Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Penerus mafia


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang bahagia dalam hidup ku dimana umur ku akan beranjak 1 tahun dan sudah saat menaklukkan musuh paman ku di bawah ku. Setelah menunggu hampir 11 tahun lama nya kini impian paman akan terwujud segera karena aku akan membalaskan dendam yang belum terbalaskan.


aku terbangun di pagi hari dengan biasanya tidak ada hari yang spesial dalam hidup ini apa lagi papa dan mama ku gak pernah pulang karena asik dengan pekerjaannya. Aku langsung beranjak turun dari kamar tidur ku untuk pergi ke kamar mandi, di dalam aku memikirkan apa yang akan terjadi bila aku menjadi bos mafia. Aku menyalakan air untuk membasuh badan ku dan menghilangkan debu yang menempel karena pulang sekolah kemarin aku tidak mandi sama sekali oleh sebab itulah banyak debu yang menempel di badan ku. Setelah mandi dimana aku langsung bersiap - siap untuk mengeringkan rambut dan menyiapkan semuanya dengan seksama sekali. Kini aku menjadi bos mafia di sekolah karena bos yang kemarin aku kalahkan dengan mudah nya dan semua orang tunduk ke kepada ku karena keberanian ku tersebut. Setelah selesai mengeringkan rambut aku melihat bola mata ku yang berwarna merah sekali sehingga membuat ku terheran - heran karena ini belum terjadi sama sekali. Tanpa pikir panjang aku memakai baju bebas dan mengambil tablet ku seperti biasanya karena semua baju sekolah ku belum di cuci oleh sebab itulah aku memakai baju bebas saja.


aku menggunakan baju hitam serta celana hitam yang terbuat dari kulit khusus dan sepatu hitam. Aku berjalan menuju bawah sambil merapikan pakaian ku dan sepatu yang talinya belum terikat sama sekali. Sesampainya di bawah aku gak sarapan seperti biasanya karena harus cepat - cepat ke sekolah. Saat aku di dalam mobil yang dimana seperti biasanya aku selalu pantau perkembangan berita apa yang sedang viral saat ini. Betapa terkejutnya aku melihat kalau mafia yang mengalahkan papa ku dan paman ku sedang bergerak untuk membunuhku. Tapi aku gak takut sekali karena darah marga uchiha mengalir di dalam tubuhku serta rasa takut yang gak pernah hilang sejak aku masih kecil oleh sebab itulah aku gak pernah takut akan apapun. Sesampainya di sekolah dimana murid - murid menyambut kedatangan ku layak nya seorang putri saja tapi sayang nya aku tidak melihat diaron sama sekali di sekolah itu.


Tiba - tiba saja saat hendak berjalan masuk ke dalam sekolah ada yang memegang pundak ku dengan cepat aku memegang tangan tersebut dan membanting nya ke tanah. Setelah membantingnya ketanah tanpa pikir panjang tangan ku lambung meninjunya dengan keras sehingga membuat tanah di sekitar retak sekita akibat ulah ku. Ternyata bener dia adalah anak buah dari mafia yang terkenal itu untuk memburu ku. Karena merasa kesal dimana aku membunuhnya di tempat agar tidak ada yang tau keberadaan ku sekarang. Perkiraan ku salah ternyata muncullah beberapa orang dewasa yang ingin menangkap ku. seketika itu aku mengeluarkan pedang samurai yang bisa di lipat sehingga saat di keluarkan akan membentuk sebuah pedang samurai yang utuh. Aku menghabisi orang tersebut dengan membabi buta karena dendam paman yang harus di bayar secepatnya.


10 menit kemudian......


semua orang itu tumbang dan tidak ada satu pun orang yang masih hidup, setelah membunuh semua orang itu dimana aku berjalan masuk dan menghilangkan noda darah yang melekat di tangan serta baju ku tersebut. Perasaan yang sangat membara sekali sehingga hampir menyerang orang yang tidak bersalah di belakang ku tapi untung saja masih sempat aku kontrol bila tidak akan menimbulkan korban jiwa lainnya. Sesampainya di kelas dimana aku langsung berjalan ke meja ku dan kembali tidur akan tetapi saat hendak sampai di meja ku tiba - tiba saja ada yang melempar kayu hendak ke arah ku akan tetapi sebelum mengenai diri ku dimana aku langsung berbalik dan menendang nya dengan begitu keras sehingga membuat kayu tersebut kembali ke orang nya lagi.


