
Aku dan Fian pergi ke kantor masing masing.
"Sayang semangat ya.. Jangan terlalu capek. " kata Fian
"Iya.. Kamu juga semangat ya.." kataku
"Asik.. Mulai perhatian ada yang mulai sayang sama aku. " kata Fian
"Apaan sih.. Sudah aku masuk dulu." kataku
"Aku pergi ya.. " kata Fian
Kak Juno menunggu aku di ruangan.
"Selamat pagi bu Keira" kata Juno
"Selamat pagi juga pak Juno" kataku
"Saya datang ke sini di pagi hari untuk bicara dengan bu Keira. " kata Juno
"Ada apa pak Juno?" tanyaku
"Apa bu Keira mencintai pak Fian? " tanya Juno
"Maaf pak Juno tapi itu bukan urusan anda, meski pak Juno teman saya dan kita berteman baik tapi ini masalah pribadi." kataku
"Maaf saya lancang tapi hubungan kalian tidak seperti suami istri apalagi saat ada Yola." kata Juno
"Ya.. Aku memang tidak cemburu dengan kak Yola karena aku percaya Fian itu setia terhadap aku jadi aku tidak perlu khawatir" kataku
"Ya sudah saya pamit kalau begitu. " kata Juno
"Iya silahkan." kataku
Lalu Sheila dan Doni datang ke kantor untuk membicarakan pekerjaan. Dan Doni bicara berdua dengan aku.
"Selamat pagi bu Keira... " kata Sheila
"Selamat pagi bu Keira" kata Doni
"Selamat pagi.. Kalian sudah datang, silahkan duduk" kataku
"Saya boleh bicara berdua dengan bu Keira. " kata Doni
"Ya.. " kataku
Kami pun bicara..
"Pak Juno sudah tahu soal kita dulu bu Keira." kata Doni
"Pantas saja.. Tadi pak Juno datang ke sini dan bicara soal hubungan aku dan Fian. " kataku
"Maaf ya Kei.. Aku jujur dengan pak Juno." kata Doni
"Tidak apa apa.. Untuk apa bohong juga kalau soal hubungan aku itu bukan salah kamu doni jadi tidak perlu merasa tidak enak dengan aku" kataku
"Iya.. Tapi kamu sebaiknya jangan terlalu dekat dengan pak Juno kalau menurut aku dia suka sama kamu. " kata Doni
__ADS_1
"Masa.. Tidak mungkin dia itu rekan kerja aku dan sudah seperti kakak untuk aku. Aku dan dia juga berteman." kataku
"Kita itu tidak tahu perasaan orang Kei.. " kata Doni
"Terima kasih.. Kamu masih peduli sama aku padahal aku salah sama kamu dulu maaf ya Don.." kataku
"Bukan salah kamu mungkin keadaan, takdir membawa kamu kepada pak Fian mau dulu aku berusaha dekat dengan kamu. Kamu akan tetap menikah dengan pak Fian karena jodoh kamu itu pak Fian. Jadi aku bisa apa? " tanya Doni
"Kamu baik Don.. Sheila sangat cocok untuk kamu kalian itu dekat kenapa tidak coba saja? " Kataku
"Ya.. Aku memang dekat dengan sheila tapi aku tidak sayang sama dia dan hubungan itu bukan untuk dicoba." kata Doni
"Ya kamu benar.. Aku doakan yang terbaik untuk kalian " kataku
"Terima kasih Keira" kata Doni
Lalu, aku dan Doni kembali bertemu Sheila.
"Hari ini aku ingin membahas tentang brand ambassador kita pak Juno" kataku
"Ada apa bu Keira? Apa ada masalah? " tanya Sheila
"Tidak.. Saya hanya melihat perkembangan penjualan kita mulai meningkat jadi saya akan tetap mempertahankan pak Juno" kataku
"Saya setuju bu.. Karena dari penilaian saya juga seperti itu" kata Sheila
"Bagaimana dengan pertemuan besok? " tanya Doni
"Pertemuan apa?" tanyaku
"Begitu.. Saya pasti datang" kataku
"Terima kasih.. Pasti kami juga akan mempersiapkan acara secara resmi" kata Sheila
"Iya.. " kataku
"Kalau begitu kami pergi ke kantor masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan" kata Sheila
"Permisi.. " kata Doni
Pembicaraan itu di lihat oleh Yola dan Yola menemui Fian.
