Satu Impianku

Satu Impianku
Fian Sudah Siuman


__ADS_3

Operasi pun selesai dan dokter berkata..


"Dok.. Bagaimana keadaan suami saya? " tanyaku dengan sangat khawatir


"Operasi telah berjalan lancar tinggal menunggu pak Fian siuman." kata dokter


"Tapi anak saya tidak apa apa, kan? " tanya mama


"Iya dokter bagaimana?" tanya papa


"Iya pak bu semuanya akan baik baik saja" kata dokter


"Syukurlah.. " kata mami


"Semoga cepat siuman" kata papi


"Iya.. Amin" kata Liana, Yola dan Yudha


"Fian.. Cepat bangun kamu harus siuman aku mohon..." kataku


"Lo lihat Yola.. Mereka itu saling cinta jadi jangan ganggu Fian" kata Yudha


"Apaan sih.. Gue lebih baik dari Keira" kata Yola


"Yang cocok untuk Fian itu Keira doa bahkan mendengarkan darah dia untuk Fian" kata Yudha


"Kalau saya punya darah yang sama juga pasti saya donorkan untuk Fian" kata Yola


"Ya sudah.. Intinya kamu harus menjaga jarak dengan Fian" kata Yudha


"Kamu doakan saja ya Keira.. Kamu jangan menangis lagi ya.. " kata Juno


"Terima kasih kak karena kak Juno juga Fian bisa operasi" kataku


"Itu gunanya teman bahkan kamu sudah seperti adik aku sendiri" kata Juno


"Jun.. Gue mau bicara berdua" kata yudha


"Boleh.. " kata Juno


Mereka pun menjauh dari ruangan Fian.


"Gue tahu lo suka sama Keira sebaiknya lupakan perasaan lo." kata Yudha


"Itu bukan urusan lo jadi tidak perlu ikut campur" kata Juno


"Fian sangat mencintai Keira begitu juga Keira" kata Yudha


"Apa lo yakin Keira juga merasakan hal yang sama? " tanya Juno


"Yakin.. Lo tidak lihat betapa cemasnya Keira melihat keadaan Fian" kata Yudha


"Terserah" kata Juno sambil pergi meninggalkan yudha


"Gila itu orang sombong banget" kata Yudha


Mereka pun kembali dan aku terus melihat Fian.


"Kamu tahu Fian.. Aku sangat khawatir perasaan aku tidak menentu melihat keadaan kamu. Aku sayang sama kamu Fian " kataku


Lalu, Fian siuman.


"Ra.. Keira" kata Fian sambil membuka mata dengan suara yang kecil


"Fian kamu sudah bangun.. "kataku


"Iya mendengar kamu menangis mana mungkin aku tidak bangun aku sudah bilang kalau kamu menangis itu berisik bisa membuat aku terbangun" kata Fian


"Kamu bercanda terus lagi sakit juga.. "kataku


"Tadi aku dengar ada yang bilang sayang pasti kamu bilang sayang kepada aku." kata Fian

__ADS_1


"Itu.. Karena aku khawatir saja tidak sengaja bilang sayang. " kataku


"Dasar istri aku tidak mau mengakui dan tidak mau kalah" kata Fian


"Kamu jangan salah paham tadi aku hanya salah bicara" kataku


"Ya sudah.. Biar aku saja yang bilang kalau aku sayang sama kamu Keira Hardianto sayang dan cinta bahkan sampai maut memisahkan" kata Fian


"Mm.. Lagi sakit masih saja.. Oh iya.. Kamu tahu aku dan kak Juno mendonorkan darah untuk kamu. Kak Juno itu ternyata baik" kataku


"Juno.. Dia.. Serius kamu.." kata Fian sambil tak percaya


"Iya.. Kak Juno baik banget mau mendonorkan darah dia untuk kamu" kataku


"Ya sudah panggil dia aku mau bicara. " kata Fian


"Untuk apa? Kamu itu masih sakit baru saja siuman. Jangan mencari masalah lagi" kataku


"Tidak.. Aku hanya mau berterima kasih kepada dia" kata Fian


"Ya sudah.. Kamu tunggu" kataku


"Iya.. " kata Fian


Semua orang pun masuk ke ruangan Fian.


