
Tina pada saat itu berada di samping mama nya, melihat syalu mengabai kan perkataan mama nya ia merasa kesal kepada syalu dan langsung naik ke atas menghampiri syalu.
" hei syalu berhenti di situ" sahut Tina membela mama nya dengan berteriak kepada syalu.
" ada apa lagi sih ka Tina, aku sudah cape mau istirahat" sahut syalu kepada Tina sambil tetap ber jalan ke atas memasuki kamar nya.
" syalu kamu ini ya membuat ku kenal saja" sahut Tina mengikuti naik ke atas dan membuka pintu kamar.
" ada apa kak Tina kan, ku sudah bilang aku cape mau istirahat" sahut syalu males untuk membahas tentang hal itu dengan Tina.
" kamu keterlaluan ya sudah, mengabai kan mama tadi bawah ia bertanya sama kamu" sahut Tina sambil menarik tangan syalu.
" apa kata kakak, aku keterlaluan kepada mama yang lebih keterlaluan itu di sini itu siapa aku atau mama" sahut syalu dengan marah dan menangis, di hadapan Tina dan membuka pintu lemari untuk mengambil sebuah foto dan menunjuk kan kepada Tina.
__ADS_1
" hei kamu mau apa sih Tina, yang aku mau kamu itu menghargai mama bukan mengabai nya" sahut Tina kepada syalu lagi.
" kakak lihat foto ini selama ini mama sudah tidak peduli sama aku, ia hanya peduli dan sayang sama kakak saja, dan lihat lah semua foto ini dan ini juga, ia memeluk mu dan mencium mu di pelupuk an nya dan ia selalu membelakangi aku. seakan-akan aku ini tidak ada bagi nya ia yang selama ini mengabai kan ku dan sudah keterlaluan sama aku dan kakak masih membela nya bahwa aku yang keterlaluan" sahut syalu kepada Tina.
bukan seperti itu syalu kakak, hanya ingin kau" sahut Tina kepada syalu dengan memeluk nya.
"sudah lah kak lebih baik Kakak pergi, dan keluar dari kamar ku sekarang" sahut syalu mendorong Tina untuk pergi dari kamar nya.
" tidak Kaka tidak akan pergi dari sini, karena ini juga kamar ku" sahut Tina sambil melempar bantal kepada syalu bantal di atas ranjang Tina. dan begitu juga sebaliknya mereka saling melempar bantal ke muka masing masing dan syalu menarik sebuah gorden nya, untuk menutupi sebagai penyekat ranjang Tina karena
setelah itu berakhir syalu bersiap siap untuk pergi ke konser nya Samuel, dan sayang nya ia tidak punya duit sama sekali dan memberi kan isyarat,kepada Tina biar ia memberikan uang nya kepada syalu. ia membuka gorden dan melihat Tina lagi membaca sebuah buku sambil tengkurap di ranjang nya dan ia berkata.
" huuh aku miskin sekali,masa mau pergi saja tidak punya uang, ya tuhan kasihani lah si syalu ini" sahut syalu sambil melirik ke arah Tina berharap untuk di beri kan uang nya.
__ADS_1
setelah itu Tina pun meranjak dari kasur nya, dan mengambil sebuah tas yang berbeda di samping nya, dan merogoh sebuah dompet dan melempar kan nya kepada syalu,dan duduk melihat syalu.
" kamu mau uang emang nya kamu mau pergi kemana di malam ini" sahut Tina kepada syalu sambil melempar kan dompet nya.
" huuh maaf ya, kakak aku sudah tidak butuh lagi uang mu nih aku kembali kan dompet mu" sahut syalu sambil melempar lagi dompet kosong, kepada Tina yang uang nya sudah syalu ambil semua di dalam dompet tersebut.
" apakah kamu sudah memberi tau kan ini kepada mama" sahut Tina sambil melihat syalu yang sedang memakai sepatu nya.
" kakak ku sayang, kamu jangan memberi tau kan ini kepada mama ya pliss" sahut syalu memohon kepada Tina sambil memeluk Tina.
" baik lah, aku tidak akan memberi tau mama asal kan kamu pulang nya jangan terlalu larut malam ya"sahut Tina kepada syalu.
" baik lah kak, aku akan ingat ini dah kakak aku pergi dulu ya" sahut syalu sambil mencium pipi Tina dan pergi meninggal kan Tina.
__ADS_1
" hei kamu ini, sudah besar tidak berubah masih seperti dulu manja dan membuat ku menyayangi mu dengan tingkah nya yg lucu" sahut Tina sambil mengingat waktu masih kecil, dulu selalu ber main bersama dan kemudian syalu melanjutkan membaca buku lagi dan ia pun Ter tidur di ranjang syalu.
Bersambung..........