Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 33 - Perasaan Buruk


__ADS_3

Di malam hari Darren terbangun dari tidurnya ia di bangunkan oleh mimpi buruknya saat ia melihat ke sampingnya Anne masih tertidur sangat pulas bahkan suara dengkuran nya sampai terdengar jelas tapi ia tidak merasa geli sama sekali mendengarnya.


"Anne kau membuat ku sangatlah khawatir," ucapnya seraya merebahkan tubuhnya dan menatap lekat wanitanya.


Entah mengapa bisa-bisanya Darren di mimpikan bersama Anne tapi bukan mimpi bahagia melainkan mimpi buruk yang mana ia tidak ingin di pisahkan oleh wanitanya tapi di mimpinya mereka harus terpisah.


"Aku tidak akan pernah meninggalkanmu Anne," tuturnya pelan seraya mengelus pipi mulus wanitanya.


Darren memijat pelipisnya yang terasa penat mencoba memejamkan matanya kembali tapi begitu terasa susah, dia ingin tidur kembali tapi ada apa dengan matanya ini sudah tahu besok pagi ia harus bekerja.


"Ayolah eyes tidurlah,"


Butuh waktu lama untuk Darren bisa tertidur kembali ia mencoba beralih posisi ke kanan dan ke kiri tapi tetap saja ia sulit untuk tidur, pergerakannya itu berhasil membuat Anne terbangun dari tidurnya.


"Darren tidurlah kau membuat ranjang ini bergerak terus,"


"Maaf Anne aku habis mimpi buruk dan sekarang aku sulit untuk tidur," Anne menaikan satu alisnya macam seperti seorang bocah saja pria ini.


"Tidurlah jangan terus bergerak,"


Darren mengangguk dan seketika Darren langsung menyempitkan jarak tidur keduanya membuat Anne terkejut akan aksi Darren barusan.


"Anne untuk malam ini aku begini saja aku ingin segera tidur," katanya seraya meringkuk memejamkan matanya posisi mereka sangatlah dekat, guling yang di jadikan penghalang sudah menghilang di lempar Darren sembarangan.


Anne menepuk-nepuk pelan pundak Darren, "Tidurlah." ia pun sama sudah sangat mengantuk jadi tidak ingin berdebat di malam hari dengan pria tengilnya itu.


***


Dia menyesali perbuatannya semalam yang mengizinkan Darren untuk tidur sedekat itu dengannya karena pada akhirnya saat mereka terbangun posisi keduanya berakhir dengan Anne yang tidur sambil memeluk Darren, jadi seperti inilah sekarang Darren terus menggodanya.


"Semalam kau pasti tidur sangat nyaman kan sayang,"


"Diamlah ini di kantor Darren,"

__ADS_1


"Kau malu?"


"Tidak untuk apa aku malu kita sudah sering satu ranjang," jawabnya berpura-pura bersikap biasa saja.


"Kapan kita akan melakukannya?" tanyanya sambil menopang dagunya.


Anne melayangkan tatapan tajam padanya sudah tahu mereka sedang bekerja tapi bisa-bisanya pria itu terus menggodanya.


"Aku ke ruanganmu untuk membahas proposal ini nanti pada saat Final tapi kau malah terus menggodaku kalau begini terus lebih baik aku kembali ke ruangan ku,"


"Hei tunggu kau ini cepat sekali marah, iya ayo kita bahas proposalnya padahal tanpa perlu kita membahasnya kau hanya cukup mengusai inti dari proposal itu Anne."


"Tapi tetap saja kau tahukan disana pasti nantinya akan ada beberapa pertanyaan yang akan di ajukan,"


"Daripada kita bahas proposal ini, bagaimana kita bahas tentang jika perusahaan kita gagal di kompetisi itu?"


"Bukannya kamu sangatlah percaya diri jika kita akan menang dan Kelvin pun sudah mencoba mobilnya kemarin lalu kenapa tiba-tiba kamu berpikiran seperti itu Darren?" Anne menatapnya.


"Mimpi buruk, kau habis mimpi buruk semalam?" Darren mengangguk sekarang Anne paham kenapa semalam pria itu kesusahan untuk tidur.


