Sarada Sang Mafia Tokyo

Sarada Sang Mafia Tokyo
Mafia vs Gangster


__ADS_3

Pagi hari aku terbangun dengan badan yang sakit sekali dan juga tangan ku yang di pasang infus serta aku merasa tidak asing dengan tempat tersebut. Saat sudah duduk dimana aku baru ingat kalau setelah peristiwa tersebut aku pingsan tidak sadarkan diri karena


terlalu banyak menggunakan tenaga saat bertarung dan juga aku baru ingat keadaannya boruto gimana setelah peristiwa itu terjadi. Saat hendak bangun dimana masuklah salah satu anak buah ku sambil membawa obat di tangan nya dan aku hanya bisa diam karena gak mengingat apapun setelah pingsan tersebut.


Dia taruh obat tersebut di meja dan langsung berlutut di hadapan ku muka yang tertunduk ke bawah serta aku yang melihat nya hanya dia saja karena gak atau apa yang harus aku lakukan.


" Bicaralah, memang ada apa ? sehingga kamu harus menunduk kepala seperti ini " Kata ku dengan nada kebingungan sekali


" Bos besar, mohon maaf sebelumnya dimana sahabat anda boruto Uzumaki belum sadarkan diri setelah peristiwa tersebut dan kami telah berusaha keras tapi belum dapat membuat nya sadar " jawab salah satu anak buah ku yang masih berlutut


" Apa, kenapa boruto belum sadarkan diri seh ? apakah fasilitas di markas pusat ini belum memadai juga ya " kata ku dengan nada yang amat kesal sekali


" fasilitas di markas pusat sudah memadai bos besar tapi yang kami kehabisan stok darah " jawab salah satu anak buah ku yang masih berlutut di hadapan ku


" memang kenapa harus pakai stok darah ? boruto hanya pingsan saja kan " kata ku dengan nada yang sedikit binggung


" Boruto bukan pingsan bos besar tapi sedang kritis setelah peristiwa tersebut dan kami masih mencari stok darah golongan darah A " jawab salah satu anak buah ku yang menjelaskan kondisi boruto sekarang

__ADS_1


" kenapa gak bilang dari tadi seh kalau boruto sedang kritis itu ? Aku yang memiliki golongan darah O dan bisa di transfer ke semua golongan darah " kata ku yang sedikit emosi mendengar nya


" Tapi bos besar, dimana kondisi anda sedang tidak stabil sekali mana mungkin melakukan transfusi darah itu " Jawab salah satu anak buah ku dengan wajah yang sedikit khawatir sekali


" Aku rela kehilangan banyak darah dari pada kehilangan sahabat yang aku miliki karena dia lah harta yang paling berharga sepanjang ini " kata ku yang mulai menundukkan kepala


" Bos besar " Jawab salah satu anak buah ku yang sangat terharu mendengarkan hal tersebut


Aku pun keluar bersama dengan anak buah ku karena nyawanya boruto berada di tangan ku secara otomatis dimana aku harus memberikan darah ku untuk sahabat baik ku tersebut kalau enggak semuanya bakalan terlambat sekali. Saat hendak transfusi darah dimana salah satu anak buah ku masuk ke dalam ruangan tersebut sambil terburu-buru karena ada kabar buruk yang hendak di sampai kan kepada ku. Ternyata dia memberikan rekaman satelit yang memperlihatkan kalau para gangster sudah mulai bergerak untuk membunuh bos mafia dan juga di sana aku sangat gemetar karena semua yang dilewati nya bakalan di rusak ataupun di hancurkan tanpa ampun sama sekali.


" Kumpulkan seluruh pasukan yang ada karena ini adalah misi yang sangat darurat sekali " kata ku sambil menggretakkan gigi


Di sini aku harus siap sedia karena sebentar lagi perang besar akan segera di mulai jadi mau gak mau harus cepat - cepat di lakukan. Transfusi darah di tunda dulu sampai semua keadaan membaik seperti dulu lagi dan aku keluar dari ruangan tersebut dengan nada yang amat marah sekali serta seluruh anak buah ku sedang sibuk mempersiapkan perang yang akan datang. Aku pun masuk ke kamar ku untuk mengambil beberapa senjata yang ada serta memakai topeng agar tidak ketahuan sama sekali dan saat sudah siap semua nya aku pun datang ke tempat perkumpulan dengan seragam yang lengkap sekali. Saat menghadiri tempat perkumpulan dimana seluruh anak buah ku sudah berbaris rapi siap menerima perintah dari atasan nya dan aku melihat sangat terharu sekali karena belum ada yang bisa menerima apa yang aku perintahkan.


" Baiklah kali ini kita akan perang melawan gangster dan aku meminta kepada seluruh anak buah ku dimana pasukan akan menjaga area markas sebisa mungkin " kata ku dengan mengeluarkan aura semangat yang membara sekali


" Misi di terima dan siap menjalankan tugas " jawab anak buah ku yang melindungi area markas

__ADS_1


" Untuk bagian udara dimana kalian tunggu aba - aba yang aku berikan kalau sesuka hati yang ada kita kalah semua nya " Kata ku yang sembari melihat pasukan udara


" Panggilan di terima " jawab seluruh pasukan udara yang ada


" Aku minta kepada beberapa pasukan medis harus menyembunyikan boruto sebisa mungkin dan juga sebagian harus ada di markas kalau sewaktu-waktu ada yang terluka jadi bisa datang secepat mungkin " kata ku yang sembari melihat ke arah tenaga medis


Setelah semua itu dimana seluruh anak buah ku berangkat sesuai dengan instruksi yang sudah aku berikan tadi dan kini beberapa pasukan medis sudah mulai membawa boruto yang masih belum sadarkan diri sama sekali semenjak kejadian tersebut. Aku masih diam di markas karena sang bos besar akan berangkat paling akhir sekali dan juga aku di temani oleh beberapa anak buah yang siap mati demi mempertahankan mafia tersebut. Aku memandang ke atas untuk berdoa kepada paman agar mafia legenda yang di titipkan kepada ku gak hancur begitu saja dan juga hanya sang dewa yang tau apa yang terjadi pada akhirnya.


Akhirnya aku pun berangkat bersama dengan beberapa anak buah ku yang tersisa dan di sini aku siap mati demi semua orang karena ini adalah tugas ku jadi mu gak mau aku harus segera menyelesaikan semua tapi aku baru ingat kalau jumlah dari gangster tersebut adalah 4.000 pasukan saja sedang kan aku ada 70.000 pasukan jadi kemenangan ada di tangan ku tapi itu belum pasti sama sekali. Saat sudah sampai bertapa terkejutnya aku melihat kalau bos gangster tersebut adalah kakak dari adik yang aku bunuh beberapa hari yang lalu itu.


" oh ini kah orang yang sudah membunuh adik ku tersayang " kata bos gangster tersebut sambil mengarahkan senjata nya di hadapan ku


" kalau emang iya kenapa ? kan lagi pula itu sudah menjadi kewajiban ku untuk membunuh orang yang yang sudah berani menganggu wilayah ku " jawab ku dengan nada yang amat keras sekali


" Kamu tau gak kalau aku ini siapa ? " kata bos gangster tersebut dengan nada sombong nya itu


" emang aku perduli tentang itu semua nya " jawab ku dengan nada santai sekali

__ADS_1


Sekian dulu


__ADS_2