Satu Impianku

Satu Impianku
Curhat dari Sheila Tentang Doni


__ADS_3

Sheila datang ke kantorku.


"Selamat pagi, Ibu Keira." Kata Sheila.


"Selamat pagi Ibu Sheila, pengantin baru sudah langsung kerja." Kataku.


"Harus, bu Keira dan pak fian dulu juga langsung kerja. " Kata Sheila.


Aku langsung teringat hari pertama setelah menikah dengan Fian, betapa aku benci sama Fian sampai melampiaskan pada pekerjaan.


"Iya.. pekerjaan kita sangat banyak jadi harus langsung dikerjakan." kataku


"Bu Keira.. aku mau minta pendapat tentang Doni. " kata Sheila


"Doni.. Ada apa?" tanyaku


"Jadi terkadang aku tidak bisa mengerti isi hati Doni dan aku merasa jauh dari dia kalau kita lagi berbeda pendapat seolah dia tidak peduli dengan aku. " kata Sheila


"Itu biasa.. Doni itu terkadang tertutup dan kalau kalian berbeda pendapat dia pasti ada alasan tersendiri." kataku


"Bu Keira mengerti banget ya.. " kata Sheila


"Ya lumayan lama dengan Doni jadi aku paham sifatnya." kataku


"Aku sebenarnya cemburu kepada bu Keira karena lebih mengerti Doni dari pada aku. " kata Sheila


"Ya ampun.. Tidak perlu cemburu Doni pasti mencintai kamu karena kamu wanita terbaik untuk dia dan dia beruntung bisa mendatangkan kamu" kataku


"Maaf ya.. Pasti tidak enak bilang seperti itu karena dulu kalian saling cinta. " kata Sheila


"Itu dulu.. Sekarang kamu istrinya." kataku


"Iya sekarang pak Fian juga suami bu Keira, pak Fian yang paling beruntung dia bisa mempunyai wanita sebaik bu Keira. Dan kelihatannya pak Fian cinta banget sama bu Keira, apa yang membuat pak Fian sangat mencintai bu Keira sampai seorang pak Fian bisa begitu kepada bu Keira?" tanya Sheila


"Tidak ada yang aku lakukan.. Ya mungkin karena Fian tidak pernah mencintai wanita lain jadi dia seperti itu kepada aku. Dan kita harus menjadi diri sendiri." kataku


"Pak Fian tidak pernah pacaran? Wajar pak fian itu tegas disiplin dan dingin banget sama orang lain jadi orang tidak berani mendekati pak Fian tapi semua berubah saat menikah dengan bu Keira." kata Sheila


"Tapi Fian itu orangnya menyebalkan kamu tidak tahu saja Sheila. " kataku


"Lucu ya.. Kalau melihat kalian aku itu seperti melihat drama TV saling kesal tapi cinta terus juga tidak mau kalah kalau lagi debat." kata Sheila


"Drama.. Ada ada saja tapi kamu bener juga aku itu suka memarahi dia tapi dia selalu melakukan apa yang aku inginkan tapi kadang dia juga tidak mau mengalah." kataku


"Itu wajar.." kata Sheila


Sheila menandatangani dokumen dan kak Juno datang ke kantor aku.


"Hai Keira.. " kata Juno


"Kak Juno silahkan duduk." kataku


"Pemotretan sekarang" kata Juno


"Iya.. Kak tapi kita tunggu dulu Sheila karena dia bekerja sama dengan aku" kataku


"Sheila istrinya Doni" kata Juno


"Iya.. Kemarin kak Juno datang ke pernikahan mereka" kataku.


"Tidak maaf ya Sheila.. Karena kemarin aku benar benar sibuk syuting. Dan kemarin juga aku ada pekerjaan lain." kata Juno


"Tidak masalah.. Aku mengerti kak Juno" kata Sheila

__ADS_1


"Iya tidak apa apa kak Juno." kataku


"Terima kasih banyak atas pengertian kalian." kata Juno


"Sama sama kak Juno" kata Sheila


"Aku juga minta maaf atas ucapan Fian kemarin. Dia memang seperti itu. Aku dengan Fian juga pulang cepat jadi kita tidak banyak bicara" kataku


"Tidak apa apa bu Keira.. Pak Fian pasti sibuk. Saya mengerti tidak perlu merasa tidak enak terhadap saya" kata Sheila


"Terima kasih ya" kataku


"Sama sama" kata Sheila


"Kita makan siang bareng saja" kata Juno


"Kita makan siang dengan artis" kataku


"Iya bu Keira.. " kata Sheila


"Kalian bisa saja.." kata Juno


"Iya.. Doni dengan Fian ikut bergabung" kataku


"Iya tentu saja." kata Juno


Fian dan Doni datang ke kantor aku.