"Jangan percaya akan sebuah mimpi yang menentukan kehidupan seseorang adalah sang maha kuasa Darren,"


"Iya aku tahu tapi aku ini hanya manusia biasa Anne jadi bagaimana mungkin aku tidak kepikiran soal itu apalagi posisinya sekarang kita ini sedang dalam menghadapi kompetisi besar,"


Anne menggenggam tangannya mencoba menenangkannya, "Tanganmu sangat halus sekali Anne," katanya seraya mencium punggung tangan Anne.


Darren sangat mencintai wanitanya meskipun dia tahu hubungan mereka diawali dengan skandal yang dibuatnya sendiri, Anne yang tidak tahu apapun sampai ikut terseret dalam permasalahan nya tapi entah mengapa pada akhirnya keduanya sama-sama saling mencintai.


***


Berbeda dengan Moa yang mengurung diri di kamarnya tidak mau keluar untuk beraktivitas dan melanjutkan kuliahnya. Aksinya yang mengurung diri membuat Vincent dan Selyana kebingungan membujuk putri bungsunya itu beginilah Moa jika sesuatu yang diinginkannya tidak bisa di miliknya dia pasti akan mengurung dirinya sikapnya ini sudah dari sejak kecil tidak pernah bisa berubah.


Sampai-sampai kakak pertamanya Chintya Gibson rela pindah kuliah dari New York ke LA karena tidak tahan dengan Vincent ayahnya yang selalu menuruti keinginan Moa di bandingkan dirinya.

__ADS_1


"Moa keluarlah sayang ayo kita makan dari kemarin kamu terus mengurung diri,"


"Moa keluarlah Daddy berjanji akan membuat Darren memohon ampunan darimu,"


"SIMPAN SAJA USAHAMU ITU DAD KARENA PERCUMA TIDAK ADA SATUPUN YANG BERHASIL," teriak Moa dari dalam kamarnya.


"Kau tahu Daddy sudah sangat berusaha untuk membuat Darren kembali padamu tapi tetap saja dia sulit untuk di kendalikan, tapi Daddy berjanji padamu akan menghancurkan mereka semua. Keluarlah Moa jangan bersikap seperti ini," ujar Vincent.


Mendengar janji ayahnya untuk menghancurkan mereka Moa pada akhirnya mau keluar dari kamarnya mungkin Ayahnya memang tidak akan bisa membuat Darren jatuh kembali ke dalam pelukannya tapi untuk menghancurkan mereka ayahnya pasti akan bisa melakukannya.


"Mom," katanya dengan penampilan acak-acakannya yang langsung berhamburan ke dalam pelukan Selyana.


"Tenanglah Moa Daddy mu sudah berjanji dan dia pasti akan menepatinya yang harus kau lakukan sekarang ada tenang dan kembali beraktivitas seperti biasanya," ujar Selyana.


Sejujurnya Selyana tidak menyukai sikap Vincent dan Moa yang menurutnya terlalu berlebihan memaksakan kehendak seseorang dan sikap Moa sama persis seperti Vincent berbeda dengan putri pertamanya yang jauh lebih dewasa dan selalu mempunyai pilihannya sendiri tanpa harus memaksa seseorang untuk mencintainya.


"Kau terlalu memanjakannya jadi Moa bersikap seperti ini," kata Selyana pada Vincent yang kini tengah melihat Moa tengah makan sendirian di meja makan.


"Dia putriku jadi aku berhak memanjakannya bukan," jawabnya dengan santai.


"Tapi bukan dengan memaksakan seseorang untuk mencintai sesuatu yang tidak disukainya apa kau ingin melihat putrimu menikah dengan pria yang seumur hidupnya tidak mau mencintainya sama sekali," ujarnya seraya menatap suaminya yang keras kepala itu.


"Sudahlah sayang lagi pula aku juga sudah tidak berniat menikahkan Moa dengan Darren," 


"Ya kamu tidak akan menikahkan Moa dengan Darren tapi kamu akan menghancurkan mereka. Vincent mengapa sikapmu tidak pernah mau berubah dari dulu?" Selyana menatap suaminya.


"TERSERAH KAMU MAU BILANG APA, AKU LELAH MAU ISTIRAHAT." kata Vincent yang pergi menaiki anak tangga.


Vincent memang sangat keras kepala tapi jika harus beragumen dengan Selyana istrinya dia dari dulu akan mengalah dan lebih memilih untuk tidak meladeninya karena jika seorang pria beragumen dengan wanita pada akhirnya tidak akan pernah memenangkannya.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2