
Sheila menemui Doni di jalan dan langsung bertanya tempat Doni bekerja.
"Kamu kerja dimana, Don?" tanya Sheila
"Aku cuma pelayan kafe di BWC kafe. " jawab Doni
"Kok cuma gak apaan apa kali yang penting pekerjaannya baik. Jadi kafe itu namanya BWC kafe. " kata Sheila
"Kamu orang kedua yang bilang gitu sama aku. " kata Doni
"Oh iya.. Pasti orang pertamanya bu Keira ya, kan?" kata sheila
"Mm.. Iya ya aku udah bilang kemarin. Dia juga bilang gak usah minder hanya karena pekerjaan" kata Doni
"Bu Keira baik banget ya.. Pak Fian beruntung dapetin dia" kata Sheila
"Iya kamu bener" kata Doni
"Aku juga beruntung bisa kenal sama cowo yang hebat kamu itu mau datang ke pernikahan mantan yang masih kamu cintai dan dewasa dalam bersikap, aku banyak ketemu orang hebat hari ini" kata Sheila
"Gak lah.. Aku biasa aja kamu jauh lebih hebat dari aku karena kelihatannya kamu selalu ceria dalam kondisi apapun. " kata Doni
"Masa.. Makasih loh itu pujian yang menyenangkan buat aku." kata Sheila
Aku melihat mereka ngobrol asik dipernikahanku aku harap mereka bisa dekat malah sampai pacaran.
"Kamu cemburu lihat mereka Ra?" tanya fian
"Gak.. Aku kan udah bilang kemarin aku gak cemburu sama mereka. Aku udah hilangkan perasaan aku buat Doni karena aku tahu mulai hari ini aku adalah istri kamu jadi meskipun aku benci kamu tapi aku harus hargai kamu" kataku
"Makasih berusaha menghargai aku walau kamu benci aku tapi aku lebih suka kalau kamu melakukan apa yang kamu suka jangan memaksa diri untuk jadi diri sendiri karena aku sayang banget cinta banget sama kamu, ra" kata Fian
Malam kedua pernikahan kami pun tiba..
"Kita tidur yuk.. Pasti kamu capek karena banyak tamu yang datang apa lagi rekan kerja aku. " kata Fian
"Ya.." kataku sambil merasa tidak nyaman
"Tenang aja meski kamu istri aku aku gak akan melakukan itu sampai kamu bisa mencintai aku sepenuhnya. " kata Fian
"Huh.. Makasih udah mengerti. Aku gak menyangka kamu akan bersikap seperti ini. " kataku sambil terkejut akan sikap Fian yang pengertian
"Kenapa kamu salut ya sama aku? Pasti dihati kamu bilang kalau aku itu pria yang pengertian dan baik " kata Fian sambil menggodaku
"Apaan sih.. Gak ya aku cuma heran aja kok bisa seorang yang menyebalkan dan sombong menghargai apa itu cinta?"
"Aku emang mau memiliki kamu sepenuhnya tapi setelah kamu memberi hati kamu untuk aku dan aku cinta sama kamu, aku menikahi kamu karena ingin melindungi dan menjaga kamu, aku sangat bahagia karena bisa memiliki dan mencintai kamu meski kamu belum cinta sama aku. " kata Fian
Mendengar hal itu membuatku sangat terkejut dan kagum padanya tanpa aku sadari rasa benci ku mulai terkikis.
"Kamu lagi mikirin aku ya.. Pasti kamu bahagia jadi istri aku." kata Fian
"Apa.. Gak aku gak bahagia aku biasa aja kok. Aku cuma.. " kataku
"Ya udah yang penting kamu milik aku. Aku Fian yang sangat mencintai Keira." kata Fian sambil berteriak
__ADS_1
"Apaan sih berisik tahu.. Kalau bibi dengar teriakan kamu aku jadi malu" kataku
"Gak apa apa kita kan suami istri jadi wajar. " kata Fian
Aku merasa aneh dengan perasaan aku setelah mendengar Fian bilang seperti itu rasanya aku senang.
