Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 10 - Geser Sedikit


__ADS_3

Perjalanan menuju Chicago berhasil membuat Anne ketiduran di dalam pesawat, mereka berangkat di pagi buta membuat Anne yang masih sangat mengantuk bahkan ia juga kekurangan tidur karena Darren sialan itu memintanya untuk mengemaskan pakaiannya juga ke koper jadilah sebelum mereka ke airport Anne harus ke apartemen Darren terlebih dulu.


"Kau sepertinya sangat kelelahan dear," kata Darren yang melihat Anne tidur di sampingnya mereka satu tempat duduk.


Seketika senyum jahil Darren terpampang di sudut bibirnya, ia mulai mengeluarkan ponselnya dan memotret Anne yang sedang berada di mode di tidurnya wajahnya yang begitu menggemaskan berhasil membuat Darren menahan tawanya.


"Ini akan menjadi senjata ampuh ku," ujarnya seraya memperhatikan beberapa foto Anne yang sedang tidur di ponselnya.


Darren yang sedang fokus dengan ponselnya seketika bahunya terasa berat ternyata kepala Anne bersandar di bahunya, berhasil membuat jantung Darren berdegup cepat entah kenapa Darren merasa gugup sekarang padahal wanita itu tidak melakukan apapun ia hanya tidur di bahunya.


"Huh ada apa ini, kenapa jantungku ini," ia menempelkan tangannya di dadanya.


"Hork.. Hork.. "


Suara dengkuran itu terdengar jelas di telinga Darren, apa ini wanita cantik seperti Anne mengorok dengan jelas di telinganya.


"Dia ini benar-benar tidak ada cantiknya saat tidur," katanya seraya menyumpal telinganya dengan earphone berharap Anne secepatnya bangun.


Kalau dia pria yang tega mungkin Darren sudah menggeser kepala Anne agar menjauh dari bahunya, nyatanya mana mungkin Darren melakukan hal itu pada wanita yang di kagumi nya ini.


***


Anne yang sudah bangun dari tidurnya ia terkejut karena tidur di bahu Darren seketika ia langsung menjauh dari tubuh Darren, aksinya itu berhasil membuat Darren yang tidur di sampingnya pun ikut terkejut.


"Kau mengejutkan ku saja,"


"Maaf tak sengaja,"


Mata Anne membulat sempurna saat ia melihat air liurnya menempel sempurna di jas yang di kenakan pria tengil itu dan Darren yang menyadari mau tak sedap dari jas yang di kenakan nya bibirnya terbuka membentuk huruf O.


"Anne kau.. "


"Sorry, aku tak tahu seharusnya kau memindahkan kepalaku saat itu juga."


Seketika Darren melepaskan Jasnya dan melemparkannya kearah Anne.


"Sampai di Vila kau harus mencucinya baunya hampir membunuhku, apa kau tidak pernah gosok gigi hah?"


"Aku selalu gosok gigi lagi pula yang namanya air liur tak ada yang bau wangi," ucapnya sarkas.

__ADS_1


"Akan ku cuci, kau ini bawel sekali,"


15 menit kemudian pesawat telah landas di daratan, mereka telah sampai di Chicago. Anne dengan semangatnya turun tanpa membawa memperdulikan kopernya berhasil membuat Darren harus sendirian mengurusi kedua koper mereka.


"Anne kau sialan, aku atasan mu tapi aku yang malah membawa koper mu." ujarnya seraya membawa menyeret dua koper kedua tangannya.


"Huh dasar pria lemah dua koper saja kau sudah mengeluh, sini koper ku sana cepat telepon mobil jemputan kita." Anne mengambil alih kopernya sendiri.


"Kau memerintah ku?"


"Maaf Pak Darren aku tidak bermaksud, kau tahu kan aku ini seorang wanita jadi seharusnya kau mengerti." ujar Anne menunjukkan puppy eyes-nya.


Sungguh untuk kali ini Darren di buat kesal kalau bukan wanita yang di sukai nya mungkin Darren akan memecatnya sekarang juga. Tak perlu di hubungi seketika mobil jemputan Darren dan Anne telah menunggu mereka.


