Satu Impianku

Satu Impianku
Pernikahan Sheila Dan Doni


__ADS_3

Hari ini adalah hari pernikahan Doni dengan Sheila. Mereka adalah orang yang baik dan memiliki makna tersendiri untuk aku.


"Kamu akan datang ke pernikahan Sheila dengan Doni?" tanya Fian.


"Harus.. Ini adalah hari bahagia mereka jadi kita sebagai teman harus mengucapkan selamat" kataku.


"Kamu benar." Kata Fian.


"Kita pergi sekarang!" kataku.


"Baik." Kata Fian.


Kami sampai di pernikahan mereka.


"Kamu siap?" tanya Fian.


"Tentu saja aku siap.. Memang kita ingin melakukan apa?" tanyaku.


"Siapa tahu kamu tidak siap memberi selamat untuk mereka. Sebab itu mantan kamu yang menikah. " kata Fian.


"Ayo!" kataku.


"Ayo!" kata Fian.


"Selamat, Sheila.. Doni." Kata Fian.


"Terima Kasih pak Fian, sudah meluangkan waktu untuk datang ke pernikahan saya padahal pak Fian pasti sangat sibuk." Kata Sheila.


"Kamu memang mengerti saya, Sheila." Kata Fian.


"Tidak, kita tidak sibuk, selamat atas pernikahan kalian, Fian itu bercanda saja." kataku sambil tersenyum.


"Saya mengerti." kata Sheila sambil tersenyum.


"Terima kasih, bu Keira.. Pak Fian." Kata Doni.


Fian membawa aku ke tempat yang lebih sepi.


"Kenapa kamu?" tanya Fian.


"Tidak, aku hanya.." Jawabku.


"Cemburu melihat Doni dengan Sheila." kata Fian sambil mengejek aku.


"Tidak, untuk apa aku cemburu? Aku memikirkan hubungan papa kamu dengan kamu." Kataku.


"Begitu, nanti aku akan bertemu dengan papa kamu tenang saja. Aku juga akan minta maaf kepada papa." Kata Fian.


"Bagus kalau begitu, ayo kita pulang!" kataku.


"Benar, Aku juga ada pertemuan jam tiga sore." Kata Fian.


"Sore berarti pulang malam." Kataku.


"Kenapa? kangen? Tenang saja aku akan telepon kamu nanti." Kata Fian.


"Kangen? Tidak aku hanya ingin bilang kalau sudah selesai dari kantor langsung pulang karena kak Yola dan kak Yudha akan datang." Kataku.


"Tidak biasanya kamu panggil Yudha saja." Kata Fian.


"Yudha lebih tua dari aku. Aku juga panggil juno, kak Juno itu artinya kak Yudha juga." Kataku.


"Tapi kenapa aku tidak dipanggil kak?" tanya Fian.


"Jadi kamu ingin dipanggil kak juga." Kataku.


"Tidak, terima kasih. Nanti aku menjadi orang asing, aku ini suami kamu harusnya kamu panggil aku sayang." Kata Fian.


"Berharap banget." Kataku.


"Memangnya tidak boleh?" tanya Fian.

__ADS_1


"Terserah kamu, kita ke kantor saja." Kataku.


"Baik, istri aku." Kata Fian.


Aku bertemu dengan kak Juno saat sampai di kantorku.


"Hai Keira!" Sapa Juno.


"Hai kak, ada apa? Bukannya jadwal kak Juno besok." Kataku.


"Aku hanya ingin berbicara dengan kamu." Kata Juno.


"Begitu baik, tapi aku sambil mengerjakan dokumen kak Juno." Kataku.


"Tenang saja, aku ingin jujur kalau aku sebenarnya memiliki perasaan kepada kamu." Kata Juno.


"Apa? Maaf kak tapi aku hanya menganggap kak Juno seperti kakak aku sendiri dan juga idola aku tidak lebih dari itu. Aku juga sudah memiliki suami." Kataku.


"Benar, aku tahu karena itu aku ingin mundur karena aku sadar kalau cinta kamu hanya untuk Fian." Kata Juno.


"Terima kasih kak atas pengertiannya, tapi kita tetap jadi teman, bukan?" tanyaku.


"Tentu saja, kamu tidak perlu merasa tidak enak dengan aku." Kata Juno.


Aku, Fian, Juno, Yudha, dan Yola makan malam bersama.


"Keira! Fian!" kata Yudha.


"Fian!" kata Yola.


