
malam berikutnya syalu ber siap-siap, untuk pergi ke rumah pak fikram bersama supir tersebut ia membawa tiga apel untuk membangun kan supir yang sedang tertidur tersebut. di jendela yang terbuka ia melempar buah apel tersebut ke dalam kamar.
" gebruk, aduh siapa yang melempar buah apel ini kepada ku mengganggu tidur ku saja" sahut Luigi sambil bangun dan terduduk di ranjang nya dengan mengucek mata nya.
" oh dia belum bangun juga ia, awas aja aku akan melempar buah apel ini lagi kepada nya" sahut syalu sambil memakan buah apel setelah itu di lempar lagi ke jendela tersebut.
" hei siapa kau mengganggu orang tidur saja, melempar buah apel ini ke atas kepala ku" sahut Luigi dengan berteriak kesal sudah dua kali kena ke badan nya dengan beranjak melihat ke arah jendela.
" hei supir bodoh, aku di sini lihat lah ke bawah" sahut syalu dengan melambaikan tangan nya berteriak kepada supir tersebut.
" oh kau rupanya nona, ada apa kau malam hari ke tempat ku ada perlu apa" sahut Luigi sambil memegang erat selimut nya.
" kau turun ke sini supir bodoh, aku ada perlu dengan mu cepat aku tidak memiliki waktu lama" sahut syalu dengan mengajak nya ke rumah pak fikram.
" hoam ada apa kau nona, mengajak ku untuk menyetir mobil di malam hari seperti ini" sahut Luigi sambil menguap di jalan, dengan menyetir kan untuk syalu dan berbicara dalam hati nya, aku kenal dengan jalan an ini seperti menuju ke rumah ku.
__ADS_1
" aku mau ke rumah pak fikram, untuk mengajak nya bekerja sama dengan perusahaan Nugroho" sahut syalu mengakui nya, di depan Luigi dan seketika itu Luigi mengerem secara tiba-tiba, membuat syalu terkejut.
" apa kau mau ke rumah pak fikram, hanya untuk mengajak nya bekerja sama dengan perusahaan Nugroho tersebut" sahut Luigi dengan bertanya kepada syalu, ingin tau kejelasan nya ia menemui ayah nya hanya untuk meminta bekerja sama.
" hei supir bodoh, bisa pelan pelan tidak kalo mau berhenti. yaia lah mau apa lagi ini sangat darurat sekali, untuk perusahaan mama, hei kau mau kemana ayo jalan lagi" sahut syalu sambil memegang tangan Luigi mencegah nya untuk turun dari mobil.
" lepas kan tangan ku, aku tidak mau menyetir mobil bagi gebruk" sahut Luigi menolak permintaan syalu dengan turun dari mobil dan membanting pintu mobil.
" baik lah tidak apa-apa, kalo begitu biar aku saja yang menyetir mobil nya tidak masalah" sahut syalu dengan mengutak Atik, setir mobil dan menyalakan mobil tersebut dengan tidak sengaja.
" oh silahkan saja kalo kau bisa nona, aku akan melihat nya dari sini" sahut Luigi memperhatikan syalu dengan tersenyum.
" hahahaha hei nona kau mau kemana, rumah pak fikram itu ada di depan kenapa kau mengendarai mobil nya mundur ke belakang hahaha" sahut Luigi dengan tertawa bahagia melihat syalu salah arah saat menyetir mobil.
" aku tau jangan tertawai aku terus, awas saja kalau aku bisa mengendarai mobil ini aku akan tinggal kan kau di sini" sahut syalu dengan kesal nya ia langsung tancap gas mobil nya ke depan dan hampir saja menabrak Luigi dan menarik kan mobil nya ke pohon di samping jalan tersebut.
__ADS_1
" eheh eh nona awas injak rem nya" sahut Luigi sambil berteriak kepada syalu dengan panik.
" hah apa rem hei supir bodoh tolong aku, di mana rem nya" sahut syalu dengan panik mencari rem mobil melihat ke sekeliling nya.
" hei injak rem nya? " sahut Luigi sambil berlari menghampiri syalu ke mobil tersebut.
" aaaah gebruk" sahut syalu berteriak keras dan terdiam sejenak karena syok dan gemetar an.
" hei nona kau tidak apa-apa, kah kenapa kamu diam saja jawab aku" sahut Luigi dengan bertanya kepada syalu dengan kondisi nya saat ini.
" tidak, aku tidak apa-apa kok, perbaiki segera mobil nya, kita harus ke rumah pak fikram saat ini juga" sahut syalu menyuruh Luigi untuk memperbaiki kerusakan mobil tersebut yang tidak sengaja menabrak pohon.
" baik lah nona kau hanya bisa menyuruh orang saja tidak bisa kah, kau meminta ku dengan secara baik baik bisa kan" sahut Luigi dengan memegang peralatan bengkel berbicara kepada syalu.
" sudah lah aku males, berdebat dengan mu" sahut syalu meninggal kan tempat untuk mencari tempat duduk di dekat jambatan gantung tersebut.
__ADS_1
setelah itu mereka pun bersiap-siap, melanjutkan perjalanan nya ke rumah pak fikram, dengan terdiam tanpa sepatah kata pun yang terucap dari mereka.
Bersambung.......