
Anne mengedarkan pandangannya menatap ribuan manusia yang tengah menunggunya bersuara, jantungnya berdegup sampai akhirnya ia menarik nafasnya pelan setelah melihat senyum manis dari Darren yang tengah melambaikan tangannya.
"Halo semua perkenalkan saya Annetasyah Cloper perwakilan dari Great AND Enterprise," Anne tersenyum ramah.
Anne berdiri memperkenalkan perusahaannya beserta ide mereka yang ingin membuat mobil kemudi otomatis nya, ia dengan lancarnya menjelaskan segalanya sampai di sesi terakhir yaitu sesi pertanyaan.
Beberapa dari mereka mengangkat tangannya ingin mengajukan pertanyaannya.
"Apa kemudi otomatis ini hampir sama dengan Tesla?"
"Tidak tentu sangat berbeda kami Tesla hanya bisa mendeteksi jalan beraspal yang sudah di beri penanda jalan saja dan hanya bisa di deteksi oleh maps sedangkan AERO SPORT bisa mendeteksi semua jalan bahkan tanpa perlu penanda lainnya," ujar Anne.
AERO SPORT adalah nama mobil yang di jadikan sebagai mobil kemudi otomatis pertama yang perusahaan mereka buat.
Jawaban dari pertanyaan itu barusan berhasil mendapatkan tepukan tangan dari para penonton dan seketika Jackson mengangkat tangannya berhasil membuat Anne semakin merasa gugup.
"Saya ingin bertanya sebagai investor di perusahaan anda nona Anne. Apakah keselamatan pengemudi 100% sangat terjamin ketika mereka memilih menghidupkan kemudi otomatis nya?"
"Kami tidak bisa menjamin keselamatan pengemudi karena hal itu hanya Tuhan yang mengetahuinya tapi yang kami lakukan sekarang adalah membuat mobil ini benar-benar bisa berjalan dengan baik tanpa adanya kerusakan ketika pengemudi membawanya dalam keadaan tertidur, ataupun sedang mabuk berat."
Darren memberikan tepuk tangannya ia benar-benar takjub akan wanitanya yang begitu sangat cerdik dalam menjawab segala pertanyaan dari beberapa orang hebat yang mengajukan pertanyaan untuknya.
Waktu Anne telah habis dan ia turun dari atas podium detak jantungnya masih berdegup begitu cepat dan seketika Darren menghampirinya Anne langsung berhamburan memeluk Darren pria itu telah memberikan kesempatan untuknya menunjukkan kemampuannya.
"Kau hebat my boo berhasil membawa nama perusahaan kita dengan baik, bahkan aku sangat takjub ketika kamu bisa menjawab satu persatu pertanyaan mereka."
"Thanks Darren,"
"Bukan Darren,"
"Ya thanks my boo," katanya memperbaiki kalimatnya barusan.
__ADS_1
Jackson menyaksikan keduanya berpelukan ia bisa melihat raut wajah bahagia putranya, di pikirannya sekarang adalah apa sebahagia itu Darren bersama Anne sampai-sampai putra kesayangannya itu rela melepaskan segalanya dan memulai segalanya dari nol bersama wanita yang katanya sangat dicintainya itu.
***
"Aku melihat kau menghadiri acara demo yang diadakan Silver Grup bahkan kau mengajukan pertanyaan untuk Great Enterprise. Apa kau kesana untuk mendukung mereka?"
"Ya, saya kesana ingin melihat perusahaan putraku Darren." jawab Jackson akan pertanyaan Vincent yang kini sedang datang ke kantornya kembali.
Vincent menatapnya tajam, "Apa sekarang kau mendukung mereka? Apa kau lupa Jack dengan janjimu," Vincent murka.
"Maaf Vincent saya tidak mungkin merusak perusahaan yang mereka dirikan, dan saya tidak mungkin membuat dua manusia yang saling mencintai saling melepaskan satu sama lain." ujarnya dan seketika Vincent membanting vas bunga yang ada di ruangan Jackson.
"Kau mengkhianati ku Jack,"
"Saya tidak pernah berpikiran seperti itu, Saya yakin Moa pasti akan menemukan pria yang tepat tapi bukan Darren,"
"**** HOLLY! KAU LIHAT SAJA NANTI APA YANG AKAN KU LAKUKAN KEPADA DARREN DAN WANITA ITU." ancam Vincent yang berhasil membuat Jackson terdiam di tempatnya.