"Fian ternyata Doni itu mantan pacar Keira" kata Yola
"Iya.. Memangnya kenapa? " tanya Fian
"Sepertinya mereka saling cinta.. Kenapa kamu menikah dengan wanita yang masih cinta sama pria lain?" tanya Yola
"Keira sudah tidak ada perasaan dengan Doni jadi kamu jangan bilang hal seperti itu tentang Keira. Dan kamu jangan mencampuri hubungan aku dengan Keira" kata Fian
"Kamu membela Keira sampai seperti itu." kata Yola
"Iya jelas.. Dia itu istri aku." kata Fian
"Kenapa? Apa aku tidak ada artinya untuk kamu? " tanya Yola
"Cukup Yola.. Aku sudah bilang kepada kamu kalau aku hanya mencintai Keira dan kita hanya teman baik itu saja. Aku menghargai kamu karena kamu teman dari Yudha" kata Fian
__ADS_1
"Kalau begitu aku pergi.. Aku tidak ingin kita berdebat karena hal ini" kata Yola
"Iya.. Sebaiknya begitu" kata Fian
Yola pun pergi dari kantor Fian dan Fian menjemput aku di kantor dan Fian bersama liana.
"Ada liana juga.. Kamu ikut Fian" kataku
"Iya bu Keira karena ada masalah dengan kendaraan saya dan pak Fian menawarkan saya, maaf ya.. " kata Liana
"Kenapa minta maaf? Iya tidak apa apa.. Justru saya senang pak Fian mulai baik dengan pegawai dia. Dia sudah tidak terlalu galak dengan pegawai lain, kan?" tanyaku
"Iya semenjak bu Keira jadi istri pak Fian pak Fian menjadi orang yang sangat baik. " kata Liana
"Jadi maksud kamu saya tidak baik Liana?" tanya Fian
"Kamu.. Liana itu memuji perubahan kamu tahu" kataku
"Iya maafkan saya.. Bu Keira ini istri terbaik untuk saya" kata Fian
"Ya ampun romantis banget pak Fian dengan bu Keira. Tadi aja pak Fian membela bu Keira dihadapkan bu Yola, pak Fian sudah percaya dan cinta banget dengan bu Keira" kata Liana
"Oh iya.. Tadi Kak Yola datang ke kantor kamu. Untuk apa? " tanyaku
"Biasa dia itu bicara hal yang tidak penting" kata Fian
"Kamu jangan begitu dengan dia, kak Yola itu teman lama kamu" kataku
"Iya.. Keira" kata Fian
Liana sampai di rumahnya.
"Terima kasih banyak bu Keira.. Pak Fian" kata Liana
"Sama sama.. " kataku
"Iya.." kata Fian
Kami sampai di rumah.
"Akhirnya ada di rumah bersama istri aku" kata Fian
"Dasar.. " kataku
"Kenapa? Aku tidak boleh merindukan istri aku" kata Fian
"Setiap hari kita bertemu kamu bilang rindu.. Ya ampun" kataku
"Apa salah? Aku merindukan istri aku setiap hari setiap waktu" kata Fian
"Tadi kak Yola curiga dengan hubungan kita? " tanyaku
"Kenapa dengan hubungan kita? Dia tidak perlu curiga karena kita memang suami istri" kata Fian
"Terserah kamu saja" kataku
Aku merasa Fian suami yang baik untuk aku dan dia sangat mencintai aku dengan tulus. Meski aku tidak mencintai dia tapi dia tetap setia terhadap aku. Dia tetap bersikap biasa kepada Yola. Andai pertemuan kita bukan dengan cara seperti ini. Aku pasti sudah mencintai dia. Aku masih merasa bersalah dengan Doni.
__ADS_1