
Raditya fikram sudah beberapa hari sudah bersama Tina ia menemani nya dan membantu nya, keperluan Tina di butik tersebut dan ia mulai kangen kepada syalu mereka tidak pernah bertemu lagi, selama kejadian pada waktu itu Tina di rawat di rumah sakit.
Dan membuat mereka jarang sekali bertegur sapa mereka sibuk dengan urusan nya masing-masing, dan melupakan sejenak urusan penting mereka berdua hanya ingin sekedar bersama seperti layaknya orang pacaran namun nyatanya mereka tidak bisa terbuka dengan serius dan menyampaikan maksud nya kepada kakaknya Tina, mereka memilih waktu yang tepat untuk memberi tau nya namun belum juga terwujud kan.
" Kamu kemana saja selama beberapa hari ini bersama Samuel syalu" ujar Raditya fikram bertanya kepada syalu, mereka tidak sengaja berpapasan di koridor saat hendak meninggalkan rapat di ruang rapat
" Itu bukan urusan mu Raditya????" ujar syalu langsung meninggalkan tempat tersebut.
" Eh tunggu sebentar!!!! sini ikut dengan ku ke kantor kita bicara dengan empat mata" ujar Raditya fikram menarik tangan syalu dan membawa nya ke kantor.
" Sudah,,,,,,lepaskan tanganku???? Raditya fikram mau apa kau membawa ku kemari" ujar syalu langsung menghampas kan tangan Raditya fikram dengan sekuat tenaga.
" syalu tidak kah kau kangen pada ku" ujar Raditya fikram bertanya kepada syalu sambil langsung memeluk nya dengan erat.
__ADS_1
" Sebenarnya aku juga kangen sama kamu Raditya, tapi entah sampai kapan kita sembunyikan identitas pacar an ini aku belum bisa memberi tau nya saat ini aku belum siap" ujar syalu membalas pelukan hangat dari Raditya fikram.
" Asal kamu tahu saja aku beberapa, hari ini menemani Tina di butik nya karena aku ingin sekali menjalin hubungan erat agar Tina kakak mu itu mau mensetujui hubungan kita" ujar Raditya fikram menjelaskan nya kepada syalu.
" Kamu tidak perlu seperti itu???? Raditya kak Tina itu orang nya gampang di bujuk, aku tau dia pasti akan mensetujui hubungan kita kak Tina itu orang yang baik dan selalu ada di saat aku lagi sedih dan butuh curhat an!!!!! meski pun kak Tina selalu berada di dekat mama tapi ia tidak pernah membenci ku seperti mama membenci ku sejak kecil, kak Tina selalu diam diam menemani ku di saat aku sendiri an, dan sampai sekarang ia selalu membela ku di saat mama memarahi ku" ujar syalu menceritakan tentang keluarga nya kepada Raditya fikram.
" Dan apa kah kau tahu kenapa???? Tante Risma membenci mu karena apa, kamu pernah bertanya kepada Tante tidak" ujar Raditya menyimak cerita nya syalu dan bertanya kepada syalu.
" Aku sempat menanyakan nya, kepada mama namun kak Tina selalu menghentikan pembicaraan kita saat itu mama seperti ingin ia sampaikan kepada ku" ujar syalu menjawab pertanyaan Raditya dan mengingat kembali kejadian tersebut.
" Tidak berkata apa-apa lagi, karna kak Tina langsung menarik tangan mama nya dan membawa nya ke taman rumah. dan aku langsung meninggalkan tempat itu" ujar syalu tidak memperdulikan lagi.
" Pokoknya kamu kalo ada apa apa, sekarang tolong kasih tau aku ya biar aku bisa melindungi mu ok" ujar Raditya fikram sambil berjalan menghampiri syalu di sofa yang lagi duduk.
__ADS_1
" Maksud kamu itu apa???? Raditya kamu kira mama ku itu hewan buas yang seakan akan ingin menerkam ku iya begitu" ujar syalu sambil berdiri di depan Raditya fikram.
" Nggak maksud ku bukan itu, syalu dengarkan aku dulu yuk kita duduk lagi saja" ujar Raditya fikram membujuk nya untuk duduk kembali.
" Aku yakin kok se buasnya hewan ia tidak akan membiarkan anaknya dalam masalah dan tidak lain mama ku sendiri" ujar syalu langsung duduk bersama lagi bersama Raditya fikram.
" Iya sih ???? terkecuali kalo kamu adalah bukan anak kandung nya, itu pasti akan terjadi" ujar Raditya fikram menyampaikan maksud nya kepada syalu.
" Apa kamu bilang!!!! coba katakan lagi kata mu apa aku bukan anak kandung mama begitu" ujar syalu langsung menebak asal asalan.
" Mmmmm' mungkin saja bisa begitu, dan juga sebaliknya" ujar Raditya fikram dengan santai nya ia menjawab pertanyaan syalu kepada nya.
Syalu berpikir mungkin ada benarnya juga perkataan Raditya fikram kepada nya, tanpa ia mengetahui kebenaran nya tersebut dan meskipun begitu, Risma bagi nya ia tetap lah mama nya yang ia sayangi.
__ADS_1
Bersambung......