Ya, setelah acara demo itu tiba-tiba di kantornya Jackson mendapatkan kedatangan tamu yaitu Vincent yang tiba-tiba bertanya hal seperti itu padanya. Bukannya ingin berkhianat tapi mau bagaimana Jackson pun dulu ia pernah muda, dia tahu rasanya bagaimana harus dipaksa untuk berpisah dengan wanita yang dicintainya dan jika Jackson di posisi Darren ia pun pasti akan melakukan hal yang sama meninggalkan segalanya asalkan bisa hidup bahagia dengan wanita yang dicintainya.
"Sial! Kita lihat saja nanti akan ku hancurkan semuanya, mereka sudah merendahkan putriku Moa." ucap Vincent seraya memukul setir mobilnya.
Dia tidak terima jika kenyataan Jackson mulai mendukung hubungan Darren dengan Anne bahkan dia mau berinvestasi di perusahaan Darren, dia akan membuat Jackson merasa menyesal karena telah berkhianat padanya selama ini Vincent telah begitu baik pada Jackson pada saat pria itu masih kesusahan yang mengulurkan tangannya adalah dia bukan orang lain tapi seperti ini balasan Jackson padanya.
"Akan ku buat kau menyesal Jackson Alexander!"
Apa sebegitu sulitnya menikahkan Darren dengan Moa.
***
Di kantornya Darren, Anne dan juga Kalvin beserta para karyawan inti lainnya mereka tengah menunggu hasil keputusan apakah perusahaan mereka lulus ke babak selanjutnya.
__ADS_1
"Jantungku berdebar sangat cepat seperti orang yang baru saja menyatakan cintanya."
"Ya, jantungkupun seperti itu Rick," kata Kalvin.
Berbeda dengan Darren dan Anne yang terlihat hanya diam seraya memperhatikan layar laptopnya, mereka cemas sebenarnya tidak akan jadi masalah jika perusahaan mereka tidak lolos karena mereka telah mendapatkan suntikan dana dari Jackson tapi tetap saja yang namanya kompetisi pasti ada rasa cemas nya.
"Kau gugup Anne?"
"Tidak,"
"Sama aku pun tidak merasa gugup sama sekali karena aku sangat yakin kita pasti lolos,"
"Whoa lihat satu menit lagi ayo kita hitung mundur 50..49..48..47..46..45.." ujar Rick seraya menunjuk layar laptop.
Raut wajah tegang sangat nampak dari mereka semua beberapa detik lagi pengumumannya akan keluar dan seketika semuanya berteriak histeris.
"KITA LOLOS KE BABAK FINAL,"
Gemuruh tepuk tangan sangat terdengar jelas di dalam ruangan itu mereka saling memberikan pelukan hangat, termasuk Anne yang memberikan pelukan erat kepada Darren keduanya saling tersenyum manis.
"Ehem.. Cie.. " Anne langsung melepaskan pelukannya ia merasa malu di perhatikan oleh para karyawan lainnya.
"Kita jangan senang dulu karena lawan kita minggu depan adalah SAN Global Group mereka membawa ide yang sama dengan perusahaan kita,"
"Kita pasti bisa mengalahkannya," kata Kelvin.
Dari sekian banyak perusahaan rintisan yang ikut serta dalam kompetisi hanya tiga perusahaan yang lulus ke babak final yaitu SAN Global Group, Great AND Enterprise dan GM Enterprise. Dan lawan mereka sangatlah berat sama-sama membawa ide yang sama yaitu membuat mobil kemudi otomatis.
"Tenanglah kita pasti akan mengalahkan mereka semua, Kelvin kau harus lebih semangat lagi saya percayakan semua ini kepadamu karena saat tes driver nanti kualitas dari ide yang kita buat akan sangat berpengaruh dari penilaian nanti," ujar Darren.
Ya, sebagai CTO di perusahaan Great Enterprise Kelvin harus membawa tugas yang penting karena ia dan rekan teamnya yang akan merancang mobil kemudi otomatis itu.
__ADS_1
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)