"Sayang.. Kamu sudah sadar" kata mama


"Iya mama.." kata Fian


"Kamu membuat papa khawatir saja" kata papa


"Maaf papa" kata Fian


"Syukurlah kamu sudah sadar Fian" kata mami


"Kamu sudah bangun" kata papi


"Iya.. Terima kasih Mami.. Papi.. Papa.. Mama " kata Fian


"Mama sangat bersyukur kamu sudah sadar" kata mama


"Iya.. " kata papa


"Kalian boleh keluar dulu aku mau bicara berdua dengan Juno?" tanya Fian


"Iya boleh.. Tapi jangan terlalu lama ya" kata mama


"Iya mama.. " kata Fian


Aku mencari kak Juno dan bilang kepada dia kalau Fian mau bicara berdua. Mereka pun bicara berdua.


"Ada apa pak Fian?" tanya Juno


"Terima kasih Juno.. Sudah mau mendonorkan darah untuk saya" kata Fian


"Sama sama pak Fian tapi saya melakukan ini hanya untuk Keira. Saya tidak bisa melihat dia bersedih hati. " kata Juno


"Saya berhutang nyawa kepada kamu. " kata Fian


"Tidak perlu saya hanya tidak bisa melihat Keira sedih itu saja" kata Juno


"Itu lagi alasan kamu.. Saya sudah bilang lupakan perasaan anda karena saya tidak akan pernah melepaskan Keira. " kata Fian


"Saya keluar dulu" kata Juno


Juno pergi dari ruangan Fian. Keadaan Fian mulai semakin membaik.


"Dokter.. berapa lama saya dirawat di sini?" tanya Fian


"3 hari lagi.. Supaya kondisi pak Fian menjadi lebih baik. " kata dokter

__ADS_1


"Masih lama.. Padahal saya sudah bosan di sini. Saya kangen rumah saya" kata Fian


"Sudah kamu turuti saja apa yang dikatakan dokter." kataku


"Iya sayang" kata Fian


"Sekali lagi kamu bilang sayang aku akan memukul kamu" kataku


"Jangan.. Aku bisa sakit lagi" kata Fian


"Ya sudah.. Diam saja kamu" kataku


"Iya istri aku" kata Fian


Lalu, semua orang masuk ke ruangan Fian.


"Bagaimana dokter? " tanya mama


"3 hari lagi baru boleh pulang" kata dokter


"Begitu.. Terima kasih dokter" kata papa


"Sama sama.. Saya permisi" kata dokter


Dokter keluar dari ruangan Fian.


"Kamu mau makan apa, Fian? " tanya papa


"Aku mau mie ayam" kata Fian


"Tidak boleh.. Papa juga malah bertanya mau Fian apa. " kata mama


"Fian kamu makan yang sehat dulu ya.." kata mami


"Supaya cepat sembuh.. " kata papi


"Iya papa mama mami papi Keira" kata Fian


"Ada yang sakit tidak"? " tanya Yudha


"Iya.. Fian kalau sakit bilang saja" kata Yola


"Tidak.. Kalau sakit juga aku akan bilang kepada Keira supaya dia merawat aku " kata Fian


"Fian.." kataku


"Dasar.. Masih saja bisa merayu istri dalam keadaan seperti ini. Ternyata sudah sembuh ya.. " kata Yudha


"Pasti.. Fian itu orang yang hebat" kata Fian


"Masih saja.. " kata Yudha


3 hari sudah berlalu dan Fian bisa pulang ke rumah. Akhirnya Fian sampai di rumah.


"Akhirnya.. Aku bisa berada di rumah" kata Fian


"Kamu duduk saja.. " kataku


"Iya.." kata Fian sambil mengerjakan tugas.


"Sudah itu nanti saja.. Kamu istirahat saja" kataku


"Tapi banyak tugas yang masih belum aku kerjakan" kata Fian


"Itu bisa nanti.. Kamu lebih baik istirahat" kataku


"Iya.. Istri aku memang perhatian" kata Fian


"Iya.. " kataku


"Papa dan mama sudah pulang ke rumah, kan?" tanya Fian

__ADS_1


"Sudah.. " jawabku


"Bagus.. Karena mereka selalu tidak bisa meninggalkan aku kalau aku sakit tapi sekarang mereka percaya aku baik baik saja karena ada kamu" kata Fian


__ADS_2