Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Penghianat


__ADS_3

Pagi hari dimana aku terbangun dengan suara ketukan pintu kamar ku serta memanggil nama ku dan sontak saja aku langsung bangun dari tempat tidur lalu melihat cctv eh ternyata pelayan ku yang mengantarkan sarapan buat aku. Dengan segera aku membukakan pintu kamar ku untuk membiarkan pelayan ku masuk mengantar sarapannya, setelah itu pelayan itu langsung pergi dari kamar dan aku kembali ke kasur nyaman ku karena sangat ngantuk sekali. Aku pun mulai menutup mata serta melanjutkan mimpi ku yang indah itu akan tetapi tiba - tiba saja dimana telpon ku berbunyi sehingga membuat ku terbangun untuk kedua kalinya. Dengan segera aku langsung menyalakan hologram tersebut dan menyambungkannya ke hp agar bisa mengangkat nya.


Ternyata telpon itu dari markas besar sontak saja aku langsung membuka mata dan siapa tau ada yang penting sekali.


" Anak buah, ada telpon aku ? apakah ada yang penting sekali kah " kata ku yang masih berbaring di tempat tidur


" bos, maaf menganggu karena ada masalah di markas pusat sekarang dan aku berharap menunggu kedatangan nya bos di sini " jawab anak buah ku yang sedikit ketakutan


" Emang ada apa di markas besar dan masalah apa lagi seh ? " Kata ku sambil memeluk guling


" Data yang ada di markas besar telah di bocorkan oleh seseorang dan kami sedang berusaha mencari keberadaan orang tersebut oleh karena itu aku berharap bos bisa kemari secepat mungkin " jawab anak buah ku yang menceritakan sesungguhnya


" Apa data yang di markas besar ada yang membocorkan kenapa bisa seh ? padahal sistem di sana sangat canggih mana mungkin bisa ada yang masuk tanpa ada tanda pengenal itu " Kata ku dengan terkejut sehingga lompat dari tempat tidur


" Maaf bos kami gak tau soalnya beberapa hari ini keamanan di markas besar sedikit melemah oleh sebab itulah ada orang lain yang bisa masuk ke markas ini " jawab anak buah ku dengan nada yang ketakutan sekali


" Sekarang suruh semua orang pindah ke markas utama dan hancurkan saja markas besar dan sesampainya aku di sana semua orang sudah ada di markas utama serta hancurkan saja data yang ada di markas besar sekarang juga " kata ku dengan nada sedikit marah

__ADS_1


Setelah itu aku langsung mematikan telpon dan beranjak ke kamar mandi untuk pergi ke markas mafia legenda. Beberapa menit kemudian aku selesai mandi langsung memakai pakaian yang serba hitam semua nya dan tidak lupa juga dengan jubah yang ada logo mafia legenda tersebut. Aku langsung keluar dari kamar dengan membanting pintu karena perasaan marah sekali dan juga turun dari tangga dengan cepat² sekali. Tiba - tiba pelayang yang ada di bawah menundukkan kepala sambil berbaris tidak ada yang berani menatap ke arah ku dengan aura yang marah sekali sehingga membuat mata merah ku terus saja menyala akan tetapi aku tahan dan dapat ku kontrol jangan sampai berubah menjadi sesosok iblis yang menyeramkan sekali. Di sepanjang perjalanan dimana aura kemarahan ku mulai meningkat sehingga membuat pengawal ku yang menyetir tidak berani menoleh kebelakang karena sangking marah nya aku oleh sebab itu aku ingin sekali membunuh orang yang sudah membocorkan data dari markas pusat.


Tanpa pikir panjang aku mengambil tablet ku yang berada di belakang kursi untuk mengecek cctv markas besar beberapa hari lalu sebelum insiden ini terjadi. Bener dugaan ku yang dimana ada orang yang sudah masuk ke markas besar dan mengambil data² yang ada di sana dan ternyata dia adalah salah satu anak buah yang ada di mafia legenda ku. Tanpa pikir panjang dimana aku meminta kepada pengawal ku untuk membawa mobil lebih cepat lagi karena aku sangat marah sekali dan juga aku sudah tau siapa pelaku dari balik dalang ini. Sesampainya di markas besar dimana aku langsung turun dari mobil dan aku melihat semua anak buah ku menundukkan kepala serta berlutut karena tidak ada yang berani mengangkat kan kepala nya sambil menatap ke arah ku oleh sebab itulah aku meminta kepada pengawal ku untuk membawakan kursi yang ada di bagasi mobil. Saat sudah di ambilkan kursi dimana aku pun duduk di sana sambil di payungin sama pengawal ku karena cuaca yang sangat panas sekali.


