
Bagaimana Anne menghadapi dunia ini, jika semua orang mengetahui hubungannya dengan Darren ia sangat yakin pria itu pasti tak akan bisa menjaga bicaranya. Semua orang mengetahui Darren memiliki seorang tunangan lalu dirinya datang di tengah mereka, pasti Orang-orang akan mengira jika Anne yang menggoda Darren.
"****! Kenapa aku harus terlibat dengan pria sialan itu, kenapa juga aku bisa sebodoh itu sampai mengajaknya berpacaran." Anne memejamkan matan dan memukulkan dahinya pelan pada dinding.
"Dasar bodoh," gerutunya kembali dan saat dahinya ia benturkan kembali dan seketika ia merasa bukan dinding tembok yang dingin melainkan sebuah tangan menghalangi dahinya.
"Darren," ucapnya saat membuka mata dan melihat tangan Darren yang menempel di tembok.
"Apa kau sudah tidak waras membenturkan kepalamu sendiri di dinding kokoh ini, kau tau karyawan lain akan mengira kau tidak waras," ujarnya seraya memeluk kedua tangannya di dada.
"Ya, aku tidak waras karena harus menjadi kekasih pria sinting sepertimu," sarkas nya yang berhasil membuat Darren menaikan satu alisnya.
Huh! Darren sebenarnya merasa kasihan tapi dia juga tidak mungkin melepaskan Anne begitu saja, dia dan Anne sekarang sudah berpacaran mana mungkin dia melepaskannya begitu saja. Bukankah seharusnya, dia mempertahankan miliknya sekalipun miliknya itu sedang menyesali tindakannya yang berhasil membuat Darren merasa untung.
"Sudahlah jangan seperti ini Anne harusnya kau bangga berpacaran denganku," Anne terperangah mendengar perkataan Darren barusan.
Bangga, ia bahkan tidak pernah berpikir merasa bangga itu menjadi kekasih pria tengil seperti Darren.
"SEBAIKNYA KAU KURANGI KEPERCAYAAN DIRIMU ITU DARREN," ucap Anne kesal dan secepatnya pergi meninggalkan Darren yang masih berdecak pinggang gemas dengan tingkah Anne.
***
"Bagaimana menurutmu dengan ide yang tadi aku sampaikan kepada para investor," tanya Darren yang sekarang bersama Anne di sebuah restoran mahal di Chicago.
"Ya, ide mu tadi sangat cemerlang aku yakin tuan Julian pasti akan memberikan tendernya kepada kita," ujar Anne seraya mengacungkan dua jempolnya.
Anne akui jika Darren memang sangatlah cerdik dalam berpikiran, pantas saja ia kemarin dengan mudah begitu saja di kelabui oleh pemikiran Darren.
Drrt.. Ponsel Darren berdering dan menampilkan nama Moa di layar ponselnya tapi Darren tak kunjung mengangkatnya.
"Kau ponsel mu itu sangat berisik sekali menganggu waktu makan ku, cepat kau angkat Darren," ujar Anne seraya menodongkan garpu ke arah Darren membuat sang empu menelan saliva nya.
"Hei kau tak perlu seperti itu, kalau kau mau angkat saja aku tak masalah,"
"AKU TAK MAU, CEPAT KAU ANGKAT!" ujarnya dan seketika Darren mengangkat panggilan dari Moa terdengar jelas suara manja dari tunangannya itu.
"Darren sayang kau kemana saja, pesan dan telepon dariku tidak sama sekali kamu angkat," ujarnya dan bibir Darren mengikuti suara alay dari Moa berhasil membuat Anne ingin mencomot bibir Darren yang tidak bisa menghargai wanita.
__ADS_1
"Ya, maaf aku sedang ada perjalanan dinas keluar kota," ucapnya santai.
"Apa? Kenapa kamu tidak memberitahuku, aku kan bisa menemanimu nanti di sana."
"Tak perlu repot-repot sudah ada sekretaris ku yang menemani dan menyiapkan segala keperluanku, sudah ya aku masih sibuk dah bye Moa."
"Darren.. " ucapnya seketika sambungan Darren matikan secara sepihak, ia merasa geli mendengar suara Moa barusan.
Anne menatapnya sinis berhasil membuat Darren menyunggingkan senyumnya, "Kenapa ada yang salah dariku?" tanyanya tanpa beban.
"Kau seharusnya bisa menghargai tunangan mu sendiri,"
"Aku menghargai pacarku yang sekarang sedang duduk bersamaku, bagaimana bisa jika aku menghargai tunangan ku sedangkan pacarku nanti pasti akan cemburu."
"Kau menjijikkan sekali berbicara seperti itu," rasanya Anne ingin muntah mendengar ucapan Darren yang begitu sangat percaya diri jika dirinya akan merasakan cemburu nanti.
"Saat ini kau mengatakan menjijikkan nanti di kemudian hari kau pasti akan merasakan kecemburuan,"
"Huhu percaya diri sekali anda itu ya tuan Darren," cibir Anne seraya mengunyah steak daging di dalam mulutnya.
