
Papi langsung menemui aku di kantor dan bicara soal tender itu. Lalu, aku bicara kalau aku sudah kalah oleh CEO Fian Abimanyu dari Wardun GROUP. Papi langsung terlihat kesal.
"Hai Keira.. Kamu lagi sibuk? "tanya papi
"Tidak.. Ini hanya sedikit tugas yang dikerjakan oleh aku" kataku
"Putriku.. Bagaimana tender tadi kamu menang, bukan? " tanya papi
"Sebenarnya aku kalah oleh Wardun GROUP." jawabku
"Wardun GROUP.. Jadi Abimanyu masih menjadi CEO di perusahaan itu." kata papi
"Pak Abimanyu.. Bukan CEO itu bernama Fian Abimanyu" kataku
"Jadi, dia juga menjadikan anaknya sebagai CEO. " kata papi
"Papi kenal dengan mereka?" tanyaku
"Iya.. Sebenarnya pak Abimanyu itu saingan bisnis papi dari dahulu. " jawab papi
"Sebenarnya aku sudah pelajari sejak lama jadi aku merasa ada yang aneh saat aku kalah dan Fian itu orangnya menyebalkan jadi aku rasa dia curang." kataku
"Bisa jadi.. Pak Abimanyu dahulu pernah curang dalam bisnis dan papi yakin kamu itu akan memenangkan tender karena kamu itu selalu berhasil bersaing dengan yang lain. " kata papi
"Ya sudahlah.. Tapi Besok aku harus ketemu dengan Fian ada sesuatu yang dia ingin bicarakan papi.." kataku
"Jadi besok Fian dan kamu akan bertemu" kata papi
"Iya.. " kataku
"Begitu.. Mami bilang besok ingin ketemu dengan Doni bisa? " tanya papi
"Bisa nanti aku kabarin Doni." kataku
"Kalau begitu papi harus pergi lagi. Maaf ya sayang" kata papi
"Kenapa medadak? " tanyaku
"Ada pertemuan penting" kata papi
"Begitu.. Papi hati hati di jalan." kataku
"Siap." kata Papi
Saat aku ke Wardun GROUP, aku bertemu Liana sekretaris dari Fian dan dia bilang kalau Fian sudah menunggu di ruangannya.
"Bu Keira.. Pak Fian sudah menunggu bu Keira di ruangan kerjanya" kata Liana.
"Iya.. " kataku
Aku langsung masuk ke ruangan Fian.
__ADS_1
"Halo Keira.. Akhirnya datang juga, kamu cantik banget hari ini. " kata Fian
"Apaan sih.. Anda ketemu saya hanya untuk memuji terima kasih tapi ini gak penting. " kataku
"Bagaimana kabar kamu hari ini?" tanya Fian
"Baik.. " kataku
"Jutek banget.. Kalau kamu senyum kamu jadi lebih cantik lagi" kata Fian
"Iya pak Fian.. Ada yang ingin anda katakan pada saya? " tanyaku sambil tersenyum
"Ya udah aku cuma mau bicara soal tender itu bisa diulang minggu depan asal kamu mau kencan malam ini." kata Fian
"Apa? Gak.. Saya tidak bisa kencan dengan anda saya sudah punya Doni. " kataku
"Kenapa sih kamu menolak ajakan saya? Kamu tahu gak ini pertama kalinya saya mengajak wanita berkenaan dengan saya. Apa sih kelebihan dia dari pada aku? Dia itu hanya pelayan kafe. " tanya Fian sambil heran
"Dia memang pelayan kafe tapi dia itu sangat baik, pengertian, setia, dan sayang banget sama saya. Kalau dengan kencan tender itu bisa jadi milik saya saya lebih baik tidak dapatkan tender itu " kataku
"Aku juga baik dan sangat sayang sama kamu ra.. Dan tender ini penting buat kamu jadi, aku akan berikan ini sama kamu"kata Fian
"Gila ya.. Saya udah punya pacar tapi kenapa kamu masih deketin saya. Bagaimana caranya buat pak Fian mengerti saya? " kataku
"Aku gak pernah mencintai seseorang dan kamu yang pertama yang bisa membuat aku selalu mengingat kamu. " kata Fian
"Maaf pak Fian tapi saya tidak mencintai anda saya hanya cinta sama Doni dan saya akan segera menikah dengan Doni. " kataku
"Kenapa sih gak mengerti juga? Saya cintanya sama Doni. Dan saya sangat yakin dengan keputusan saya ini" kataku
"Kamu gak tahu kata lagu cinta itu bisa tumbuh karena telah terbiasa. Jadi, kalau kita terbiasa bersama kita pasti bisa saling cinta" Kata Fian
"Itu lagu.. Dan saya tidak akan bisa terbiasa dengan anda." kataku
"Tapi kenapa saya ragu? Saya rasa suatu saat kamu akan mencintai saya sedalam saya mencintai kamu" kata Fian
"Ah.. Terserah pak Fian" kataku sambil kesal
"Tender itu tetap bisa jadi milik kamu" kata Fian
"Sudahlah.. Pak Fian" kataku
Tiba tiba ada pak Abimanyu datang ke ruangan Fian.