" baiklah ini ada yang bisa menjelaskan kenapa kejadian ini bisa sampai terjadi padahal sistem yang ada di markas besar itu lumayan canggih kok dan setiap tahun nya ada pemberitahuan keamanan. Apakah kalian gak bisa menjaga apa yang aku kasih itu dan kenapa ini bisa terjadi sampai hari ini serta kalian harus ingat kalau aku sudah menemukan pelaku nya jadi mohon untuk maju " kata ku sambil memegang pedang di kedua tangan


karena gak ada yang menjawab dimana aku memutuskan untuk mencaritau sendiri orang nya dan langsung saja aku beranjak dari tempat duduk ku untuk melihat orang nya apakah ada di sini. Tak berselang lama dimana aku menemukan orangnya dan semua yang di dekat orang tersebut pun menyingkir karena gak mau berhadapan dengan dari ku. Oleh sebab itulah aku langsung mengeluarkan pedang dan mulai menancap nya ke tanah lalu berlutut di depan orang tersebut sambil menunjuk mata merah ku kepada nya.


" Aku tanya baik - baik ya, apakah kamu yang sudah membocorkan data rahasia yang ada di markas besar kah ? " kata ku dengan menatap orang itu dengan dalam - dalam


" Bukan - bukan aku tidak membocorkan data rahasia markas besar ke siapa pun " jawab orang itu yang sambil berbohong


" baiklah nona muda " jawab pelayan ku yang berlari ke arah mobil dengan cepat


" Aku ada barang bukti nya loh kalau itu beneran kamu maka jangan salahkan aku untuk membunuh mu karena sudah berani berhianat kepada ku " kata ku yang sambil membuat nya semakin takut saja


" ini dia nona muda tablet yang anda minta tadi " jawab pengawal ku yang datang sambil membawa tablet

__ADS_1


tanpa pikir panjang dimana aku langsung mengambil nya dan menunjukkan rekaman cctv beberapa hari lalu sebelum kejadian ini terjadi. Aku melihat kalau dia berkeringat dan bener saja kalau dia adalah orang yang sudah membocorkan data rahasia di markas besar bari ini. Aku pun memberikan tablet ku ke pengawal serta meminta nya untuk menaruhnya Kembali dan aku mulai berdiri serta mengambil pedang ku sambil mengarahkan ke wajah nya.


" ah, akan tetapi aku gak punya hak untuk membunuh kamu lagi pula aku juga bukan malaikat mau jadi yang akan memberi pelajaran adalah anak buah ku yang lainnya " kata ku sambil memasukkan kembali pedang ke dalam sarung nya


" maafkan aku bos yang sudah menghianati mu dan juga aku yang sudah membocorkan data rahasia di markas besar hari ini " jawab orang tersebut sambil membungkukkan badan di depan kaki ku


" Baiklah aku gak akan membunuh mu akan tetapi kamu akan di asingkan ke rumah yang ada di ujung Jepang ini selama setahun dengan pengawasan kepolisian Jepang dengan ketat nya " kata ku sambil berjalan menghadap belakang


" apa ? kenapa saya di asingkan ke ujung pulang Jepang bos padahal saya sudah mengakui kejahatan ku dan mohon maafkan perbuatan ku ini " jawab orang tersebut yang mulai nangis


" Baiklah kamu akan di asingkan di dalam Tokyo akan tetapi dengan pengawasan yang sangat ketat sekali selama setahun dan juga kamu masih bisa mengunjungi keluarga mu selama sebulan sekali. Anak buah ku bawa orang ini pergi dari sini sekarang juga " kata ku yang mulai berjalan menjauh dari mereka semua


" terimakasih bos besar " jawab orang itu


" baiklah bos kami akan membawa nya " jawab salah satu anak buah ku


Aku pun langsung masuk kedalam mobil dengan perasaan yang sudah mulai tenang serta penghianat yang harus di bunuh malah aku maafkan begitu saja.

__ADS_1


sekian dulu


__ADS_2