Darren heran apa sebegitu tidak sukanya Anne pada dirinya padahal mereka sudah resmi berpacaran tapi dari sikap Anne tak menunjukkan kecemburuan sama sekali, ia akan memaklumi nya karena lagi pula mereka baru saja berpacaran, jadi sebaiknya Darren bersabar sampai menunggu waktu itu tiba dimana Anne akan jatuh ke pangkuannya.
***
"Please My Boo, ayolah temani aku ke klub aku sudah sangat lama sekali tidak minum,"
"Berhenti mengucapkan kata Boo kepadaku, aku bukan pacarmu!" ujar Anne kesal, ia tak suka dengan panggilan khusus dari Darren barusan menurutnya itu sangat menggelikan terdengar di telinganya.
"Baiklah ayo kita ke klub tapi kau harus ingat jangan sampai mabuk parah, aku tak ingin menggendongmu saat pulang nanti,"
"Kau atau aku yang nanti di gendong huh?" katanya seraya mengedipkan matanya. Anne merasa muak dengan kedipan mata yang menggodanya itu.
Anne menatapnya tajam, "Kau mau pergi atau tidak? Kalau kau terus banyak bicara aku akan memilih pulang dengan naik taksi,"
"Baiklah, ayo my boo kau ini cerewet sekali." Anne memukul bahu Darren saat mendengar kata itu kembali.
Dan benar saja Darren tidak bercanda malam ini ia membawa Anne ke klub starlight yang cukup terkenal di kota itu, saat memasuki baru aroma berbagai jenis alkohol sangat menyengat di hidungnya bahkan Anne sampai menutupi hidungnya.
__ADS_1
"Kau jangan jauh-jauh dariku Anne banyak sekali pria hidung belang di tempat seperti ini," katanya seraya merangkul pinggang sempit Anne.
"Termasuk kau Darren," jawbanya yang berhasil membuat Darren terkekeh.
Apapun yang di ucapkan Anne baik itu kasar atau lembutnya setiap kata yang keluar dari bibir manis Anne, Darren menyukai semuanya dan ia tak pernah memasukan ke dalam hatinya.
"Hai brother buatkan aku minuman dengan kadar alkohol yang rendah," ujar Darren pada sang bartender saat ini mereka berdua berada di meja bar.
Melihat sang bartender yang begitu sangat lincah meracik minuman untuk Darren, Anne di buat takjub apalagi saat Darren meneguknya jujur saja ini untuk pertama kalinya Anne melihat seorang pria minum alkohol secara langsung di matanya.
"Kau tak mau ikut minum Anne?" tawar Darren.
"Tidak kau saja, aku ingin minum yang lainnya saja bisakah kau pesan kan aku jus mangga untukku," Darren mengangguk dan meminta bartender untuk membuatkan jus mangga untuk wanitanya.
Sambil menunggu jus mangga nya seketika tiba-tiba seorang wanita seksi menghampiri Darren dan merangkul pundaknya aksinya wanita itu berhasil membuat Anne memicingkan matanya.
"Hai boy butuh kesenangan?" Darren tersenyum.
Saat ini Darren sudah berasa di bawah pengaruh minumannya padahal alkohol yang dipesankan kadarnya begitu rendah itu artinya Darren payah tak kuat dalam minum alkohol.
"Helo are you ok, kau tidak melihatku di sampingnya?" kata Anne menarik tubuh Darren untuk semakin dekat dengannya.
"Memangnya kau siapanya huh? Kau sepertinya sama-sama wanita penghibur sepertiku, jika kau mencari mangsamu cari saja yang lainnya dia milikku." ujar seraya mencoba menarik lengan Darren tapi berhasil di tepis tangan Anne.
"Aku pacar pria ini, dasar gila kau pikir aku sama sepertimu pergi sana!" ucapnya seraya memeluk pinggang Darren.
"Hei kau apa kau tak dengar wanitaku sudah mengatakan aku adalah pacarnya, pergi sana menganggu saja!" ujar Darren yang berhasil membuat Anne membulatkan matanya, Anne pikir Darren sudah di bawah pengaruh alkohol nyatanya pria itu masih bisa meresponnya.
Setelah wanita penghibur itu pergi, Anne langsung memukul punggung Darren dia sangat kesal kenapa Darren dari tadi diam saja dan kenapa baru meresponnya.
"Dasar pria tengil! Kau ini suka sekali berakting, kenapa kau tidak sekalian saja menjadi Artis." ujar yang berhasil membuat Darren terkekeh.
Sebenarnya Darren memang sudah di bawah pengaruh minumannya tapi masih setengah sadar dia masih bisa mendengar jelas ucapan Anne barusan.
"Senangnya aku mempunyai pacar sepertimu Anne sangat perhatian padaku, kau takutkan aku di rebut wanita itu." katanya seraya memeluk pinggang Anne sambil matanya terpejam.
"MENYINGKIRKLAH DARIKU," jawab Anne seraya mendorong paksa kepala Darren untuk menjauh darinya.
__ADS_1
TBC.