Satu Impianku

Satu Impianku
Terbuka Akan Perkataan Suamiku


__ADS_3

Yudha bicara pada Fian berdua.


"Fian.. Lo tahu Juno..." kata Yudha


"Iya.. Tapi gue tidak akan pernah melepaskan Keira. Untuk bisa bersama dia itu tidak mudah untuk gue bahkan sampai Keira benci sama gue. " kata Fian


"Apa... Serius lo" kata Yudha


"Aduh kenapa bicarakan ini? .. Iya tapi lo jangan bilang Keira kalau tahu tentang ini. " kata Fian


"Iya.. Tapi kenapa?" tanya Yudha


"Dulu sebelum nikah sama Keira dia pacaran sama Doni, hanya Doni yang dia cinta bahkan kalau gue dekati dia pasti dia marah. Sampai akhirnya gue rebut Keira dari Doni" kata Fian


"Apa? Gila Fian.. Pantas saja gue lihat Keira seperti benci banget terhadap lo. Tapi Doni itu karyawan Sheila" kata Yudha


"Iya.. Dulu Doni itu pelayan kafe tapi setelah kami menikah dia bekerja dengan Sheila" kata Fian


"Pantas saja gue melihat tatapan Doni ke Keira itu beda dan Doni seperti mengerti banget tentang Keira. " kata Yudha


"Iya.. Tapi cinta gue besar banget sama Keira sampai merebut dia dari Doni. Karena dia segalanya. " kata Fian


"Parah lo.. Sekali jatuh cinta langsung terobsesi sampai merebut pacar orang, tapi cerita lu mirip sinetron saja" kata Yudha


"Sudah lah.. Nanti malam gue sama Keira harus ke rumah papa" kata Fian


"Ke rumah om Abimanyu.. Ada apa? " tanya Yudha


"Makan malam biasa." kata Fian


"Ya sudah.. Salam untuk mereka semua" kata Yudha


"Iya.. Terima kasih" kata Fian


"Kalau begitu saya pergi dulu pak Fian. Saya sangat sibuk dengan pekerjaan saya" kata Yudha sambil tersenyum


"Pak.. Biasa juga panggil nama saja sekarang panggil pak" kata Fian


"Bos besar.. Jadi panggil pak" kata Yudha


"Tidak.. Kita itu teman, santai saja" kata Fian


"Baiklah teman.. " kata Yudha sambil pergi dari ruang kerja aku.


Fian pulang ke rumah dan mengajak aku ke rumah papa untuk makan malam bersama.


"Keira.. Kita makan malam bersama keluarga di rumah papa" kata Fian


"Iya.. Aku ganti baju dulu" kataku


"Iya.. " kata Fian


Fian dan aku sudah siap dan segera pergi ke rumah papa Abimanyu. Aku dan Fian sampai di rumah papa Abimanyu.


"Hai sayang.. Sudah sampai" kata mami


"My Princess.. Duduk dulu ya " kata papi


"Iya mami.. Papi.." kataku

__ADS_1


"Fian.. " kata mami


"Selamat malam.. Fian" kata papi


"Malam papi mami.. " kata Fian


"Iya malam Fian" kata mami


"Fian.. kamu sudah datang" kata mama


"Iya mama.. Pasti mama sudah masak banyak" kata Fian


"Pasti.. Untuk anak dan menantu mama" kata mama


"Harum masakan sudah sampai hidung aku" kata Fian


"Bisa saja kamu.. " kata mama


"Papa di mana?" tanya Fian


"Ada.. " kata mama


Papa Abimanyu datang dan mengajak Fian bicara berdua.


