
Pagi hari aku langsung pergi ke rumah Desi.
"Kita langsung ke rumah Desi" kataku
"Iya.. Istri aku" kata Fian
Sampai di rumah Desi.
"Desi kamu sakit apa? " tanyaku
"Tenang saja.. Bu Keira saya sudah minum obat besok saya bisa langsung bekerja" kata Desi
"Syukurlah kalau tidak ada yang serius" kataku
"Terima kasih sudah datang pak Fian bu Keira" kata Desi
"Iya.. Sama sama" kata Fian
"Aku pasti datang aku cemas dengan keadaan kamu" kataku
"Terima kasih bu Keira.. " kata Desi
"Kalau begitu saya pergi dulu ya... Saya harus pergi ke kantor" kataku
"Iya silahkan bu Keira.. Pak Fian" kata Desi
"Hati hati di rumah kalau ada apa apa kamu langsung telepon saya" kataku
"Iya bu Keira terima kasih atas perhatiannya " kata Desi
Aku dan Fian pun langsung pergi ke kantor.
"Terima kasih sudah mengantar aku" kataku
"Memang aku siapa? Orang lain? Harus terima kasih kepada aku" kata Fian
"Iya.. Aku masuk dulu ya" kataku
"Semangat bekerja.. " kata Fian
"Iya.. Kamu juga" kataku
Kak Juno mulai mencari tahu seperti apa hubunganku dengan Fian. Sampai dia menemui Doni untuk bicara berdua.
"Doni.. Saya mau bicara sama kamu. " kata Juno
"Tapi.. Saya masih ada kerjaan dari bu Sheila." kata Doni
"Saya tunggu kamu sampai kamu selesai. " kata Juno
Kak Juno pun akhirnya bicara dengan Doni.
"Doni saya tahu kamu mantan bu Keira dan saya tahu penyebab kalian putus." kata Juno
"Pak Juno tahu penyebab kami putus.. Tolong jangan bahas di depan pak Fian atau Keira saya tidak mau mengganggu mereka dan membuat Keira merasa bersalah. " kata Doni
"Karena dulu kamu hanya seorang pelayan orang tua Keira lebih memilih Fian untuk menjadi suaminya. Dan Fian sudah mencintai Keira disaat kamu bersamanya itu sebabnya Keira bisa menikah dengan Fian dan meninggalkan kamu, ya kan?" kata Juno
"Iya tapi bukan salah Keira atau pak Fian ini salah saya, saya seharusnya tidak masuk ke kehidupan mereka. " kata Doni
"Bukannya Fian yang masuk ke dalam percintaan kamu dengan Keira?" tanya Juno
"Tidak ini semua takdir yang mempertemukan mereka berdua" kata Doni
"Ternyata Doni itu seperti ini pantas saja hubungan kalian berakhir kamu tidak memperjuangkan Keira dengan keras." kata Juno
"Mungkin pak Fian jodoh terbaik untuk bu Keira jadi sekeras apa pun saya mempertahankan Keira jika dia bukan jodoh saya apa mau dikata? " kata Doni
__ADS_1
"Iya sih.. Tapi kalau ada seseorang yang mengharapkannya pasti bisa kan?" tanya Juno
"Maksudnya.. Pak Juno mencintai Keira? " tanya Doni
"Iya lah.. Mana ada yang tidak suka sama wanita yang cantik baik dan menarik seperti Keira." kata Juno
"Tapi Keira sudah jadi milik pak Fian" kata Doni
"Itu bukan urusan kamu. Tapi saya heran kenapa Keira sangat mencintai kamu? Apa sih kelebihan yang dilihat Keira dari kamu? " kata Juno
"Dulu kami saling cinta meski Keira seorang CEO yang hebat dalam tender tapi dia tidak pernah memandang rendah orang termasuk saya. Dia selalu menerima saya apa adanya." kata Doni
"Ternyata Keira wanita yang hebat" kata Juno
"Oleh karena itu, bu Keira mendapat jodoh terbaik yaitu pak Fian" kata Doni
"Saya kagum sama kamu tapi itu bukan saya. Saya tidak akan menyerah kalau saya ada di posisi kamu dulu" kata Juno
"Itu sudah masa lalu.. Pak Juno" kata Doni
"Memang.. Kamu benar " kata Juno
"Saya permisi" kata Doni
Lalu, Yudha datang ke rumah untuk makan malam karena Fian mengundangnya.
