Satu Impianku

Satu Impianku
Bertemu Pria Menyebalkan


__ADS_3

Aku Keira Hardianto CEO dari perusahaan Fantasi GROUP. Aku bahagia sekali karena mempunyai pacar yang sangat baik dan sangat mencintaiku. Dan orang tuaku juga menyetujui hubungan kami, aku berharap aku bisa segera menikah dengannya. Papi selalu senang karena aku selalu memenangkan tender perusahaan.


Tapi setelah bertemu Fian Abimanyu CEO dari Wardun GROUP aku tidak mendapatkan tender itu karena dia melakukan kecurangan. Dia adalah orang yang menyebalkan membuat aku tidak dapat memenangkan tender itu. Lalu, dia mengajak aku berbicara..


"Hai Bu Keira.. Kenapa kelihatan kesal? " tanya Fian dengan ekspresi tersenyum menyebalkan


"Diam.. Anda tidak perlu bertanya, saya tahu bahwa anda curang saya sudah pelajari tender ini sejak lama dan tidak mungkin saya kalah dari anda." jawabku sambil memarahinya


"Kenapa harus marah hanya karena kalah bukan berarti kamu menyalahkan saya bu Keira. " kata Fian sambil menatap mataku


"Mungkin kali ini saya tidak dapat membuktikan pada anda tapi lihat saja nanti." kataku sambil menunjuk pada Fian


"Sudah jangan marah.. Nanti kamu tidak cantik lagi.. Kamu itu sudah cantik banget nanti kamu menjadi jelek."kata Fian sambil menggodaku


"Hmm.. Maaf ya pak Fian saya sudah punya pacar dan anda bukan tipe saya jadi anda tidak perlu bilang saya cantik, anda itu orang yang menyebalkan." kataku


"Baru kali ini ada orang yang berani bilang saya menyebalkan.. " kata Fian


"Masa? Bagus supaya kamu tahu." kataku


Setelah itu, aku ke kafe tempat Doni yang sedang bekerja.


"Hai Sayang.. Kamu istirahat dulu.. Ayo makan bareng pasti kamu lapar. " kataku


"Iya sayang.. kamu ingin makan apa aku akan mengambilnya untuk kamu." kata Doni


"Apa saja.. " kataku


Fian datang ke restoran untuk melihat aku.


"Jadi ini pacar kamu bu Keira.. Hanya seorang pelayan kafe." kata Fian yang sedang berada di kafe itu juga


"Untuk apa anda berada di sini? .. Tentang Doni bukan urusan anda jadi jangan merendahkan kekasih saya. " kataku


"Perkenalkan saya Doni.." kata Doni sambil mengulurkan tangannya


"Saya Fian Abimanyu CEO Wardun GROUP" kata Fian sambil menjabat tangan Doni


"Itu Perusahaan yang sangat besar dan terkenal." kata Doni


"Tentu saja.. Sama seperti fantasi GROUP milik bu Keira juga, bukan? " tanya Fian


"Iya pak Fian.. " kata Doni


"Saya ingin pesan jus.." kata Fian


"Maaf ya.. Pesan ke pelayan lain Doni sedang makan bersama saya pak fian.." kataku


"Tidak apa apa Keira.. "kata Doni

__ADS_1


"Dia juga tidak masalah.. Kenapa kamu marah? Ini sudah tugas dia jadi wajar saya pesan ke dia.." kata Fian


"Sudah Keira.. Tidak apa apa pak Fian benar, sudah kamu jangan marah.. " kata Doni


"Masih bagus ada Doni kalau tidak saya sudah memarahi anda terus menerus, mengerti?" tanyaku


"Ini minum." kata Doni


"Bu Keira.. Besok kita ada pertemuan yang sangat penting pukul 1 siang datang ke kantor saya." kata Fian


"Apa? Tapi Desi tidak memberi jadwal saya harus bertemu dengan anda." kataku sambil heran


"Memang ini pertemuan yang mendadak." kata Fian


"Sudah nanti saya datang" kataku


Fian pun pergi..