"Dasar bodoh kalian kemana saja hah, harusnya kalian menunggu kami di depan kau tak lihat aku membawa dua koper!" umpat Darren pada dua orang sewaannya berhasil membuat Anne menggelengkan kepalanya.


"Sudahlah Darren kau tak perlu memarahinya seperti itu, Maafkan dia Pak bisakah kalian memasukkan koper kami ke dalam mobil," kedua orang sewaan Darren mengangguk dan memasukkan koper mereka.


***


Di dalam mobil perjalanan menuju Vila di sepanjang jalannya Anne di buat kagum akan keindahan kota Chicago.


"Ya kau benar sangat indah dan sejuk," ucap Anne yang tak sadar akan masuk kata indah dari Darren, padahal pria itu mengatakan kata indah seraya mencuri pandang pada Anne yang sedari tadi melihat ke kaca.


"Indah dan sangat seksi," mata Anne seketika menatap tajam Darren yang barusan mengatakan kalimat itu.


"Bisakah kau geser sedikit, tempat duduk mu masih sangat luas di sebelah sana!" ujarnya seraya mendorong tubuh Darren yang terlalu dekat.


"Pelit sekali kau ini, aku kedinginan,"


"Bukan urusanku!"


Padahal Darren ingin duduk berdekatan dengan Anne tapi wanita itu terlalu menjaga jarak dengannya, nanti tiba saatnya wanita itu pasti akan jatuh ke dalam pelukannya dan ketika sudah berhasil ia dapatkan Darren tak akan pernah melepaskannya.


Patut untuk di acungi jempol karena kota Chicago sangat bersih jauh dari kata banyak sampah berserakan, sepanjang jalan benar-benar sangat di jaga dan tertata rapi tapi sayangnya hari ini udaranya cukup dingin mungkin sebentar lagi akan turun hujan.


Mobil mereka berhenti tepat di depan Vila mewah yang di sewa Darren untuk mereka berdua menginap untuk beberapa hari ke depan.


"Wah dia benar-benar gila sampai menyewa Vila segala, seharusnya dia menyewa hotel saja itu sudah sangat cukup benar-benar orang kaya."

__ADS_1


"Hey jangan diam mematung cepat masuk, kau tak lihat cuacanya sebentar lagi akan hujan." ucap Darren yang melihat Anne masih berdiam diri memandangi luar taman Vila yang cukup luas.


***


Kelelahan akan perjalanan yang cukup jauh membuat Darren memilih tidur kembali di kamarnya dan Anne sekarang sibuk di dapur memasak perutnya kelaparan padahal tadi di pesawat ia sudah sempat makan.


Setengah jam sendiri Anne sibuk bergulat di dapurnya seketika ia terkejut akan sebuah pelukan di perutnya.


"Hay apa yang sedang kau lakukan,"


"Daarreenn!" ia menyikut perut Darren dengan siku tangannya berhasil membuat perutnya kesakitan.


"Kau dasar bar-bar!"


"Pria sinting kau Darren!" bukannya marah karena di umpat Darren malah menunjukkan senyum jahilnya dan ia memilih duduk tak jauh dari Anne.


Darren menopang dagunya di atas pantry, menatap Anne dengan seksama dia melihat wanita itu terlihat sangat sempurna karena pandai sekali dalam memasak.


"JANGAN MENATAPKU TERUS!"


"Huh siapa juga yang menatapmu," jawabnya barusan berhasil membuat Anne kesal ingin sekali dia melemparkan teflon yang ada di tangannya.


Anne menghiraukannya kembali ia ingin fokus pada memasaknya tak perduli dengan keberadaan Darren sekarang.


"Kau tau Anne kita ini sekarang terlihat seperti dua pasangan yang sedang honeymoon," ujar Darren terkekeh.


"Siapa juga yang mau honeymoon dengan pria tengil sepertimu!"


"KAU NANTI KAU HONEYMOON BERSAMAKU,"


"Darren diam atau ku pukul kau dengan teflon ini," seketika Darren refleks menjauh.


"Baiklah aku tidak akan menganggu Anne, nikmatilah waktu memasak ku jangan lupa bagi makanannya denganku bye have fun dear."


Akhirnya Anne merasa lega setelah keberadaan Darren menghilang dari pandangannya, ia bisa masak dengan tenang.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2