
Aku bingung apa yang harus aku lakuin. Doni menelepon..
"Kamu lagi istirahat, kan? Cepet kesini makan siang bareng jangan terlalu capek kerjanya. " kata Doni
"Aku akan ketemu kamu, aku ke sana." kataku
Saat aku ketemu Doni...
"Hai Doni.. " sapaku
"Hai Kei.. Mau makan nasi goreng atau yang lain?" tanya Doni
"Apa aja" kataku
"Ya udah.. " kata Doni
Lalu, Fian datang dan bilang kalau waktu yang diberikan untuk memutuskan Doni adalah 3 hari.
"Hai Ra.. Kamu inget kan waktu itu aku bilang kamu cuma punya waktu 3 hari.." kata fian
"Iya.. Berisik, ngapain sih kesini? " kataku sambil kesal
"Aku mau ketemu kamu." kata Fian
"Ada pak Fian, mau makan apa pak? " tanya Doni
"Saya mau mie goreng." kata Fian
"Baik pak. " kata Doni
Doni mengambil makanan. Fian terus berbicara padaku.
"Kamu harus siap ya.." kata Fian
"Diam kamu.. " kataku
Hari pertama pun terlewatkan dan aku masih belum bisa bilang soal rencana pernikahan aku dengan Fian ke Doni. Aku gak bisa dan gak mau putus sama Doni tapi aku juga gak bisa nolak kemauan papi dan mami karena perusahaan fantasi group adalah kenangan keluarga mereka. Hari kedua aku jalan jalan bersama dengan doni sampai pada malam hari saat melihat bintang..
"Bintang jatuh.. Make a wish yuk kita berdoa" kata doni
"Oke.. " kataku
Dalam hati aku berharap kita bisa bersatu dengan Doni walau pada akhirnya kita harus putus.
"Kamu udah.." kata Doni
"Iya kamu minta apa, Don?" tanyaku
"Aku minta agar kita dipertemukan dalam ikatan pernikahan dan aku harap kamu adalah jodoh aku, Kei" kata Doni sambil menatap mataku
"Amin.. Semoga itu bisa terjadi" kataku sambil merasa sedih
"Kamu apa?" tanya Doni
"Aku juga berharap kalau kita jodoh. Seandainya itu adalah kenyataan aku pasti bahagia" kataku
"Amin.. Semoga aja ya aku akan buat kamu menjadi wanita yang paling bahagia" kata Doni
"Iya.. Aku percaya sama kamu" kataku
"Aku antar kamu pulang ya.. Udah malam" kata Doni
__ADS_1
"Iya.. " kataku
Doni mengantar aku pulang pulang ke rumah.
"Sampai.. Masuk dan istirahat ya.. Kei" kata Doni
"Iya.. Kamu hati hati di jalan" kataku
"Siap.. " kata Doni
"Aku masuk ya.." kataku
"Iya.. Aku mau lihat kamu masuk rumah dulu baru aku akan pulang" kata Doni
"Iya.. " kataku sambil masuk rumah.
Rasanya aku jahat banget karena sebentar lagi aku akan menikah dengan Fian meski aku tak menginginkan pernikahan ini. Hari ketiga pun datang aku tak ingat kalau hari ini adalah hari ulang tahun Doni dan aku akan memberikan kado terburuk diulang tahunnya karena harus melepaskannya.