"Kamu jangan galak terhadap pak Fian bisa jadi nanti kalian jadi rekan kerja yang baik.. " kata Doni


"Tapi dia itu orang yang menyebalkan jadi aku selalu kesal dengan dia" kataku


"Iya.. Tapi mungkin dia orang yang baik kita tidak pernah tahu seperti apa pak Fian." kata Doni


"Kamu itu memang orang yang baik Doni.. Selalu berpikir positif terhadap orang lain. " kataku


"Kamu memang Kekasih terbaik untuk aku. Aku beruntung memiliki kamu" kataku


"Kamu salah.. Aku yang beruntung bisa memiliki kamu. Kamu menerima keadaan aku." kata Doni sambil menatap aku.


"Itu pasti.. Aku jadi malu kalau kamu menatap aku seperti itu." kataku sambil tersenyum


Aku dan Doni tertawa bersama. Aku sangat berharap bisa berjodoh dengan dia.


"Aku harus pergi ke kantor lagi" kataku


"Hati hati di jalan dan jangan terlalu cepat membawa mobilnya" kata Doni


"Iya Doni.. " kataku


Sampai di kantor banyak sekali tugas yang harus dikerjakan. Lalu, Desi memberikan dokumen untuk pertemuan besok dengan Fian.


"Bu Keira.. Ini berkas yang sudah disiapkan" kata Desi


"Desi.. Kenapa mendadak saya memiliki kegiatan dengan pak Fian besok?" tanyaku


"Saya juga tidak tahu tapi sekretaris pak Fian Liana menghubungi saya dan meminta bu Keira untuk bertemu dengan pak Fian besok" kata Desi


"Begitu.. Dia pasti sengaja membuat acara ini supaya bisa menemui saya" kataku

__ADS_1


"Saya merasa begitu bu.. Soalnya ini sangat mendadak." kata Desi


"Dia memang semaunya jadi orang. Orang lain memiliki kegiatan yang lain. Saya juga sibuk bukan dia saja." kataku


"Baik bu Keira.. Mungkin saja pak Fian memiliki perasaan terhadap Ibu Keira. Jadi, dia selalu bertanya tentang bu Keira" kata Desi


"Dia bertanya tentang saya? Apa saja yang dia tanyakan kepada kamu? " tanyaku


"Dia bertanya semua hal yang ibu suka" kata Desi


"Kamu kasih tahu dia semua tentang saya?" tanyaku


"Iya bu.. Soalnya pak Fian memaksa saya dan pak Fian bilang ini sangat penting untuk bu Keira. Saya langsung memberikan informasi bu Keira." kata Desi


"Lain kali jangan mengatakan apa pun terhadap pak Fian tanpa saya ketahui." kataku


"Baik bu.. Maaf saya permisi dulu." kata Desi


"Silahkan." kataku


Dia selalu melakukan hal yang aneh. Padahal dia mengetahui jika saya sudah punya pacar. Desi datang ke ruang kerja.


"Bu Keira.. Sebentar lagi pak Hardianto akan segera tiba di sini." kata Desi


"Apa? Kenapa papi tidak bilang kepada aku?" kataku


"Sepertinya ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan dengan bu Keira. Itu saja yang ingin saya sampaikan." kata Desi


"Terima kasih Desi." kataku


"Sama sama bu Keira." kata Desi


Aku harus bilang apa terhadap papi kalau sampai papi tahu aku kalah tender sama Fian. Papi pasti kecewa sama aku. Di rumah saja aku akan bicara dengan papi dan mami. Lebih baik aku bersiap dan membeli makanan kesukaan papi.


"Bu Keira ingin ke mana? " tanya Desi


"Saya ingin membeli makanan buat pak Hardianto" kataku


"Kalau begitu biar saya saja yang memberikan makanan." kata Desi


"Tidak perlu.. Saya juga ingin keluar sebentar" kataku


"Baik kalau begitu" kata Desi


Aku langsung beli makanan kesukaan papi. Di jalan sangat macet dan aku tidak bisa membeli makanan dengan cepat. Aku kembali lagi ke kantor dari pada papi menunggu lama. Dia pasti mau bicarakan hal yang sangat penting dengan aku.


"Bu Keira kembali lagi" kata Desi


"Iya.. Saya tidak jadi membeli makanan" kataku

__ADS_1


__ADS_2