kini aku juga mendapatkan julukan khusus kalau di sekolah oleh sebab itulah setiap kali ada anak yang di tindas ataupun di bully aku langsung menghajar nya sampai tak bernyawa sekali pun. Kini aku menjadi maskot sekolah karena keberanian ku dalam memberantasi pembullyan yang terjadi sekolah itu selama ini. Tiba - tiba saja ada anak perempuan yang menangis datang ke padaku untuk meminta bantuan karena adik nya sedang di bully oleh kakak kelas yang paling atas. Tanpa pikir panjang aku langsung berlari dimana anak perempuan itu bilang kepada ku, sesampainya di sana bertapa terkejutnya aku melihat adik nya sudah terkapar di lantai dan tidak bergerak. Karena perasaan yang sangat marah sekali sehingga mengeluarkan samurai ku menyerang kakak kelas itu. Di situ perkelahian tidak dapat di hindarkan karena kakak kelas tersebut juga membawa senjata sehingga mengakibatkan imbang sekali.


Nama kakak kelas tersebut adalah atoni, anak dari kelas 11 AC yang kelasnya berada di bawah di lantai 1. Saat atoni sudah berlutut di depan ku dan aku langsung memasukkan samurai ku lagi ke dalam tempat nya di sana aku menampar kak atoni dengan keras sehingga membekas telapak tangan ku di pipinya.


" apakah kamu belum cukup puas mencari masalah dengan ku kah kakak ? " kata ku dengan kepala yang tertunduk


" iya aku belum puas sebelum kamu membalaskan dendam ku atas kematian adik ku tersayang " jawab kak atoni dengan marah


" sebenernya aku capek selalu menyerang dan mukul kayak gini karena itu bukan hal ku tapi kamu sudah berbuat kesalahan oleh sebab itulah aku gak akan memaafkan kesalahan mu itu " kata ku dengan nada yang sedikit marah sekali


" kenapa ? apakah kamu akan membawa ku ke pihak berwajib karena sudah berani menyenggol aset negara gitu " jawab kak atoni tersebut


" Berani bilang kayak gitu lagi maka aku akan mengirimkan kamu ke neraka secepat mungkin akan menyusul adik tersayang mu itu " kata ku sambil menarik baju kak atoni itu


" hahahaha, aku tidak takut sama sekali kalau kamu ingin membunuh ku di sini lagi pula kelak kamu akan menanggung semuanya " jawab kak atoni sambil tertawa


" kakak belum pernah merasakan namanya kematian ya apa lagi sudah mengusik ketenangan ratu devil dan membuat nya marah " kata ku sambil menendang kepala kak atoni ke lantai


setelah itu aku langsung menggotong tubuh adik kecil dari perempuan tersebut dan memberikannya.Setelah itu aku langsung memberikan uang yang ada untuk pergi berobat anak tersebut. Sang anak perempuan tersebut sangat berterimakasih karena telah menyelamatkan adik tercintanya. Semua orang yang bergerombol pun memberi jalan kepada ku dan tidak menyangka kalau sarada memiliki sisi baik juga.


setelah itu aku kembali naik ke atas sambil membersihkan moda darah yang menempel di pipi ku itu. Tak sampai hitungan detik ada yang menarik baju ku dan aku menoleh ku kebelakang ternyata ada anak laki - laki yang ingin memukul ku karena tidak terima kalau sahabat nya harus masuk rumah sakit akibat ulah ku saja. tanpa pikiran panjang aku mengajak anak tersebut untuk bertarung di lapangan dan di saksikan orang banyak sekali.


sesampainya di lapangan anak tersebut hanya bisa terdiam dan tidak berani menyerang ku dari depan. Aku pun berjalan mendekati dia dan menanyakan apa yang sebenarnya ingin dia dari ku.


