Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 39 - Mom Emma


__ADS_3

Pagi hari menyinari New York City sinar mentari memasuki celah-celah kecil di setiap ruangnya. Di pagi hari Anne masih juga belum terbangun dari tidurnya mungkin efek obat yang dia minum jadi beginilah reaksinya ia terlalu nyaman dengan kasur barunya, katakanlah Anne norak.


"Anne sepertinya masih tidur?"


"Aku tadi berniat ingin membangunkannya mom tapi aku tidak ingin mengganggu waktu tidurnya," ujar Darren seraya duduk ikut di meja makan.


"Ya sudah biarkan saja dia tidur lagi pula diakan masih tidak di perbolehkan untuk terlalu banyak beraktivitas," ujar Emma menyiapkan satu piring sandwich untuk Darren dan Jackson.


"Kau sudah sangat rapi mau kemana?" tanya Jackson pada Darren.


"Ke kantor Dad, aku sudah sering absen karena masalah ini di karenakan keadaan Anne sudah membaik jadi aku akan mulai mengurus kantor kembali," jawabnya.


"APA KAU SUDAH GILA ANNE BARU SAJA PULANG DARI RUMAH SAKIT DAN KAU SUDAH INGIN KEMBALI BEKERJA?" ujar Jackson dengan suara naik satu oktaf.


"Dad kau tidak perlu berlebihan lagi pula di rumah inikan ada banyak orang kalian juga pasti bisakan mengurus Anne saat aku ada di kantor sebentar,"


"TIDAK KAMI TIDAK BISA MENGURUSNYA KAU SAJA," sarkas Jackson.


"Mom please bantu aku, aku tidak akan lama hanya sebentar mengurus beberapa urusan kantor kau tahu kan perusahaan ku baru saja dikembangkan," pintanya memohon pada Emma dan Emma adalah seorang ibu yang tidak akan tega melihat putranya memohon seperti itu jadi ia mengiyakan permintaan Jackson.


"Ya aku akan mengurus Anne ketika kau nanti berada di kantor,"


"Yes thanks mom," katanya seraya melirik manis Jackson dengan senyum mencibir nya.


Emma hanya bingung dengan kedua pria yang dicintainya itu memperdebatkan sesuatu yang sepele baginya lagi pula Anne sudah sangat dewasa dia pasti bisa mengurus dirinya sendiri tapi Jackson seperti orang yang sedang khawatir pada seorang bayi.


***


"Aku mau meminta maaf padamu Frans karena tidak percaya dengan apa yang kau katakan tentang Rick," ujar Kelvin menghampiri meja Frans.


Frans tersenyum, "Kau tidak perlu meminta maaf vin jika aku di posisimu akupun pasti akan mempercayai sahabatku sendiri," katanya.


"Dia siapa?" tanya Kelvin seraya menatap wanita cantik disebelah Frans.


"Dia adalah Felice teman sekampus ku dia pun sama seperti kita dan dia akan ku ajukan sebagai pengganti Rick di team kita,"

__ADS_1


"Hallo Pak Kelvin," sapa Felice ramah padanya.


Felice Roberto seorang programmer hebat dia teman sekampus Frans meskipun dia seorang wanita keahliannya tidak dapat di ragukan lagi, dia sudah sering bekerja part time untuk sebuah perusahaan yang membutuhkan bantuannya saat situs perusahaan mereka di retas.


"Ayo Felice kita keruangan Pak Darren,"


Mereka berdua bergegas ke ruangan Darren sampai disana mereka mendapati CEO nya yang sedang sibuk dengan beberapa berkas di mejanya, berkas penting beberapa klien investor ingin bergabung dengan perusahaannya.


"Ada apa Frans?"


"Maaf Pak menganggu waktunya, saya kesini membawa seseorang yang akan menggantikan posisi Rick di team kami," ujar Frans.


"Dia Felice teman sekampus ku," katanya kembali dan Felice tersenyum kearah Darren.


"Kau sudah yakin dengan kemampuan dia Frans?"


"Ya saya sangat yakin Felice sudah sering membantu beberapa perusahaan yang mengalami situsnya di retas,"


Felice menatap Darren ia bisa menebak jika Darren adalah seorang atasan yang sangat angkuh bisa terlihat dari sudut bibirnya yang sepertinya sedang meremehkan cerita Frans tentang bio dirinya.