"Kalian sudah menunggu lama" kata Fian


"Maaf kami baru datang" kata Doni


"Tidak.. pak fian" kata Sheila


"Duduk Fian" kataku


"Iya" kata Doni


"Iya sayang kamu kangen ya" kata Fian


"Kamu..malu tahu di depan orang lain" kataku


"Tidak apa apa bu Keira.. Romantis saja kalian" kata Sheila


"Kalian mau makan apa? " tanya Juno


"Nasi goreng saja" kataku


"Sama kita" kata Fian


"Aku juga ingin nasi goreng" kata Sheila


"Ya sudah nasi goreng 5" kata Juno


Kak Yola datang ke kantor dan ikut bergabung.


"Aku juga lapar boleh gabung. " kata Yola


"Ya ampun bu Yola ingin gabung juga." kata Sheila


"Memangnya tidak boleh?" tanya Yola


"Iya tidak apa apa" kataku

__ADS_1


"Yola.. kenapa kamu makan di sini? kenapa tidak di butik kamu saja? " tanya Fian


"Aku ingin makan dengan kamu di sana membosankan. " kata Yola


"Ya sudah kamu makan saja.. Kamu jangan berisik." kata Fian


"Sudah makan saja" kataku


"Iya benar nanti dingin" kata Juno


"Hebat ya.. Bu Keira tidak cemburu sama bu Yola, tapi untuk apa juga cemburu bu Keira jauh lebih baik. " kata Sheila


"Maksud kamu apa?" kata Yola sambil berteriak


"Sheila benar istri aku yang terbaik jadi untuk apa cemburu terhadap kamu. " kata Fian


"Fian kamu begitu banget terhadap aku" kata Yola


"Istirahat sudah selesai kita lanjut lagi. " kata Juno


"Iya.. Fian kamu ke kantor lagi hampir jam masuk." kataku


"Iya istriku.. Dadah" kata Fian


"Dadah pak Fian" kata Sheila


"Iya Sheila. " kata Fian


"Antar aku ya Fian" kata Yola


"Kamu bawa mobil sendiri saja. Kenapa aku harus mengatar kamu pulang?" kata Fian


"Kenapa kamu tidak ingin mengantar aku? " kata Yola


"Tidak.. Aku harus ke kantor" kata Fian


"Ya sudah " kata Yola


Fian dan yola pergi dari kantor aku.


"Bu Keira.. Kita mulai pemotretan" kata Juno


"Iya.. " kataku


Selesai pekerjaan, aku langsung pulang ke rumah. Aku menyiapkan makan malam. Untuk Fian. Sampai aku ketiduran karena telah menunggu dia. Sampai malam pun dia belum juga pulang.


Fian pun akhirnya pulang disaat aku sedang tidur.


"Keira.. Kamu tidur di meja makan. Pasti kamu sudah lama menunggu lama. Maafkan aku ya.. Tadi aku benar benar sibuk" kata Fian sambil mengusap rambut aku.


Aku terbangun dari tidur.


"Kamu sudah pulang Fian.. Kenapa malam sekali? " tanyaku


"Iya.. Maafkan aku tadi aku banyak tugas" kata Fian


"Oh begitu.. Ya sudah kamu makan saja" kataku


"Iya.. Aku akan makan" kata Fian


Selesai makan malam, Fian langsung tertidur dengan cepat.


"Fian.. Kamu sudah tidur pasti kamu sangat capek. Selamat malam Fian dan aku mencintai kamu" kataku sambil mencium Fian

__ADS_1


"Ah.. Ada yang bilang sayang sambil mencium aku" kata Fian


"Kamu tidak tidur? Berarti kamu mendengar ucapan aku" kataku


__ADS_2