" kenapa kamu menyerang ku secara tiba - tiba apakah ingin aku masukkan rumah sakit sama hal nya dengan teman mu itu ? " kata ku dengan senyuman licik


" bukan begitu " jawab anak itu dengan sedikit ketakutan

__ADS_1


" lalu apa ? " kata ku ku sambil menahan emosi


" aku hanya tidak ingin kamu terus berbuat seperti ini dan memakan korban jiwa lagi " jawab anak tersebut sambil melihat ku


" memang nya kamu siapa ? berani - berani melarang ku seperti ini " kata ku sambil menatap tajam ke dia


" aku adalah sahabat kamu sarada, sahabat masa kecil mu. apakah kamu sudah lupa dengan ku ? " jawab dia


" sahabat aku ?. Aku hanya memiliki sahabat yang bernama Wari dari Belanda dan seingat ku aku tidak pernah mempunyai sahabat kayak kamu itu " kata ku dengan jujur nya


" jadi beneran kamu sudah lupa sama aku sarada " jawab nya sambil menundukkan kepalanya


karena membuang - buang waktu saja dimana aku pun langsung pergi dari sana dan meninggalkan di tengah lapangan. Saat ingin naik tangga tiba - tiba saja datang ketua OSIS yang ingin membicarakan hal yang serius sekali katanya. Akhirnya aku ikut ketos itu keruangan nya. Sesampainya di ruangan dimana ketos memberikan aku seragam dan sebuah bet khusus.


" ada apa ini ? kok kalian memberikan pakaian ini " kata ku dengan kebingungan


" kami akan mengangkat kamu sebagai ketua OSIS yang baru dan sudah berani memberantasi bully yang ada di sekolah itu " jawab ketos itu sambil tersenyum


" apa kalian gak salah ucapkan " kata ku dengan kaget


" enggak kok " jawab ketos itu


" tapi semua murid di sekolah ini sangat ingin kamu menjadi ketua OSIS " jawab ketos tersebut dengan maksa


" baiklah aku akan menerima pangkat ketua OSIS ini karena kalian yang memaksa nya " kata ku sambil menghela nafas


setelah itu dimana aku pun mengambil seragam tersebut dan bet khusus itu. Aku pun di persilahkan keluar dari ruangan tersebut dan akan segera di mulai pembelajaran jam pertama.


~SKIP~


jam pulang sekolah pun tiba dimana aku keluar dari kelas sambil membawa seragam ketua OSIS yang baru di tangan ku bersama dengan tablet nya. Ternyata seperti biasanya mobil sudah datang untuk menjemput ku pulang. Saat di mobil dimana aku minta kepada pengawal ku untuk jangan pulang kerumah dulu karena aku ingin membeli beberapa barang terlebih dahulu. Sang pengawal pun menuruti apa yang aku ucapkan. Akupun sampai di sebuah toko yang menjual peralatan yang berbahaya sekali akan tetapi dengan sertifikat yang sah sekali. Di sana aku membeli sebuah topeng kucing, tipas pedang dan sebuah bom racun.


30 menit kemudian


aku keluar dari toko tersebut dengan membawa kantong plastik yang banyak sekali kira - kira aku belanja saja sudah menghabiskan 1M lebih karena senjata tersebut begitu mahal sekali. Pokoknya malam ini aku segera beraksi untuk membalaskan dendam pamanku itu. Aku juga mendapatkan info dari dalam satu hacker terkenal di Tokyo bahwa mafia yang sudah membunuh paman ku berada di sebuah restoran yang tidak jauh dari rumah ku.


Malam hari pun tiba dimana aku menggunakan topeng, membawa kipas yang ternyata sebuah pedang dan bom beracun yang aku sudah siapkan. Aku melakukan penyamaran sebagai pengunjung yang ingin membeli minuman di tempat tersebut. Sesampainya di restoran yang sudah di beritaukan lokasinya sama hacker khusus tersebut aku pun masuk ke dalam seorang diri karena takut akan membongkar penyamaran ku tersebut.


1 jam telah berlalu dimana aku sudah membantai seluruh anak buah mafia tersebut dan menyisakan bos nya saja. Aku membawa nya ke tempat mafia papa ku berkumpul dan mengikat nya dengan tali khusus yang tidak ada seorang pun dapat membukanya.

__ADS_1


Semua anak buah mafia papa ku kaget karena penerusnya telah membawa bos yang telah membunuh paman ku 11 tahun yang lalu. Di sana aku menyuruh anak buah nya papa ku untuk menghajar dengan brutal sekali. Sekira selesai aku pun berjalan mendekati bos tersebut yang sudah setengah terkapar.