"Besok pagi aku ada meeting jam 1 siang di harapan GROUP tempat sheila." kata Fian
"Ya.. Salam buat Sheila" kataku
"Ya.. Kalau buat aku salam cinta ya.. "kata Fian sambil menggodaku
"Apaan sih.." kataku sambil tersenyum
"Apaan sih tapi sambil senyum.. Bilang aja suka" kata Fian
"Udah ah.. Aku mau ke kantor" kataku
"Ok Princess mau saya antar" kata Fian
"Princess.. Kamu ikutin papi aja" kataku
"Ya kamu memang seorang putri di hidup aku" kata Fian
"Udah.. Aku mau ke kantor. Ayo nanti aku telat" kataku
"Ih.. Merah mukanya malu ya.. Gak masalah kalau CEO telat lagian wajar kita kan pengantin baru" kata Fian
"Gak bisa seperti itu.. Ini pekerjaan bukan main main" kataku
"Iya ibu bos.. Kamu memang bos yang terbaik" kata Fian
"Aku masuk dulu ya.. " kataku
"Iya.. Semangat bekerja istri aku yang cantik" kata Fian
Lalu, semua pegawai melihat kami.
"Cie.. Bu Keira.. Pak Fian romantis banget sih.. " kata pegawai lain
"Udah ya.. Kamu pergi aja aku malu diledek sama pegawai" kataku
"Iya.. Aku pergi" kata Fian
Aku langsung masuk ke kantor dan semua orang memberi aku selamat. Lalu, bu Maya ada di ruangan aku.
"Maaf bu Keira.. Ada yang menunggu ibu di ruangan kerja bu Keira. " kata Desi
"Siapa?" tanyaku
"Ibu Maya" kata Desi
"Mama.. Kenapa dia ke sini? " tanyaku
"Saya juga tidak tahu bu.." kata Desi
__ADS_1
Aku langsung menemui mama Maya.
"Ada mama Maya.. Ada apa ya? " tanyaku.
"Mama kesini mau kasih kalung ini buat kamu ini warisan keluarga Abimanyu." kata mama
"Terima kasih mama.. " kataku sambil memakai kalung itu.
"Kalung ini bagus banget" kataku
"Iya.. Ini sangat berharga jadi jangan sampai hilang ya.. " kata mama
"Pasti ma.. Aku akan jaga ini baik baik" kataku
"Mama mau makan sama kamu" kata mama
"Makan apa? Biar aku siapin" kataku
"Apa aja.. " kata mama
"Baiklah.. Aku siapin dulu ya.." kataku
Kami pun makan bersama sambil bercerita tentang Fian waktu kecil.
"Oh iya.. Dia suka nangis" kataku sambil tertawa
"Iya dia itu anak yang cengeng" kata mama
"Aku kira dia cuma bisa percaya diri ternyata dia juga suka nangis" kataku
"Dia juga suka boneka babi waktu kecil" kata mama
"Apa? Barbie.." kataku sambil tertawa
"Lucu, kan dia? " tanya mama
"Iya.. Aku gak nyangka dia seperti itu waktu kecil" kataku
"Dulu dia sangat dekat dengan papanya" kata mama
"Aku kira Fian lebih dekat dengan mama" kataku
"Karena mereka suka berdebat jadi mereka tidak terlihat dekat tapi sebenarnya mereka saling peduli" kata mama
"Oh gitu.. Ya pasti akan ada salah paham antara keluarga tapi itu akan membuat rasa sayang hadir" kataku
"Kamu benar.. Mereka saling sayang hanya tidak menunjukkan saja " kata mama
Mama pun pergi dari kantor aku.
"Mama pamit dulu ya.." kata mama
"Kenapa cepat banget? " tanyaku
"Karena mama ada janji sama teman mama" kata mama
__ADS_1
"Oh gitu.. Hati hati di jalan ya.. " kataku
"Iya.. Sayang kamu baik banget pantas aja Fian jatuh cinta banget sama kamu" kata mama