"Fian papa mau bicara sama kamu berdua" kata papa


"Iya papa.. Sebentar ya.. Keira" kata Fian


"Iya.. Cepat papa sudah menunggu kamu" kataku


"Iya.. " kata Fian


"Papi ingin kamu berpisah dengan Keira. Lebih baik kamu bersama wanita lain yang bisa memberi kamu keturunan untuk keluarga Abimanyu" kata papa


"Papa tidak bisa meminta aku tinggalkan Keira itu tidak akan pernah terjadi. Aku mencintai Keira walaupun tanpa kehadiran bayi. " kata Fian


"Kenapa dari dulu kamu tidak pernah menuruti kata papa? Kenapa kamu segitu cintanya sama Keira?" tanya papa


"Aku sangat cinta sama Keira dan aku tidak peduli mau dia kasih aku keturunan atau tidak karena hidup aku, hati aku, dan bahagia aku milik Keira itu tidak akan berubah. Jangan pernah papa pikir kalau aku akan tinggalkan Keira untuk wanita lain. Tidak ada wanita yang bisa menggantikan Keira. " kata Fian


"Terserah.. Dari dulu kamu tidak bisa diatur. Dan kamu selalu tidak mengikuti apa yang dikatakan papa." kata papa


"Aku tidak pernah menuruti kemauan papa.. Kenapa papa tidak mengerti kemauan aku? Padahal aku dari dulu melakukan apa yang papa minta bahkan mengurus perusahaan pun aku lakukan. Cita cita aku untuk menjadi pilot sudah aku lupakan dan hanya tinggal kenangan. Tapi untuk hal ini aku tidak akan menuruti papa." kata Fian


"Ya sudah lah... Kita makan saja." kata papa


"Tidak.. aku ingin makan berdua sama Keira sudah tidak selera makan dengan papa. " kata Fian


Fian meninggalkan kamar dan melihat aku..


"Keira.. Kamu dari tadi ada di sini" kata Fian sambil memegang pundakku


"Mm... Iya" kataku


"Kita pergi Keira.." kata Fian sambil menarik tangan aku


"Tapi kita harus makan di sini. Mama kamu sudah masak banyak makanan" kataku


"Itu biar aku yang bicara kepada mama" kata Fian

__ADS_1


"Iya sudah" kataku


Kami pun keluar dari rumah.


"Mama.. Mami.. Papi.. Kita pulang ya" kata Fian


"Kenapa? " tanya papi


"Kalian ingin makan dengan kami, bukan?" tanya mami


"Kamu ingin pulang" kata mama


"Iya mama aku ada pekerjaan yang harus diselesaikan. " kata Fian


"Kenapa tidak jadi makan bersama? " tanya mami


"Kami pulang saja ada kerjaan yang penting" kata Fian


"Oh iya sudah besok malam saja. " kata papi


"Maaf ya mama mami papi kami pulang" kataku


"Iya tidak apa apa" kata mama


Fian pun menarik aku dan bicara di mobil.


"Kamu jangan pikirkan apa yang dikatakan oleh papa, itu tidak akan terjadi. Jangan khawatir" kata Fian


"Kenapa? " tanyaku


"Maksudnya? Kamu istri aku.. Aku cinta sama kamu jadi tidak akan ada yang bisa menggantikan kamu." kata Fian


"Meski aku tidak mencintai kamu." kataku


"Iya.. Tapi dalam hati, aku merasa kamu sudah cinta kepada aku. " kata Fian


"Masa.. Itu hanya perasaan kamu saja" kataku sambil tersenyum.


"Aku bisa melihat dari tatapan mata kamu dan senyuman kamu yang manis" kata Fian


"Ah.. Kamu memang paling bisa kalau merayu" kataku


"Fian.. Apa yang bisa membuat kamu tersenyum aku akan melakukan itu" kata Fian


Aku merasa sangat bahagia karena Fian setia kepada aku. Dia melakukan apa pun untuk aku. Dia juga bersedia menunggu aku sampai aku mencintai dia. Aku merasa tidak ada suami seperti dia. Aku harus mulai belajar mencintai dia dengan tulus.


Fian juga selalu memberikan cinta yang luar biasa untuk aku. Kami sampai di rumah.


"Kita makan.. Aku yang masak" kataku


"Serius? Kamu akan memasak untuk aku" kata Fian


"Iya.. Kamu seperti pertama kali aku buatan makanan saja" kataku


"Bukan begitu.. Tapi ini sudah malam. Kamu tidak apa apa masak? " tanya Fian


"Iya.. Aku akan masak untuk kamu" kataku


"Asik.. Kamu memang istri terbaik" kata Fian

__ADS_1


__ADS_2