"Hai keira, kamu cantik banget malam ini" kata Doni sambil melihatku
"Makasih.. Selamat ulang tahun Doni semoga keinginan kamu terwujud. " kataku
"Salah satu keinginan aku udah terwujud yaitu memiliki wanita terbaik didunia yaitu kamu Kei" kata Doni
"Mm.. Aku mungkin bukan yang terbaik buat kamu Don.. Masih banyak wanita yang lebih baik dari aku" kataku sambil meneteskannya air mata
"Kamu kenapa bilang gitu dan kenapa kamu nangis?" tanya Doni
"Aku.. Aku mau kita putus Doni. Lupakan aku dan semua tentang kita. Kita harus berakhir di sini" kataku sambil menangis
"Putus.. Kamu becanda ya.. Ini kado ulang tahun aku, gak lucu Kei.." kata Doni
"Aku serius aku memang jahat tapi ini keputusan yang tepat meski menyakitkan " kataku
"Kamu gak salah aku yang salah" kataku
"Kamu jujur sama aku Kei.. " kata Doni
"Aku.." kataku
"Aku apa? Bilang! " tanya Doni
"Aku harus menikah dengan Fian karena Fian telah membantu keluarga aku terutama perusahaan milik papi yang terancam bangkrut. Aku juga gak bisa putus sama kamu tapi ini jalan terbaik, maaf" kataku
"Gak jangan maaf... jangan putus.. Aku gak bisa putus sama kamu. Kamu wanita yang terbaik buat aku. Aku bahagia sama kamu Keira.. " kata Doni
"Maaf Doni.. Aku emang jahat sama kamu, aku salah" kataku
"Apa karena aku hanya seorang pelayan kafe? " tanya Doni
"Terserah pendapat kamu apa tapi keputusan aku tetap sama" kataku
Aku pun pergi dari tempat itu dan mungkin malam ini adalah terakhir kalinya aku ke taman ini lagi. Karena menyakitkan jika aku terus melihat taman ini. Lalu, ada Fian datang menemuiku
"Kenapa lagi? Mau apa lagi? " tanyaku
"Maaf Ra.. Aku egois karena aku mencintai kamu" kata Fian
"Cinta.. Berhenti sebut kata itu lagi. Aku benar benar muak mendengar itu dari kamu. Ini bukan cinta tapi ambisi kamu. " kataku
"Tapi.. Aku tulus sayang sama kamu" kata Fian
__ADS_1
"Kalau kamu tulus lepaskan aku.. Bukan ini caranya" kataku
"Itu dia.. Aku gak bisa melepaskan kamu dari hidup aku" kata Fian
"Kamu sangat menyebalkan dan egois" kataku sambil menangis.
"Jangan menangis Keira.. " kata Fian sambil ingin mengusap air mataku
"Tidak" kataku sambil menjauhkan tangan dia dari aku
"Bagaimana kalau kita pulang kamu terlalu capek hari ini? " tanya Fian
"Aku akan pulang tapi tidak dengan kamu" kataku
"Aku mohon.. Kamu sedang seperti ini aku gak mau terjadi hal buruk sama kamu" kata Fian
Akhirnya Fian mengantar aku pulang meski aku tidak mau. Dia tetap saja memaksa aku. Sepertinya keinginan dia harus terwujud. Aku benci sama dia tapi sebentar lagi aku akan menjadi istri dia. Ini benar benar menyiksa aku karena harus melakukan hal yang terpaksa.
"Sudah sampai.. Masuk ya terus istirahat" kata Fian
Lalu, papi dan mami keluar dari rumah.
"Ada Fian? Jadi kamu diantar Fian" kata mami
"Iya.. Oh Tante" kata Fian
"Terima kasih sudah mengantar Keira" kata papi
"Tidak usah.. Justru saya sangat senang bisa mengantar Keira" kata Fian
"Kamu memang pria yang baik" kata mami
"Pergi sana.. " kataku
"Keira.. Kamu jangan seperti itu pada calon suami kamu" kata papi
"Iya.. Aku masuk dulu" kataku sambil masuk rumah.
"Tapi Keira.. " kata papi
"Tidak apa apa. Keira perlu waktu sendiri" kata Fian
"Terima kasih ya.. " kata mami
"Iya tenang aja" kata Fian
Mami langsung masuk ke kamar aku.
"Sayang.." kata mami
"Apa mi? " tanyaku
"Tolong buka hati kamu untuk Fian" kata mami
"Sudahlah.. Meski aku tidak mencintai dia aku juga akan tetap menikah dengan dia." kataku
"Iya tapi.. " kata. Mami
"Aku akan melaksanakan pernikahan ini. Mami dan papi gak usah khawatir" kataku
"Terima kasih ya.. " kata mami
__ADS_1
"Iya.. Sama sama" kataku