
Ke esok an hari nya syalu seperti biasa bekerja, di perusahaan tersebut di ruang an nya ia selalu memandangi layar komputer nya' dan tiba tiba Raditya fikram menemui nya di ruang an nya ia terus mengabai kan keberadaan Raditya fikram dengan berbagai cara.
Dan membagi kan selembar an kertas yang ia kerjakan kepada rekan kerja nya, dan menempel nya di Mading perusahaan tersebut, kadang orang melihat nya dengan aneh dan atas an nya yang berkepala botak yang memakai rambut palsu ia lewati begitu saja, tanpa ia menyapa nya ia masih marah dan kesal atas perbuatan Raditya fikram yang membohongi nya itu.
Ia terus saja mengikuti kemana pun syalu pergi dan menghalangi jalan nya untuk naik ke lip untuk mengantarkan dokumen ke perusahaan industri lainnya.
Di dalam lip mereka berbicara tentang kejadian kemarin, ia tidak bermaksud untuk membohongi nya namun nyatanya penjelasan itu tidak cukup buat syalu.
"Tolong berhenti lah syalu, dengarkan aku.....
"Terus apa yang harus dengerin, penjelasan apa yang bisa membuat ku percaya kepada mu Luigi' eh maksud ku tuan Raditya fikram" dengan menatap nya sambil muka merah.
" Bicara mu ini seperti asing buat ku syalu, bisa kah kita bicara seperti biasa yang kamu sebut aku ini supir bodoh " Raditya fikram membahas tentang saat ia masih menjadi supir syalu.
"Tidak bisa sekarang ini' kau adalah atas an ku di kantor jadi aku tidak bisa memanggil mu seperti itu lagi tuan Raditya fikram". syalu dengan membelakangi nya.
__ADS_1
"Dengar syalu aku melakukan itu karena terpaksa, soalnya aku ingin menyelidiki kasus korupsi' di perusahaan industri ini dengan tanpa ke tauan oleh siapapun itu tidak bermaksud untuk membohongi mu
Dengan mengikuti dari belakang berjalan ke parkiran mobil,. syalu akhirnya mengajak nya untuk menyupir kan untuk nya
"Hei kau masih belum juga masuk, bagi mana aku akan pergi" syalu memanggil Raditya fikram untuk menyetir kan mobil nya.
"Ah baiklah' syalu begini aku......
"Sudah jalan kan mobil nya saja, jangan banyak bicara dasar supir bodoh' hemm maksudnya tuan Raditya fikram"syalu dengan rasa canggung.
" Drrrrttttt...... Drrrrttttt...... Drrrrttttt.
" Sebentar aku ingin mengangkat telepon, dari kak Tina dulu kau fokus saja menyetir mobil nya" syalu merogoh tas di samping nya dan mengangkat telepon.
"Halo syalu' kau di mana bisa kah ke butik ku aku ada sedikit masalah" Tina dengan panik menelpon syalu.
__ADS_1
"Halo iya kak Tina' aku akan segera ke sana kakak tenang saja jangan panik ya, sekarang juga aku langsung ke butik kakak.
"Bukan kah kita masih, ada dokumen yang harus di antar ke perusahaan lain nona" tanya Raditya fikram kepada syalu dengan serius.
" Nanti kak aku tutup dulu telpon nya ya......
"Baik lah cepat ia dek, kakak juga masih ada banyak pesanan yang harus di antar kan dah syalu" Tina menutup telpon dari syalu.
"Ayo kita ke butik kak Tina dulu,,.....????"syalu memerintahkan Raditya fikram untuk berputar arah ke butik Tina.
1 jam kemudian mereka pun datang ke butik Tina, dan langsung menyuruh nya' untuk membungkus kado dengan kertas yang sudah di persiapkan depan selatip
dan Raditya fikram melihat Tina' naik tangga untuk membenarkan lampu dan tidak sengaja.
Ia menyenggol tangga tersebut, dan membuat Tina hampir terjatuh dari tangga' Raditya fikram dengan sigap menangkap tubuh Tina dan menurunkan nya, ke bawah sebelum ia membantu membungkus kado' tapi ia juga membantu membenarkan lampu nya tersebut.
__ADS_1
Bersambung..........