"Terimakasih Pak Darren saya akan bekerja semaksimal mungkin untuk perusahaan ini,"


"Ya silahkan kembali ke ruangan kalian,"


Frans meminta maaf kepada Felice akan sikap Darren barusan tapi mental temannya itu sepertinya sudah seperti baja sudah terbiasa melihat para atasan di perusahaan yang bersikap angkuh dan arogan seperti itu.


Jika bukan karena Frans adalah temannya ia tidak akan mau bekerja di perusahaan, ia lebih suka dengan pekerjaannya part time nya.


***


Anne mengutuki dirinya sendiri karena sudah tidak tahu malu menumpang tidur di tempat orang dan bangun di jam siang bolong hari seperti ini, membuat reputasinya menurun drastis.


"Maaf nyonya seharusnya aku bangun lebih awal,"


"Hei kamu ini seperti seorang pembantu saja panggil saja aku Mommy seperti Darren memanggilku, kau kan sebentar lagi akan menjadi menantuku." Anne menelan salivanya mendengar kalimat itu barusan.

__ADS_1


"Dan tentang kamu bangun kesiangan, sudah tidak apa-apa lagi pula kau kan masih sedang tahap pemulihan ingat kata dokter kamu tidak boleh banyak beraktivitas berat," Anne mengangguk, Ya dia hampir lupa saran dari dokter.


Dahinya yang masih di perban sangat menunjukan jika ia memang seperti orang sakit sebenarnya Anne risih dengan perban yang ada di dahinya ingin di lepaskan tapi lukanya masih belum mengering sempurna.


"Kau pasti lapar kan, aku sudah menyiapkanmu sandwich."


"Terimakasih Mom Emma, Darren dan tuan Jackson kemana?"


"Mereka sudah berangkat ke kantor, ini makanlah." Emma memberikan sandwich buatannya khusus untuk Anne.


Anne merasa tidak berguna ia biasanya membuat dan menyiapkan sarapan sendiri tapi sekarang ia malah dibuatkan dan disiapkan orang lain. Apakah begini rasanya menjadi seorang anak yang di perlakukan oleh ibunya.


"Kau kenapa Anne?" tanya Emma yang menyadari perubahan wajah Anne.


"Tidak apa Mom Emma, aku hanya merasa bahagia karena bisa merasakan bagaimana rasanya dibuatkan sarapan oleh seorang ibu baik sepertimu." Anne tersenyum manis, matanya sudah mulai berkaca.


Dan seketika ia mendapatkan pelukan hangat dari Emma untuknya seakan-akan Emma mengerti akan perasaan Anne saat ini. Ya, tentu saja Emma memahami perasaan Anne karena ia juga seorang perempuan meskipun hidupnya dulu sangat beruntung tidak seperti kehidupan Anne yang tidak beruntung.


"Kau bisa menganggap ku seperti ibumu sendiri Anne,"


"Terimakasih Mom Emma aku terlalu berlebihan ya? Mungkin karena aku sejak kecil tidak pernah mengetahui kedua orang tuaku, bahkan saat aku di panti tidak ada satupun orang tua yang mau mengadopsi ku. Kehidupan ku tidak seberuntung anak-anak lain pada masa itu," ujar Anne yang menitikan air matanya kala mengingat masa kecilnya dulu.


Pelukan Emma begitu terasa erat sekarang ia tahu apa keinginan putranya yang selalu mengatakan ingin membahagiakan Anne ternyata memang benar kehidupan Anne tidak seberuntung orang lain.


"Sudah jangan menangis dan jangan mengingat masa lalu yang hanya membuat kita merasa sedih sekarang lihat masa sekarang kau pasti sangat merasa bahagiakan?" Anne mengangguk seraya tersenyum.


"Darren pernah bilang selama beberapa bulan menjalani kehidupan bersamamu katanya dia sangat merasa bahagia dan aku sangat berharap kau pun merasa bahagia saat bersama Darren." ujarnya Emma seraya menggenggam tangan Anne.


"Whoa jadi dia sering membicarakan ku ya Mom Emma?" katanya terkekeh seraya mengusap air matanya.


"Iya saking senangnya dia, dia sering sekali membicarakanmu." jawab Emma ikut mengusap bekas air mata Anne.


Momen saat seperti inilah mereka berdua saling bercerita. Emma benar-benar menemani Anne makan sambil bercerita berhasil membuat wanita yang di cintai putranya itu kembali menunjukkan senyum manis dan tawa bahagianya.


TBC.

__ADS_1


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2