
Seminggu kemudian...........
Aku sudah mengembangkan beberapa manusia buatan dengan DNA yang sana akan tetapi dengan jenis kelamin yang berbeda dari yang lainnya. Kakak ku yang pertama sudah paham tentang semua nya oleh sebab itulah bisa membantu ku dalam percobaan eksperimen ini. Tiba - tiba saja dimana jantung ku terasa sakit sekali serta membuat ku menjatuhkan sel darah yang akan di masukkan kedalam tabung khusus tersebut dan kakak ku langsung menghampiri ku setelah mendengar suara barang jatuh tersebut.
Sontak saja dimana kesadaran ku mulai menurun karena jantung ku yang tiba - tiba sakit sekali. Kakak ku merasa khawatir sekali karena melihat adiknya itu tidak sadarkan diri sama sekali serta tubuh nya yang perlahan menjadi sangat lemas tanpa pikir panjang dimana kakak ku langsung memasukkan aku ke dalam tabung tersebut agar bisa di selamat kan. Walaupun aku tidak sadarkan diri tapi aku masih bisa merasakan rasa takut yang ada di dalam diri kakak ku itu karena DNA kita sama serta dapat terhubung satu dengan yang lainnya. Setelah aku di masukkan kedalam tabung tersebut di mana aku dapat merasakan kalau alat oksigen sudah terpasang di tangan ku di ikuti oleh selang infus yang menancap di tangan dan juga pintu tabung mulai tertutup dengan sendiri nya yang menandakan kalau akan ada air yang membasahi tubuh ku tersebut.
Baru kali ini aku merasakan sakit yang amat luar biasa hebat nya dan tidak menyangka kalau tubuh ku bener - bener rapuh sekali serta tidak dapat menahan apa yang sebenarnya yang aku lakukan. Kedua orang tua ku tidak tau kalau aku jatuh sakit serta hidup ku berada di ambang kematian karena jantung ku yang tiba - tiba sakit yang seakan - akan nyawa ku sudah berada di ujung alam baka saja. Di alam sadarku di mana aku melihat paman ku yang mengulurkan tangan ke arah ku dan mengajak aku ke suatu tempat untuk membicarakan hal yang serius sekali oleh sebab itulah tubuh ku yang berada di dunia nyata sangat lah pucat serta semakin lama keadaan ku juga semakin memburuk. Paman membawa ku ke sebuah tempat yang sangat indah sekali dan di sana aku mulai memetik beberapa bunga untuk di rangkai menjadi sebuah mahkota buat paman ku serta diri ku sendiri.
" paman, mengapa engkau membawa aku ke sini padahalan tugas ku di bumi belum kelar " kata ku sambil melihat kearah paman
" sarada, walaupun waktu kamu masih panjang akan tetapi istirahat lah sejenak dan tinggal bersama paman dalam beberapa waktu saja karena paman sangat rindu sekali dengan kamu sarada " jawab paman ku dengan wajah tersenyum nya itu
" tapi paman pasti papa dan mama akan sangat khawatir kalau aku tidak sadarkan diri selama beberapa hari dan menganggap aku sudah mati paman kalau itu sampai terjadi " kata ku dengan sangat cemas nya
" sarada, kamu gak usah khawatir nanti paman akan memberikan sesuatu kepada kamu saat tiba waktunya kembali nanti ya yang penting sekarang kamu bersenang senang dulu saja dan nikmati yang ada di sini " jawab paman ku yang mulai memberikan setangkai bunga kepada ku
__ADS_1
" baiklah paman aku akan di sini sampai beberapa waktu saja lagi pula aku ingin beristirahat sejenak karena terlalu sibuk di dunia nyata " jawab ku yang mulai memeluk paman dengan sangat senang sekali
Di dunia nyata dimana kakak ku sangat khawatir sekali karena aku belum juga sadarkan diri serta detak jantung yang mulai melemah sehingga membuat kepanikan di sana.
Beberapa hari kemudian.........
Di dunia nyata aku masih belum sadarkan diri padahal sudah beberapa hari berlalu dan juga aku masih sangat bahagia karena masih ingin menghabiskan waktu ku bersama paman. Dari dulu yang ingin aku lakukan adalah menghabisi waktu ku bersama paman saja dan sekarang impian ku bener - bener ke nyata walaupun cuma beda alam saja. Kakak ku pun pasrah dan melepaskan alat - alat yang berada di tubuh ku serta mengeluarkan aku dari tabung tersebut. Kakak ku mulai menggendong tubuh ku yang sangat lemas sekali serta tidak berdaya menuju kamar ku dan siap membaringkan aku ke kasur berharap bisa kembali sadar.
Di alam yang berbeda...............
" Paman ini sudah hampir mau seminggu dan sudah saat nya aku kembali ke dunia yang asli karena banyak yang sudah menunggu ku juga " kata ku yang sambil memberikan bunga kepada paman ku
" Sarada, paman tau kalau ini sudah saat nya kamu kembali di kehidupan nyata kamu serta bila kangen sama paman datang aja ke sini pasti paman akan menunggu mu " jawab paman ku yang sembari mengeluarkan sesuatu
" Itu pasti paman, karena sarada akan selalu curhat sama paman mengenai masalah yang sarada hadapi " kata ku yang memulai memakan apa yang di berikan paman
__ADS_1
Seketika tubuh ku bercahaya dan mulai menghilang sedikit demi sedikit serta paman ku yang hanya tersenyum sambil melambaikan tangan nya kepada ku. Akhirnya aku sadarkan diri lagi dan melihat kalau aku berada di kamar serta kakak yang tertidur di sebelah ku mungkin berharap kalau aku akan cepat sadarkan diri. Sontak saja aku langsung mengelus tangan kakak ku dan membuat nya bangun, di sana aku melihat kalau kakak ku sangat mencemaskan aku.
" Adik akhirnya kamu bangun juga karena kakak sangat khawatir sekali karena beberapa hari ini kamu tidak sadarkan diri " kata kakak ku yang langsung memeluk ku dengan erat nya
" maafkan aku kakak, aku hanya pergi sebentar kok lagi pula ingin bertemu dengan paman saja " jawab ku yang juga memeluk kakak
" Kmu ini ya membuat kakak khawatir saja tau dan selama beberapa hari ini kakak terus mencoba membuat obat yang bisa menyembuhkan mu. akan tetapi selalu saja gagal serta tidak berhasil sama sekali di sana kakak hampir saja putus asa " kata Kakak ku yang mulai mengeluarkan air mata nya
" kakak gak usah nangis lagi karena aku sudah kembali kok dan iya apakah papa serta mama mengetahui hal ini " jawab ku yang sambil mengusap air mata kakak ku
" papa dan mama tidak pulang sama sekali serta tidak peduli tentang keadaan dan hanya kakak yang perduli kamu saja adik " kata kakak ku yang sambil tersenyum kembali
awalnya aku mendengar sangat kecewa sekali akan tetapi bagaimana lagi karena aku sudah punya kakak
sekian dulu
__ADS_1