
syalu mempersiapkan baju jas yang cocok untuk supir nya kena kan, itu juga atas ide pak fikram itu sendiri ia langsung memahami, apa maksud pak fikram yang kata kan bahwa supir sangat lah mirip dengan putra nya Raditya fikram.syalu langsungal masuk ke kamar tersebut dan membangun kan Raditya
" Ini berani sekali ia tidur di kamar majikan sendiri, hei supir bodoh bangun pakai lah baju ini, dan pergi bersama ku" sahut syalu menendang bokong nya sambil membangun kan nya naik ke atas ranjang tersebut.
" Aduh sakit siapa lagi yang membangun kan ku pagi buta seperti ini" sahut Raditya fikram berbalik ke arah jendela dan tidak sengaja menendang kaki syalu dan ter jatuh ke atas badan nya.
" Eh eh eh aaah aduh sakit sekali, kau ini supir bodoh sengaja ia menjatuhkan ku biar kau bisa memeluk ku ia jangan harap" Sahut syalu dengan segera mendorong nya, dan terduduk di samping nya.
"Ya maaf aku tidak sengaja, lagian salah kamu sendiri membangun kan orang seperti itu" sahut Raditya fikram menyela omong an nya.
" Sudah lah nih baju nya aku taro di atas sofa, aku tunggu kau di bawah ok" sahut syalu meninggal kan kamar Tersebut dengan kesal.
30 menit kemudian akhirnya Raditya fikram, pun turun memakai baju yang di sediakan oleh syalu dengan selangkah demi selangkah menuruni tangga tersebut. syalu langsung melihat nya penampilan supir nya mengenakan jas tersebut ia cocok sekali untuk menjadi berpura pura, menjadi anak dari paman fikram yaitu Raditya fikram ia langsung ber siul.
" untuk apa kau menyuruhku memakai baju ini" sahut Raditya fikram bertanya kepada syalu dengan penasaran.
__ADS_1
" Sudah lah kamu jangan banyak bicara, ayo cepat ikut aku kira pergi ke perusahaan" sahut syalu menarik dasi nya dengan terbaru buru jalan.
" Hei gadis pengatur, jalan nya pelan sedikit" sahut Raditya fikram mengikuti nya dari belakang.
" Sudah lah cepat jalan kan saja mobil nya, nanti aku beri tahu kamu saat sudah sampai di perusahaan mama ku" sahut syalu menyuruh nya untuk menjalankan mobil nya.
" Sebenarnya buat apa kau menyuruh ku, memakai baju ini buka saja ia lagi pula ini gerah sekali" sahut Raditya fikram beralasan agar ia mau memberi tau tujuan nya.
"Baik lah aku akan beri tau kamu, kenapa aku menyuruh mu untuk memakai baju ini karena aku ingin meminta bantuan mu" sahut syalu melihatnya dengan serius.
" Apa kata mu membutuhkan bantuan ku, buat apa kau ada kesulitan kah" sahut Raditya fikram bertanya kepada syalu dengan serius pula.
"Apa kau gila ia bagi mana mungkin, aku tidak mau pokoknya aku bilang tidak mau ya tidak mau" sahut Raditya fikram dengan bersikeras menolak permintaan syalu mentah-mentah.
" Pokoknya kamu harus, mau mengikuti saran aku itu ayo ikut aku" sahut syalu berdebat dengan Raditya fikram di dalam mobil.
__ADS_1
" Baik lah kalo itu mau mu, aku akan memakai ini dulu biar terlihat tampan sedikit" sahut Raditya fikram mempermainkan syalu agar ia tidak di paksa ber putra pura menjadi apa yang ia ingin kan.
" Oh apa itu apakah aku boleh tau" sahut syalu dengan penasaran ia melihat Luigi membuka kaleng yang berisi untuk menyemir sepatu.
" lihat lah apa kah aku sudah tampan, nih hmm hmm hmm " sahut Raditya fikram sambil mengolesi muka nya dengan alat semir sepatu nya itu.
" Hei kau sudah gila ia, sudah letak an itu ugh bau sekali cepat bersih kan muka mu itu kita tidak ada waktu lagi mereka saat ini sedang menunggu kita di dalam" sahut syalu berteriak kepada Raditya fikram dengan memegang saputangan nya.
" Tidak mau aku bilang tidak ya tidak kau jangan memaksa orang lain untuk melakukan sesuatu untuk mu ia " sahut Raditya fikram dengan turun dari mobil nya dan menakuti syalu dengan wajah nya yang hitam tersebut.
" Hei kau mau kemana kembali lah" sahut syalu mengikuti nya dari belakang.
" haaarghh jangan ikuti aku lagi" sahut Raditya fikram dengan berlari ke taman.
" Aaah kau ini menakuti ku" sahut syalu dengan menutup mata nya dan melihat nya sambil terus mengejar nya sampai ia mau di ajak kompromi.
__ADS_1
Setelah itu pun akhirnya ia menyerah juga, dan ingin di ajak kompromi untuk berpura pura menjadi Raditya fikram dan syalu pun sudah memberi kan saran nya ia hanya untuk menambah kan hanya 80 persen saja kepada mereka tidak kurang dan tidak juga lebih.
Bersambung........