"Keira! Fian!" kata Juno.


"Kalian sudah datang?" tanyaku.


"Masuk, kami sudah menyiapkan semua makanan ini." Kata Fian.


"Asik masakan Keira pasti enak banget.. Harum banget masakan kamu Keira" kata Yudha


"Iya.. Berisik banget" kata Yudha


"Kamu makan juga Keira" kata Juno


"Iya sayang cepat makan" kata Fian


"Iya.. " kataku


Kami makan malam bersama. Lalu, kak Yola mengajak kak Juno untuk bicara berdua.


"Juno.. Lo menyerah dengan perasaan Lo untuk Keira, kenapa?" tanya Yola.


"Cinta tidak bisa dipaksa mereka juga bahagia, apa pun kebahagian Keira gue akan dukung." kata Juno.


"Ayolah Lo terlalu naif!" kata Yola.


"Bukan naif tapi kita harus membiarkan orang yang kita sayang bahagia." Kata Juno.


"Aku juga bisa membuat Fian bahagia." Kata Yola.


"Kamu harus melepaskan Fian." Kata Juno.


Lalu, kak Yudha mengajak kak Yola pulang.


"Yola, kita pulang bareng." Kata Yudha.


"Tidak gue ingin minta Fian mengantar gue." kata Yola


"Apaan sih.. Fian lagi sibuk pacaran sama Keira sudah jangan Lo ganggu mereka. " kata Yudha


"Berisik Lo." kata Yola


"Sudah ayo.. " kata Yudha sambil menarik tangan Yola

__ADS_1


Setelah mereka pulang, aku bicara tentang kak Juno pada Fian.


"maaf ya aku tidak percaya kalau kak Juno punya perasaan terhadap aku." kataku


"Iya tidak apa apa.. Memangnya dia bicara terhadap kamu" kata Fian


"Iya.. Tapi kak Juno menerima keputusan aku dan berteman baik. " kataku


"Baguslah.. Jadi tidak ada yang mengganggu hubungan kita" kata Fian


"Tidak menyangka kalau Doni dengan Sheila akan menikah.. " kataku


"Kenapa sakit hati mereka nikah?" tanya Fian


"Tidak.. aku tidak sakit hati karena mereka tapi karena kamu egois jadi aku punya suami yang menyebalkan. Tidur di sana" kataku


"Ya.. Aku akan tidur di kamar lain tapi aku tidak akan melepaskan kamu ke pelukan cowo lain, tidak akan pernah. Aku sangat bahagia akhirnya Doni dengan Sheila menikah. Jadi dia tidak bisa mendekati kamu lagi. " kata Fian sambil mengejek aku.


"Pasti kamu bahagia.." kataku


"Selamat malam dan selamat tidur istri aku" kata Fian


"Iya.. " kataku


"Kenapa kamu tidak membalas aku?" tanya Fian


"Iya.. Selamat malam dan selamat tidur suami aku" kataku sambil tersenyum


"Mulai perhatian.. " kata Fian


"Kamu yang menyuruh aku bilang seperti itu" kataku


"Aku senang banget kamu bilang begitu" kata Fian sambil senyum sendiri.


"Kenapa kamu begitu banget?" tanyaku


"Ya.. Aku senang" kata Fian


"Sudah tidur di sana" kataku


"Iya.. " kata Fian


"Tunggu dulu" kataku


"Kenapa? Kamu ingin tidur dengan aku ya.. Jadi aku tidak boleh tidur di sana" kata Fian


"Siapa bilang? Aku ingin memarahi kamu." kataku


"Kenapa kamu marah? " tanya Fian


"Karena kamu membuat aku malu di depan Sheila dan Doni." kataku


"Tentang apa?" tanya Fian


"Lupa atau pura pura tidak tahu?" tanyaku


"Aku tidak tahu" kata Fian


"Kamu tadi bilang sibuk dan sengaja meluangkan waktu untuk datang." kataku


"Oh itu.. Itu memang benar aku ini memang sibuk" kata Fian


"Tapi jangan bilang begitu.. Nanti Sheila dan Doni merasa tidak enak dengan kita" kataku


"Iya.. Aku minta maaf" kata Fian


"Bukan kepada aku tapi mereka" kataku


"Iya.. Nanti aku menemui mereka. Jadi sekarang aku boleh tidur di sini, bukan?" tanya Fian


"Tidak.. " kataku

__ADS_1


"Ah.. Aku kira boleh" kata Fian


__ADS_2