Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Perintah bos besar mutlak


__ADS_3

Darah di dalam tubuh ku ingin melakukan ini dan itu akan tetapi bagaimana bisa karena kondisi ku saat ini sedang sakit keras jadi mau gak mau harus berbaring di tempat tidur sepanjang hari sehingga penyakit ku hilang bener. Jadi jadwal yang harus kerja kan hari ini di hentikan terlebih dahulu, aku membayangkan jika penyakit ini beneran gak bisa hilang dimana nasip mafia legenda tanpa ada nya seorang bos yang memimpin mereka semua nya.


Di markas besar dimana semuanya sedang sibuk dengan pekerjaannya masing - masing tanpa arahan dari bos besar nya, Seluruh anak buah saling mendoakan agar bos besar nya bisa cepat pulih dari sakit nya dan dapat mengarahkan kami ke jalan yang benar. Tapi ada salah satu anak buah ku yang sedang santai karena pekerjaan nya sudah selesai di kerjakan jadi dirinya bisa bersantai sejenak saja.


" Apakah kamu merasa kalau kita masuk mafia ini sangat berharga sekali bukan ? " kata salah satu anak buah ku sambil melihat ke anak buah satunya lagi


" Benar, bos besar telah mengorbankan banyak hal hanya mempertahankan mafia legenda ini dan juga kehormatan para anak buah nya " jawab anak buah ku dengan rasa bangga nya


" Tapi aku gak nyangka kalau bos besar kita masih berusia 12 tahun dan sudah memimpin mafia legenda ini seorang diri " kata salah satu anak buah ku


" Tapi aku beruntung sekali dapat masuk ke dalam mafia ini dan juga kita semua di anggap seperti keluarga serta tidak ada nya perbedaan satu dengan yang lainnya " jawab salah satu anak buah ku sambil melirik ke arah temannya


" Benar yang kamu katakan, aku telah menemukan jadi diri ku di sini dan juga keluarga yang ada di rumah mendapatkan perlindungan yang layak " kata anak buah ku yang langsung memandang langit - langit atap markas besar


" Bos besar kita telah melakukan apapun agar kita hidup dengan layak walaupun mempertaruhkan nyawa dan juga uang nya agar kita semuanya sehat gak ada yang sakit sama sekali " Jawab salah satu anak buah ku yang sambil meneteskan air mata

__ADS_1


" Iya, Bos besar hanya memikirkan kita saja sampai - sampai kesehatannya tidak di jaga dan lebih memperdulikan kita yang hanya orang asing di mata nya saja " kata salah satu anak buah dengan meneteskan air mata


" Bos besar bukan menganggap kita sebagai orang asing melainkan keluarga, jadi bos mengambil orang - orang yang susah atau putus asa dan di ajak masuk ke mafia ini serta mendapatkan pelatihan yang khusus agar bisa menjadi mafia yang hebat untuk ke depannya oleh sebab itulah bos menganggap kita bagian dari keluarga dia " jawab salah satu anak buah


Setelah mengobrol panjang lebar yang dimana dua anak buah tersebut langsung melanjutkan tugas mereka dan juga mengabdikan diri nya kepada bos besar.


Di rumah dimana aku terbaring lemas di kasur tidak berdaya sama sekali dan juga masuklah kakak sembari membawakan bubur hangat untuk aku makan. Di sana aku merasa sangat bersalah karena gak bisa membahagiakan orang - orang yang ada di sekitar ku.


" Sarada, makanlah bubur ini agar kamu cepat membaik setelah ini " kata kakak ku yang sembari berjalan mendekati kasur ku


" Adik, kakak sudah bilang kalau kamu harus tetap istirahat karena masih sakit kok " kata kakak ku yang sedikit mulai marah


" tapi kakak, aku harus ke markas besar sekarang juga " jawab ku yang berusaha memaksakan diri


" Markas besar apa yang kamu maksud itu ? " kata kakak dengan nada yang kaget bukan main

__ADS_1


" Kakak, aku ini seorang bos mafia jadi mau gak mau harus ke markas besar untuk mengecek keadaan di sana kalau enggak bakalan ada masalah " jawab ku yang mulai menjelaskan dengan detail sekali


" Adik, walaupun kamu sekarang bos mafia tapi tetap saja harus istirahat karena kamu sedang sakit dan mereka juga bakalan mengerti kok " kata kakak ku yang mulai memberikan saran


" Gak bisa kak, karena ini adalah tugas maka harus di kerjakan walaupun aku sakit atau apa itu yang penting aku harus menyelesaikan tugas ku dulu " jawab ku yang tetap bersikeras untuk pergi ke markas besar


Aku pun memaksa diri untuk tetap pergi walaupun kakak tetap melarang ku untuk pergi. Saat bangun dari tempat tidur dimana tubuh ku tumbang karena badan yang belum sembuh seutuhnya, kakak ku yang melihat tersebut kaget melihat kalau adiknya sudah berada di lantai dengan badan yang lemas sekali.


Tanpa pikir panjang dimana kakak ku langsung membawa ku ke ruang bawah tanah untuk di masukkan ke dalam tabung agar aku cepat sembuh, sesampainya di ruang bawah tanah dimana kakak langsung memasukkan aku ke dalam tabung sambil memasangkan alat oksigen ke hidung ku. Di sana aku sudah tidak sadarkan diri karena terlalu lemas dan juga tidak bertenaga sekali.


Jadi hidup ku berada di ambang kematian serta aku memohon kepada dewa agar membiarkan aku sembuh dan bisa menyelesaikan tugas ku sebagai bos mafia karena ini adalah permintaan seseorang. Tiba - tiba saja aku dapat merasakan kalau air sudah memasuki tabung tersebut dan kini aku harus berada di dalam tabung itu entah sampai kapan. Badan ku merasakan sakit yang amat menyakitkan karena telah terpasang beberapa alat di tubuh ku dan juga air yang hampir memenuhi tabung tersebut.


Kakak ku sedang berusaha untuk menyelamatkan nyawaku dengan cara apapun dan di sana aku dapat merasakan kekhawatiran kakak akan kehilangan diri ku jika itu sampai terjadi, Aku bukan hanya anak biasa tapi seorang bos besar dari mafia legenda. Apapun yang aku perintahkan ke anak buah ku adalah hal yang mutlak dan tidak bisa di ganggu gugat oleh siapapun itu. Kini mafia legenda telah melebarkan sayap nya dengan kerja kerasa yang aku lakukan selama ini dan juga keringat hasil bersama.


Aku sayang dengan kakak, orang tua dan juga anak buah ku karena mereka adalah bagian terpenting di dalam hidup ku. Karena mereka bertiga hingga saat ini aku bisa tumbuh serta membuktikan bahwa diri ku layak menjadi seorang bos mafia yang bisa menguasai seluruh Jepang di usia muda ku nanti. Dewa - Dewi merestui apa yang aku perbuat dan juga alam akan menjadi saksi kehidupan ku di masa depan serta darah ini gak akan pernah tumpah selamanya.

__ADS_1


sekian dulu


__ADS_2