" oh ini ya mafia yang sudah membunuh paman ku 11 tahun yang lalu tanpa ampun sama sekali " kata ku dengan nada sedikit tertawa


" ka....kamu siapa sebenarnya ? " jawab bos itu


" aku hanyalah seseorang yang ingin membalas dendam paman mu saja " kata ku sambil duduk di kursi


" apakah kamu pewaris tunggal dari marga uchiha itu dan keturunan mafia legenda itu " jawab bos itu


" iya bener aku lah Malaikamaut yang ingin mengambil nyawa kamu sebagai ganjarannya karena telah berani membunuh paman ku dan menghancurkan mafia milik paman ku ini " kata ku dengan sombong


karena sudah selesai dengan balas dendam nya dimana aku meminta kepada anak buah nya papa ku untuk membunuh nya saja karena telah berakhir sudah amanah yang di tinggalkan oleh paman ku kepada diri ku. Setelah membunuhnya dimana aku berjalan keluar sambil membuka topeng kucing ku dan melemparkannya ke tanah. Akan tetapi anak buah nya papa ku menghampiri ku dan berlutut meminta aku sebagai bos nya yang baru. Aku pun berhenti sebentar dan memikirkan apa yang harus aku lakukan setelah ini. Tanpa pikir panjang aku menghadap belakang dan menganggukkan kepala sebagai tanda bahwa aku setuju menjadi bos mafia yang baru.


11 tahun sudah menunggu dimana balas dendam paman ku sudah terbayarkan dan juga mafia legenda telah berdiri lagi dengan bos yang baru kini aku siap menaklukkan kota Tokyo serta menaruh semua mafia di bawah kaki ku. Papaku sangat bangga karena anak satu - satu nya melanjutkan mafia legenda yang selama ini tertinggal begitu saja. Impian ku dulu yang ingin menjadi seorang penyanyi kini harus aku kubur dalam - dalam karena harus menjadi mafia yang ingin melindungi Tokyo.


Setelah itu akupun pulang ke rumah dengan keadaan yang kelelahan sekali karena habis mengurus beberapa hal terlebih dahulu. Saat aku sudah diatas dimana aku mendapatkan telpon dari sahabat ku yang ada di Belanda tanpa pikir panjang aku mengangkat nya karena merasa kangen sekali sudah lama tidak berkomunikasi.


" halo wari, tumben kamu menelpon aku apakah ada yang penting ? " kata ku


" enggak kok sarada, dimana aku akan mengunjungi tokyo dalam beberapa hari lagi oleh sebab itulah aku kasih kabar kepada mu " jawab wari


" wah beneran kamu akan ke Tokyo nih ? " kata ku


" iya sarada, aku akan ke Tokyo bulan depan " jawab wari


" yah masih lama dong wari " kata ku dengan nada kecewa


" oh iya gimana sekolah kamu sekarang ? " jawab wari


" ya seperti biasalah " kata ku


" apakah kamu sudah liburan untuk musim dingin nih ? " jawab wari


" kelihatannya sekolah ku gak ada liburan musim dingin nih " kata ku


setelah mengobrol panjang akhirnya aku pun beranjak pergi ke kamar mandi agar membersihkan kotoran yang menempel di tubuhku ini karena seharian tubuh ku ketempelan darah akibat pertengkaran yang tidak dapat terhindarkan. Seluruh air mengalir turun ke bawah Melalui tubuh ku. 10 menit kemudian dimana aku selesai mandi dan berjalan menuju kamar tidur ku, tapi sebelum mengambil baju dimana aku memandang langit serta pemandangan kota Tokyo di malam harinya. Tiba - tiba saja muncullah bintang yang membentuk wajah paman ku dan si sana aku melihat kalau paman ku tersenyum ke arah ku karena telah berhasil membalaskan dendam nya selama ini. Akupun tersenyum juga dan segera mencari baju agar cepat dipakai kalau tidak nanti jatuh sakit.


selesai berganti aku pun berlari dan membiarkan tubuh ku berbaring di kasur yang lembut sekali karena hari yang panjang telah terselesaikan dengan sempurna. Akan tetapi di sisi lain aku sangat merindukan keberadaan diaron karena hari ini dia tidak sekolah sama sekali. apakah dia sakit oleh sebab itulah tidak datang ke sekolah.

__ADS_1


sekian dulu


__ADS_2