"Hai Ra.. Gue dateng ke sini karena Fian yang undang makan malam. " kata Yudha
"Masuk.. Fian sudah bilang, Fian lagi di kamar mandi." kataku
"Yudha.. Udah dateng lo.. Cepat banget. " kata Fian
"Ya lah.. Istri sahabat gue sudah masak makanan enak masa tidak cepat sih nanti kehabisan makanannya." kata Yudha
Tiba tiba Yola datang ke rumahku.
"Malam kak Yola duduk" kataku
"Terima kasih.. Keira. " kata Yola
"Kamu panggil dia kak" kata Fian
"Iya kan kak Yola lebih tua dari aku jadi wajar kan aku panggil kak" kataku
"Hebat istri lo.. Dia menghargai Yola" kata Yudha
"Iya sih.. Tapi jangan terlalu akrab ya sama dia aku tidak mau kamu cemburu sama dia" kata Fian
"Tidak untuk apa? .. Jangan berharap" kataku
"Ya ampun istri aku tidak ada romantisnya" kata Fian
"Kasian banget bro.. Istrinya tidak cemburu" kata Yudha
"Dia itu kalau cemburu tidak ditunjukkin tapi nanti malam cium gue saja. " kata Fian
"Apaan.. Sejak kapan aku cium kamu kalau lagi cemburu." kataku
"Ya.. Kasian si bos. Kenapa bohong? " kata Yudha
"Serius.. Dia itu pemalu jadi tidak mengakui" kata Fian
"Sudah aku saja yang cemburu melihat kalian berdua." kata Yola
"Yola.. Jangan berlebihan ingat Fian sudah punya istri hargai Keira. " kata Yudha
"Iya.. Ikut campur aja lo" kata Yola
__ADS_1
"Sudah kalian makan" kataku
"Ya.. Makan " kata Fian
"Oh iya.. Kita lupa tidak mengundang kak Juno, Sheila sama Doni ke sini." kataku
"Iya benar gue juga mau kenal sama mereka. " kata Yudha
"Untuk apa undang mereka?" tanya Yola.
"Ya sudah kamu telepon saja mereka. " kata Fian
Mereka pun sampai ke rumah.
"Selamat malam pak Fian bu Keira..." kata Juno
"Malam" kataku, Fian, Yudha, dan Yola.
"Selamat malam pak Fian bu Keira kak Yudha kak Yola." kata Sheila
"Selamat malam semuanya. " kata Doni
"Kita makan bersama" kataku
"Wah.. Pasti enak ini masakan bu Keira" kata Sheila
"Iya.. Terima kasih bu Keira.. Pak Fian" kata Doni
"Bagaimana dengan pekerjaan pak Juno? " tanya Sheila
"Bagus.. Dia aktor hebat jadi pemotretan berjalan dengan cepat" kataku
"Memang tidak salah memilih brani ambrassador" kata Sheila
"Iya kalian hebat bisa merekrut dia" kataku
"Terima kasih bu Keira" kata Sheila
"Jadi kamu Sheila.. " kata Yudha
"Iya pak Yudha" kata Sheila.
"Dia teman bisnis gue" kata Fian
"Oh begitu.. " kata Yudha
"Kalau dia Doni" kata Fian
"Saya Doni karyawan bu Sheila" kata Doni
"Wah kedatangan tamu pekerjaan" kata Yudha
"Mereka sudah seperti teman kami" kataku
"Iya.. Mereka teman kita Yudha" kata Fian
"Begitu.. Jadi kamu pakai Juno" kata Yudha
"Iya.. " kataku
"Dia itu aktor ternama pasti Fian cemburu" kata Yudha
"Diam.. " kata Fian
"Dia tidak mau mengakui itu. Dia bilang dia tidak cemburu dan dia jauh lebih baik dari Juno" kataku
"Itu namanya cemburu dasar Fian tidak pernah berubah. Dia itu tidak akan mengakui kalau dirinya cemburu" kata Yudha
__ADS_1