"Dia ini siapa? " tanya pak Abimanyu
"Dia itu CEO fantasi GROUP Keira Hardianto anak dari pak Hardianto." kata Fian
"Apa.. Ada apa kamu kesini? " tanya pak Abimanyu
"Saya kesini karena di ajak bicara oleh Fian anak pak Abimanyu" kataku
__ADS_1
"Oh iya.. Boleh saya ketemu pak Hardianto? " tanya pak Abimanyu
"Boleh tapi papi ada di kantor. " kataku
Lalu, pak Abimanyu pun menemui papi di Fantasi GROUP.
"Ada apa pak Abimanyu?" tanya Desi
"Saya ingin bertemu pak Hardianto. " jawab pak Abimanyu
"Ada di ruangan ibu Keira, pak" kata Desi
Mereka pun berbicara..
"Hardianto.. Akhirnya kita ketemu. " kata pak abimanyu
"Abimanyu ada apa?" tanya papi
"Aku kesini ingin ngobrol soal perusahaan. " kata pak Abimanyu
"Aku udah tahu kalau kamu curang dulu dan sekarang anak kamu juga curang menghadapi anak saya." kata papi
"Fian itu bukan curang tapi dia cerdas. " kata pak Abimnayu
"Maksud kamu anak saya tidak cerdas. " kata papi
"Jangan sensitif dong pak Hardianto." kata pak Abimanyu
"Udahlah.. Tender akan diulang lagi minggu depan jadi siap siap Fian akan dikalahkan oleh Keira. " kata papi
"Anak sama bapak saya gak mau kalah terlalu berambisi" kata pak Abimanyu
"Anak saya memang seharusnya menang tapi karena anak anda yang curang" kata papi
"Kalau kalah itu terima jangan menyalahkan orang lain" kata pak Abimanyu
"Hanya itu saja yang ingin anda katakan pada saya" kata papi
"Tidak saya juga ingin bicarakan bisnis dengan anda" kata pak Abimanyu
"Baik.. Tapi kita jangan bicara di sini" kata papi.
Papi dan pak Abimanyu pergi ke suatu tempat dan mereka menjadi rekan bisnis. Aku langsung pulang ke rumah karena kesal dengan Fian. Aku pergi ke kamar. Lalu, Doni menelepon aku agar aku tidak usah kesal. Dia bilang aku sama kamu tetap bersama selama kita saling cinta dan orang tua kamu merestui hubungan kita berdua. Aku senang banget mendengar kata kata Doni. Sampai aku lupa bahwa Fian bisa melakukan apa saja agar membuat aku jauh dari Doni. Fian itu sangat Ambisius untuk bisa bersama aku. Saat malam hari, Doni menemui aku.
"Kamu udah gak marah lagi, kan? " tanya Doni
"Iya.. Kamu ada disini, sejak kapan?" tanyaku
"Dari tadi saat kamu masuk ke kamar kamu dan menelepon aku" kata Doni
"Kenapa gak bilang? " tanyaku
__ADS_1
"Sengaja biar kejutan" kata Doni