
Mentari begitu sangat terang menyinari sebagian belahan dunia dan saat ini sebagian manusia telah memulai aktivitasnya begitu juga dengan Darren dan Anne yang sudah ada di kantor.
Pria itu terlihat sangat amat bahagia bisa dilihat dari siulan yang berasal dari mulutnya, beberapa karyawan yang melihatnya tampak takjub karena ini untuk pertama kalinya melihat atasannya sebegitu bahagianya tapi rasa bahagianya memudar seketika dia melihat Anne bersama Brian yang sedang berada di Cafetaria.
"Ngapain dia pagi-pagi begini udah berduaan sama cowok lain,"
Darren menghampiri mereka dan melihat Brian yang sedang memakan sandwich di kotak bekal yang tadi di bawa Anne.
"Huh masih pagi seperti ini kalian sudah berpacaran!" Brian berdiri memberikan salam hormatnya pada Darren terkecuali Anne yang masih duduk kesal.
"Maaf Pak Darren, saya dan Anne tidak pacaran saya hanya sedang mencoba sandwich buatan Anne untuk saya," mata Darren memicing mendengarnya, apa jadi sandwich itu buatan Anne dan khusus untuk Brian.
"Bagaimana enak rasanya?" Brian mengangguk semakin membuat Darren naik pitam.
"Bubar kalian berdua, sana kembali bekerja saya tidak mau ya melihat kalian berduaan seperti ini lagi,"
"Jam kantor kan belum di mulai Pak Darren," Anne bersuara tidak terima melihat Darren bersuara seperti itu.
"Terus kalau jam kantor belum di mulai kalian bisa enak berduaan, melepaskan tanggung jawab dari tugas kalian masing-masing?" suara Darren yang menggelegar berhasil membuat beberapa karyawan menyaksikan aksinya saat ini.
"Maafkan kami Pak Darren, saya akan kembali bekerja ke ruangan saya sekali lagi saya meminta maaf hal seperti ini saya berjanji tidak akan terulang kembali," Anne di buat tak percaya dengan ucapan Brian yang begitu polosnya meminta maaf.
"Bagus! Kalau begitu tunggu apalagi sana kalian berdua kembali bekerja," Brian mengangguk dan membawa kotak bekal sandwich yang di berikan Anne padanya.
Sekarang tersisa Anne yang masih berdiri mematung ia mengepalkan tangannya, gregetan akan sikap Darren barusan.
"Kau tidak ingin meminta maaf padaku?"
"TIDAK!"
Anne pergi melenggang begitu saja, meninggalkan Darren yang sedang tersenyum puas karena berhasil membubarkan adegan romantis yang menganggu di matanya.
"Kalian semua ngapain pada diam, bubar sana kembali bekerja!" ujar Darren kepada beberapa karyawan yang masih memperhatikannya.
Darren di lawan, ia merasa bangga sekarang karena di segani para bawahannya, termasuk Brian mulai sekarang dia masuk ke dalam daftar karyawan yang tak di sukai Darren karena berani mendekati Anne.
***
"Ini dokumen yang anda minta," Anne menyerahkan dokumen itu pada Darren yang sedang menopang dagunya, memperhatikan wajah cemberut Anne.
"Apa seperti itu sikapmu pada atasanmu nona Anne?"
"Ya, maaf aku tidak bermaksud," katanya seraya menunjukkan senyum kudanya.
__ADS_1
"Jangan tersenyum terpaksa seperti itu, aku tak suka melihatnya. Sekarang perlihatkan senyuman tulus untukku,"
Anne mendengus sebal, apa lagi sih yang sedang Darren minta ia sudah mau melihatnya saja harusnya dia bersyukur malah sekarang memintanya untuk tersenyum tulus padanya.
"Kau kesal karena aku membubarkan sarapan pagi romantis mu dengan Brian benar begitu?"
"Tidak, Pak Darren.. " katanya seraya tersenyum semanis mungkin, walaupun dengan terpaksa.
Pria tengil itu tersenyum manis melihatnya tersenyum kepadanya, ini yang Darren suka melihat senyum manis Anne di pagi hari.
"Aku mempunyai tugas penting untukmu nona Anne,"
"Tugas penting apa?" Darren membuat Anne penasaran.
"Setelah pulang dari kantor aku akan memberitahu mu, baiklah silahkan kau keluar dari ruangan ku. Aku ingin tidur sebentar, lelah semalam aku begadang memikirkan permintaan ku padamu yang belum kau kabulkan."
Anne keluar dari ruangan Darren, sekarang ia berpikir apa tugas penting itu jangan bilang Darren akan mengajaknya kembali bertemu kedua orang tuanya. Sungguh! Anne belum siap menghadapi kedua orang tua Darren, kemarin itu ia terpaksa dan di jebak Darren.
