mengalahkan bos mafia yang terkenal di sekolah tersebut. Aku pun kembali duduk setelah itu dan melanjutkan tidur ku dengan sangat nyenyak serta menganggap semua itu hanya sebuah mimpi saja. Diaron melihat tidak percaya kalau sarada memiliki kekuatan yang sangat hebat serta tersembunyi.


bel istirahat pun telah selesai dimana masuk ke pembelajaran ke dua tentang sejarah dari Jepang itu sendiri. Di sinilah pembelajaran yang sangat aku benci dan sangat tidak suka sama sekali apa lagi mengenai sejarah sebuah negara itu sendiri. Walaupun aku sudah termasuk ke dalam siswi yang pintar di Tokyo Jepang serta menjadi salah satu aset negara akan tetapi aku sangat lemah dalam soal menghafal sejarah itu sendiri. Karena merasa sangat membosankan dimana aku memutuskan untuk tidur kembali dan tidak mendengar pelajaran sejarah itu sendiri. Softlens yang aku pakai ini adalah buatan khusus dimana jika seseorang memakai nya maka softlens tersebut akan menyatu dengan mata dan seolah - olah mata kamu berubah warna.


Tiba - tiba saja ada seseorang yang melemparkan kertas ke arah aku sehingga membuat ku terbangun dan mencari siapa orang yang berani menganggu tidur nyenyak ku tersebut. Saat ketemu dimana aku langsung mengambil kursi dan meleparkan nya ke arah anak tersebut seketika semua kelas menjadi kacau karena perbuatan ku saja dan guru tersebut hanya bisa diam serta tidak berani menyenggol aset negara yang paling berharga kalau enggak akan mendapat masalah serius nantinya.


Aku menghampiri anak tersebut dan memegang baju nya serta melemparkannya ke jendela agar tau bagaimana rasanya telah menganggu seorang devil yang sedang tidur nyenyak sekali. Semua murid di sana mulai takut terhadap ku apa lagi saat ada masalah dengan nya serta banyak orang berpura - pura tidak tau akan kejadian tersebut. Di sana aku merasa jengkel sekali karena sekolah yang tidak bisa memperlakukan peraturan nya dengan sangat baik sekali.


selesai itu aku kembali duduk serta tertidur lagi karena merasa capek sekali apa lagi dalam sehari saja aku sudah membuat dua anak orang meninggal dunia akibat perbuatan ku saja. Diaron yang melihat aku sedang marah langsung memeluk ku dengan sangat erat sehingga menciptakan kehangatan di antara kedua nya. Dalam sekejap saja aku mulai mereda amarah nya dan tidur dengan lelapnya. Semua orang tidak percaya kalau pangeran sekolah telah memeluk seorang ratu devil dengan santai nya tanpa menimbulkan perdebatan apapun. Gara gara itu sekarang aku menjadi salah satu berita hangat di sekolah serta menimbulkan pro dan kontra dia antara nya.

__ADS_1


jam sudah menunjukkan pukul 12 siang yang menandakan bahwa sekolah sudah selesai dan kondisi ku pada saat itu masih tertidur serta masih belum bangun sama sekali. Sehingga diaron langsung menggotong tubuh ku untuk di bawa ke mobil yang sudah siap membawa aku pulang ke rumah. Tanpa aku sadari aku terbangun di dalam mobil yang sedang berjalan menuju arah rumah. Aku menyuruh pengawal ku untuk berhenti ke salah satu restoran untuk membeli beberapa makanan ringan serta minuman nya. Setelah membeli makanan dan minuman aku pun melanjutkan perjalanan menuju rumah karena nanti malam akan ada acara yang sangat besar - besarkan di rumah ku oleh sebab itulah aku di suruh pulang cepat tanpa harus main kemana - mana lagi


Gerbang rumah terbuka dengan sendirinya dan mobil ku masuk ke dalam serta setelah terparkir dengan pengawal ku langsung membukan pintu mobilnya agar aku bisa turun. setelah turun aku masuk ke dalam rumah dan beranjak ke atas untuk berganti baju. Sesampainya di kamar aku langsung melempar tablet ku ke kasur dengan santainya dan berganti baju. Selesai berganti baju di sana aku langsung berjalan mendekati jendela agar bisa menikmati pemandangan kota Tokyo dari atas. di sana aku mulai tertawa sendiri karena sifat ku yang sudah berubah dan siap menjadi bos mafia dia usia yang akan menginjak angka 11 tahun. Setelah puas melihat pemandangan kota Tokyo dimana aku berjalan mendekati kasur yang lembut untuk memeriksa berita apa yang lagi viral sekarang ini. Aku melihat berita yang mengatas namakan diri ku tersebar di internet bergitu saja dan menyebut aku adalah anak dari salah satu mafia yang terkenal di Tokyo pada era nya yang hilang beberapa tahun akan tetepi kini dirinya muncul lagi ke dunia ini untuk menghancurkan mafia yang terkenal di Tokyo tersebut.


Tiba - tiba saja ada telpon yang berbunyi di hp mu dengan kerasnya sehingga terpaksa aku harus mengangkat nya siapa tau ada yang penting. Saat aku lihat ternyata mama yang menelpon ku di saat aku sedang bersantai.


" halo sarada " kata mama ku


" halo ma, ada apa tumben telpon aku ? " jawab ku sambil bertanya ke mama


" sarada, apakah kamu sudah melihat berita yang atas nama kamu nak ? memang nya apa yang sudah kamu berbuat itu sampai menghebohkan Tokyo cuma gara gara ulah kamu aja " kata mama ku dengan nada yang sangat keras


" ma, sudah saat nya aku menjadi bos mafia untuk mengganti posisi papa dan membalaskan dendam paman selama ini belum terbalas kan mangkanya aku berlatih berantem di sekolah kelak akan menjadi seorang bos mafia yang paling di takuti di Tokyo " jawab ku dengan sangat senang sekali.


" kamu itu bodoh ya, sarada umur kamu yang masih 10 tahun bisa - bisa berantem di sekolah dan membuat heboh satu Tokyo tau. pokoknya mama gak setuju bila kamu harus menjadi bos mafia dan membalaskan dendam paman mu itu " kata mama ku dengan nada yang hampir marah sekali


" oh sekarang mama mulai melarang ku ya untuk menjadi penerus mafia peninggalan paman. Selama ini mama kemana aja kok baru sekarang memarahi aku dan mama tau gak kalau selama ini aku kesepian gak ada sekarang pun yang memperdulikan ku. papa dan mama selalu sibuk dengan kerjaan kalian tanpa harus memilikirkan aku " jawab ku dengan air mata yang sudah mulai menangis membanjiri pipi ku


tanpa pikir panjang aku langsung mematikan telpon dari mama tersebut dan berbaring di kasur ku dengan air mata yang terus mengalir keluar tanpa hentinya.


kini aku akan berubah penampilan menjadi sarada berambut pendek serta menjadi orang bos mafia setelah ulang tahun ku. Aku gak perduli apapun yang mereka bilang dan katakan aku akan tetap menjadi diri ku sendiri apapun yang terjadi. Tekat ku sudah bulat untuk menjadi bos mafia dan membalaskan dendam paman.


sekian dulu

__ADS_1


__ADS_2