
Ke esok an hari nya seperti biasa mereka makan bersama di meja makan, dan langsung pergi sebelum mama nya bangun dan pergi untuk bekerja tapi kali ini syalu sebelum berangkat i menyempatkan diri untuk menemui Risma yang sedang tidur di kamar nya, untuk mencium kening nya secara diam-diam, ia masuk kamar Rismal.
" Ceklek.......
Pintu di buka dengan perlahan, dan ia tidak mau mengganggu tidur mama nya dengan melangkah ke arah Risma.
"mama semoga kau, suatu hari nanti bisa menyayangi ku seperti kak Tina" ujar syalu mencium kening Risma.
Setelah syalu ke luar Risma pun terbangun dari tidurnya, dan ia sebenarnya dari tadi tidak bangun ia berpura-pura tidur di depan syalu karena ia males, untuk berdebat di kamar nya.
" syalu,,,,???? Andai kan kau dan ibumu itu, tidak hadir di tengah tengah keluarga ku' mungkin kejadian nya tidak akan seperti ini" ujar Risma sambil melihat syalu ke luar kamar tidur nya.
" Eh syalu sedang apa kau di kamar nya mama,,????
Tina memergoki syalu saat selesai makan dan menghampiri syalu di ruang keluarga dekat kamar mama nya.
"Ah kak Tina'???? Aku hanya ingin melihat mama, saja mempeng ia masih tidur" ujar syalu sambil berjalan melewati Tina.
" Oh begitu ya' kenapa kamu selalu menghindar dari mama, di saat kita hendak makan bersama" ujar Tina berbalik badan bertanya kepada syalu.
__ADS_1
Seketika itu syalu menghentikan langkahnya dan berbalik badan menjawab pertanyaan Tina.
" Kak cuma itu yang bisa aku lakukan, agar aku bisa merasakan kasih sayang nya' tolong kak Tina jangan memberi tau mama kalo aku selalu ke kamar nya.
"Dek kau tenang saja,,,???? kakak yakni suatu hari nanti mama akan mengakui mu sebagai anak nya, kau bersalah" ujar Tina memeluk nya.
Di sisi lain di perusahaan industri Raditya fikram' menunggu kedatangan syalu untuk mengadakan rapat bersama di ruang rapat tersebut, dan ia menelpon syalu hanya ingin mendengar kabar untuk beralasan.
" drrrrttttt...... drrrrttttt..... drrrrttttt...
" Halo,,,,????? ia di sini syalu palentin, dengan siapa di sana.
"Ah kau,,!!!! lagi....
" Syalu siapa ????yang menelepon mu itu coba kakak lihat sebentar ia "Tina penasaran ingin melihat handphone nya.
" hey' syalu aku harus tunggu kau, berapa lama lagi, secepat nya kau harus berada di perusahaan dalam 10 menit aku tunggu kau di ruangan rapat segera
Dengan langsung mematikan telepon nya, tanpa alasan dan melanjutkan rapat tersebut.
__ADS_1
"Maaf sekali kak Tina,,,aku harus segera pergi ke perusahaan hari ini ada rapat di kantor" ujar syalu meninggal kan kakak nya di ruang tamu.
" Hati hati di jalan dek'???? kalau ada sesuatu hubungi aku saja ya" teriak Tina mencemaskan syalu.
" Iya itu pasti kak Tina" jawab syalu sambil terburu buru,berlari keluar rumah karena kesiangan.
" Anak pembawa sial itu sudah pergi yah " ujar Risma menghampiri Tina.
" Mama,,,,???? sudah cukup ma' Mama jangan pernah menyebut nya anak pembawa sial lagi kepada syalu, dia itu anak mama juga" jawab Tina berbalik badan dan berdebat dengan mama nya.
" Dia itu bukan anak ku' dan juga bukan adik mu,,,!!!!asal kamu tahu saja gara gara, dia dan ibu nya papa mu sekarang meninggal, dan kamu tidak bisa merasakan kasih sayang seorang papa di usia mu yang masih belita, dan ibunya itu sudah menghancurkan kebahagiaan kita sayang" ujar Risma berteriak kepada Tina yang selalu membela syalu.
Adik yang satu ayah dan beda ibu tersebut, karena menurut nya syalu itu tidak salah' atas perselingkuhan yang orang tua nya lakukan pada waktu itu, malah ia sangat menyayangi adik Malang nya itu yang mana dari kecil sampai dewasa' ia tidak pernah merasa kan kasih sayang seorang ibu dengan seutuhnya di terkadang menangis diam-diam, tanpa ada orang yang tau dan batin nya tersiksa' ia selalu mengharapkan.
kasih sayang seorang ibu di samping nya, namun Risma meskipun ia mengangkat nya seorang anak, demi permintaan suaminya pada waktu itu tetapi ia tidak akan pernah bisa menyayangi nya seperti ia menyayangi Tina anak nya sendiri, ia hanya bisa memberi kan nama nya seorang mama untuk syalu panggil, dan memberi kan pendidikan yang sama seperti Tina itu pun tidak luput dari perhatian ia selalu tertuju ke pada Tina dan menyiksa batin syalu.
Meskipun begitu syalu selalu menghormati dan menghargai mama nya dan membantu nya di saat ia ada masalah terkadang ia pun melawan dan membantah nya, namun dalam hati nya ia selalu menyayangi mama nya dan berharap.
Suatu hari nanti mama nya akan menyayangi nya seperti ia menyayangi Tina ia selalu terus berusaha sebisa nya untuk mendapatkan kepercayaan dari mama nya meskipun itu mustahil ia dapat kan.
__ADS_1
Bersambung..........