Memikirkan tindakan Darren berhasil membuat kepalanya terasa penat, selalu ada hal bodoh yang di lakukan Darren yang berhasil membuatnya selalu di buat kelimpungan sendiri akan tingkahnya.
***
Vanny menghampiri Anne dan ia mengatakan sesuatu yang sedang jadi bahan pembicaraan di kantor mereka.
Ya, saat ini nama Anne sedang jadi bahan gosip murahan karena aksi Darren tadi pagi seperti seseorang yang sedang menunjukkan sikap kecemburuannya.
"Kau yakin Anne? Kurasa Pak Darren menyukaimu,"
"Hahaha.. kau tau Van, dia selalu bersikap menyebalkan padaku jadi bagaimana bisa dia menyukaiku,"
"Aku hanya merasa seperti itu Anne, sikap Pak Darren tidak seperti biasanya dia biasanya tak sebegitu care pada karyawan lain dan hanya pada kau dia begitu sangat humble," Anne menutup laptopnya.
"Van sikapnya itu seperti bunglon kau tau bunglon kan? Selalu berubah-ubah warnanya."
"Ya, dan seperti itulah atasan kita sikapnya sering berubah-ubah dan lebih sangat di dominan pada sikapnya yang menyebalkan itu." sambung Anne memperjelas sikap Darren.
"Kau terlihat sangat tidak menyukainya Anne, jika dia sampai mendengar kau berbicara seperti itu dia pasti akan melakukan sesuatu."
"Aku tidak takut sama sekali dengannya, kau tau dia itu seperti burung beo dalam sangkar yang lebih banyak bersuara tapi tidak ada tindakannya." ujar Anne kembali.
Vanny bisa melihat dengan jelas jika Anne sepertinya sangat tidak menyukai sikap Darren dan mungkin hanya Anne salah satu karyawan yang tidak ikut serta dalam mengagumi Darren.
***
__ADS_1
Darren mendengar semua pembicaraan Anne dengan Vanny tapi ia tidak marah sama sekali, ia malah semakin senang karena bisa membuat Anne kesal.
Ada apa dengan dirinya ini biasanya tak sebegitu dekat dengan wanita tapi kali ini Darren hanya merasa Anne sangat berbeda dari wanita lainnya.
"Kau bilang ada tugas penting untukku, setengah jam lagi jam kantor akan selesai apa tugasmu itu?"
"Kau yakin dengan tugas yang akan di berikan burung beo ini Anne," ujarnya terkekeh melihat ekspresi kaget Anne.
****! Anne merasa tersindir akan ucapan Darren barusan sepertinya Darren mengetahui jika dirinya membicarakan Darren siang itu.
"Cepat katakan saja apa tugasmu itu,"
"Huh tenanglah nona Anne jangan terburu-buru," katanya seraya bangkit dari tempat duduknya, ia menyentuh kedua bahu Anne berhasil membuat sang empu ketakutan.
"Apa yang mau kau lakukan Darren?"
"Apa yang kau pikirkan nona Anne, singkirkan pikiran kotor mu itu." Anne gelagapan bagaimana bisa Darren mengetahui pikirannya sekarang.
"Kau yang berpikiran k-o-t-o-r! Lepaskan tangan mu itu dari bahuku Darren,"
"Sebentar saja, aku hanya ingin memberitahu tugasmu.. "
"Cepat katakan apa tugas yang harus ku kerjakan, jangan banyak bertele-tele Darren!" ujarnya yang semakin membuat Darren merasa gemas.
"Besok pagi kau buatkan sandwich yang paling spesial untukku," bisik nya tepat di telinga Anne.
"APA! Kau memintaku membuatkan sandwich untukmu, tugas macam apa itu?"
"Tugas khusus untukmu nona Anne, buatkan yang paling spesial dan yang paling enak lebih enak dari yang kau buat untuk Brian tadi pagi."
"See you nona Anne," Darren keluar seraya melambaikan tangannya pada Anne yang masih berdiam diri.
Darren sialan! Tugas macam apa yang barusan Darren berikan, ia pikir benar-benar tugas penting nyatanya hanya tugas membuatkan sandwich untuk pria sinting itu.
"Bukannya dia punya banyak uang kenapa tidak membelinya saja di restoran yang mahal, kenapa harus aku yang membuatkan sandwich untuknya." Anne menghentakkan kakinya karena saking kesalnya pada Darren.
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)
Untuk dua hari ke depan aku minta maaf enggak bisa update dulu ya, karena ada tugas yang harus aku selesaikan.
Terimakasih.
__ADS_1