
setelah kejadian seminggu lalu akhirnya Luigi sudah terbiasa bekerja sama dengan syalu di kantor dan berjalan-jalan bersama nya, kemana pun syalu pergi ia selalu mengantar nya sebagai supir di perusahaan industri tersebut dan ia pun tinggal di sepelah rumah syalu di papiliun milik keluarga Nugroho yang tidak sudah lama di tunggal kan nya.
syalu berolahraga di pagi hari, dan ia sekali an mampir ke rumah Samuel tapi sayang nya ia tidak bertemu dengan Samuel karena itu ia langsung pulang ke rumah dan di. rumah sedang ada tamu tidak lain karyawan yang pemegang saham di perusahaan Nugroho sedang rapat di ruang tamu bersama Risma tidak lain mama nya syalu melihat mereka seakan akan mendesak Risma untuk mundur dari jabatannya sebagai direktur perusahaan tersebut karena menurut mereka seorang perempuan tidak mungkin bisa, menjalankan usaha itu dengan sukses selalu tidak ada peningkatan kualitas sumber daya alam nya dan perdebatan itu membuat syalu tidak tega melihat mama nya terpojok dan tidak ada cara lain lagi selain mengusir mereka pergi dengan cara memberikan makanan pedas kepada mereka yang berbicara omong kosong kepada Risma.
" eh di rumah ada banyak orang tumben sekali, ia" sahut syalu sambil berjalan ke arah ruang makan melewati nya begitu saja.
" eh non syalu baru pulang habis olahraga ia ni non minuman nya" sahut bi Ningsih pengasuh nya waktu ia kecil yang Menganti kan BI iem sebagai pembantu rumah tangga di kediaman keluarga Nugroho.
" bi Ningsih sini" sahut syalu memanggil Ningsih dan bertanya kepada nya.
" ia non syalu ada apa panggil saya" sahut Ningsih menghampiri syalu dengan menundukkan kepalanya.
" itu yang sedang bicara sama mama siapa ya bi" sahut syalu bertanya kepada bi Ningsih.
" aduh di non kirain mah apa, itu non bibi dengar dengar mereka rekan kerja nya nyonya" sahut bi Ningsih sambil menjelaskan kepada syalu.
__ADS_1
" oh rekan kerja mama" sahut syalu sambil berpikir.
" sudah ia non bibi mau ke dapur membuat kue untuk di hidangkan di para tamu itu dan membuat kan minum an nya" sahut bi Ningsih sambil menuju ke dapur.
" bisa saya bantu bibi untuk membuat nya dan menghidangkan makanan ini ke para tamu nya mama" ucap syalu sambil tersenyum kepada bi Ningsih.
" atuh silahkan saja, kalo non syalu bisa bibi jadi terbantu kalo begitu mah" sahut bi Ningsih sambil melihat syalu memasuki bubuk cabai dengan sangat banyak ke makanan tersebut.
" hahaha biar tahu rasa orang orang itu, kepedasan siapa suruh menindas mama ku" sahut syalu sambil tertawa kecil.
". eh non syalu itu bubuk cabai nya terlalu banyak nantinya mereka akan" sahut bi Ningsih sambil melarang syalu.
" ia bapak bapak sekali an, emang bener pendapat mu bagus juga nih aku bawa kan makanan buatan ku sendiri di jamin enak" sahut syalu berjalan menuju mereka mengomentari nya dan menyerahkan makanan tersebut sambil menyuapi mereka satu persatu dengan makanan itu untuk membungkam mulut nya.
" wah Risma anak mu ini, pintar sekali membuat makanan nya" sahut Hartoyo kepada Risma sambil memakan kue dan di sini lain Risma hanya melihat dan tersenyum menatap ke arah syalu, dengan sebentar dan di menit selanjut nya mereka merasa ke pedasan se akan akan mereka merasa telinga dan kepala nya keluar asap karena ke pedesan.
__ADS_1
" ia kan paman kue buatan ku enak, mau coba lagi" sahut syalu dengan menyuapi mereka berkali-kali sampai mereka tidak sabar lagi, dan berdiri mengambil air minum dengan tergesa gesa dan mengambil piring yang di pegang syalu dan di lemarke arah kaki Risma seketika berdiri dan merasa malu dengan kelakuan syalu kepada mereka.
" ini kah yang di ajarkan kamu kepada anak mu untuk menyambut tamu" ucap pak Hartoyo dengan melempar kan pirang yang ber isi kue di dalam nya bubuk cabai yang sangat banyak ke kaki Risma.
" apa ... syalu kau" sahut Risma merasa kecewa kepada syalu dengan marah yang tadi nya Marasa kagum kepada syalu.
" pokoknya saya mau kamu, harus memutuskan apa yang kita buat jika tidak ini akan berlanjut ke pengadilan kalo begitu kami pergi dulu" sahut Baskoro dan yang lainnya pun meninggalkan tempat itu.
" bapak bapak saya mohon, tunggu sebentar ini cuma salah paham" sahut Risma sambil menghadang jalan mereka.
" maaf kami tidak bisa lagi mentoleransi nya lagi" sahut Hartoyo kepada Risma.
" ya sudah kalau begitu kalian pergi saja dari rumah ini" sahut syalu dengan tegas mengusir mereka.
setelah kejadian itu mereka pun tidak henti hentinya
__ADS_1
untuk mengancam dan menurunkan jabatan Risma dengan berbagai cara agar ia menyerah dan menguntungkan mereka.
Bersambung.......