Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 36 - Kecelakaan


__ADS_3

Keesokan harinya Darren mendapatkan kabar dari Emma jika Jackson sakit dan ingin bertemu dengannya awalnya Darren menolak tapi karena Anne mencoba membujuknya pada akhirnya pria itu mau menuruti apa kata wanitanya.


"Jika bukan karena permintaan Anne aku tidak akan mungkin sampai di rumah ini," ujar Darren pada Emma.


"Ayo Darren masuk ke dalam temui Daddy mu," kata Emma.


Mereka masuk ke dalam kamar utama di rumah mewah itu yang saat ini ia lihat adalah Jackson tengah terbaring lemah di kasurnya, pria tua itu benar-benar jatuh sakit.


"Bangunlah Darren sudah datang," kata Emma seraya menghampiri suaminya.


"Darren.. Darren dimana dia?" tanya seraya celingukan dan tepat pandangannya mendapati putranya yang kini tengah menatapnya juga.


"Dad aku disini, bagaimana keadaan mu sekarang?" tanyanya seraya ikut duduk di ranjang kasurnya.


"Aku baik-baik saja dimana Anne kau tidak mengajaknya untuk ikut kemari?" pertanyaannya itu berhasil membuat Darren tertegun, ada apa dengan ayahnya saat ini.


"Dia tidak bisa ikut karena menghargai mulai," jawabnya.


Ya, demi menjaga perasaan Jackson wanitanya memilih untuk tidak ikut bersamanya menemui kedua orang tuanya karena Anne sangat mengetahui jika Jackson sangat tidak menyukainya yang memiliki hubungan khusus dengan Darren.


"Maafkan aku Darren tidak seharusnya aku terus-terusan memaksamu untuk melakukan sesuatu yang tidak kau sukai, kau benar sebagai seorang ayah aku ini terlalu egois." ujarnya seraya menundukkan kepalanya.


"Aku tidak akan memaksakan mu untuk menikah dengan Moa kau berhak menikah dengan wanita yang kau cintai Darren," sambung nya kembali.


"It's ok dad and thanks sudah mau mengerti. Maafkan aku juga karena sudah bersikap kurang ajar padamu,"


Entah mengapa seketika Darren merasa bersalah karena pernah berbicara dengan nada intonasi  tingginya mengatakan jika Jackson adalah ayah yang sangat egois.


"Minggu depan sempatkanlah waktumu dan Anne untuk mengunjungi kami Darren,"


"Iya mom jika aku ada waktu akan ku ajak Anne untuk ikut mengunjungi kalian,"


Terlihat jelas sepertinya Jackson sudah memberikan tanda-tanda lampu hijaunya untuk hubungannya dengan Anne. Cepat atau lambat pada akhirnya hubungan keduanya pasti akan diterima dengan baik di kedua orang tuanya, orang tua mana yang tidak ingin melihat anaknya bahagia.


***

__ADS_1


Darren terus berlari menelusuri koridor rumah sakit mencari ruang ICU setelah mendapatkan kabar dari Frans ia segera pamit pergi dari kediaman rumah kedua orang tuanya.


"Maaf anda tidak bisa masuk ke dalam karena dokter sedang menangani pasiennya," ujar salah satu perawat yang berada di balik pintu depan.


"APA PASIEN YANG DI DALAM ADALAH KORBAN KECELAKAAN MOBIL SIANG INI?"


"IYA BENAR TUAN KORBAN ATAS NAMA NONA ANNETASYAH CLOPER."


Seketika kaki Darren terasa lemas tubuhnya langsung terhenyak ke lantai dingin ia masih tidak percaya jika wanita yang sedang di tangani dokter di ruang ICU adalah Anne wanitanya tapi keyakinan itu semakin yakin ketika dia melihat keberadaan Frans dan Kelvin di rumah sakit sekarang.


"Pak Darren maaf kami datang terlambat," ujar Kelvin.


"Aku baru saja meninggalkannya sebentar tapi keadaannya sudah seperti ini, ini salahku."


Darren menutupi wajahnya dia menyalahkan dirinya sendiri andai saja jika tadi pagi ia tidak mendengarkan Anne untuk mau datang ke rumah orang tuanya dan memilih untuk menekan Anne bertemu dengan klien bisnis mereka pasti kejadiannya tidak akan seperti ini.


"Maafkan aku Anne,"


"Sudah Pak ini murni kecelakaan bukan salah Pak Darren," kata Kelvin tapi Darren masih terus menyalahkan dirinya.


"Ceritakan padaku bagaimana Anne bisa kecelakaan seperti ini?"tanyanya seraya menatap kedua rekan kerjanya.


Anne menatap jalanan yang sangat padat akan kendaraan di siang hari ini, setelah menunggu hampir satu jam lebih klien yang katanya ingin bertemu dengannya tapi kenyataannya kliennya itu tidak menemuinya sama sekali.


"Sial! Sepertinya aku di bohongi, buang-buang waktuku saja." katanya seraya keluar dari dalam Cafe ia bergegas.


Anne mengedarkan pandangannya mencari taksi tapi belum dua menit sebuah mobil taksi langsung menghampirinya sendiri batinnya merasa Tuhan sepertinya sedang baik dengannya  hingga ia tidak perlu menunggu lama.


"Ke gedung antariksa ya Pak,"


"Baik nona,"


Mobil taksi melaju dengan mulus semulus pikiran Anne yang sekarang tengah memikirkan pria yang dicintainya sedang berjumpa dengan kedua orang tuanya. Pikirannya jadi merasa khawatir karena sedari tadi Darren belum juga memberikannya kabar sejak tadi pagi pria itu pergi.


Sstt.. Sang supir taksi menginjakkan pedak remnya kuat-kuat berhasil membuat tubuh Anne ikut terhuyung ke depan.

__ADS_1


"Kenapa Pak?"


"Maaf nona sepertinya ban mobilnya bocor saya akan melihatnya keluar sebentar," ujar sang supir taksi seraya keluar dari dalam mobilnya dan melihat ban mobilnya tidak terjadi bocor sama sekali.


"Bagaimana Pak?" tanya Anne dari balik jendela.


"Tunggu sebentar Nona," Dan seketika sang supir taksi itu langsung mengangkat tangannya sebagai tanda jika keadaannya telah aman.


"Apa sebaiknya saya turun saja Pak?" Anne mencoba membuka pintu mobilnya tapi ternyata telah di kunci otomatis oleh sang supir taksi.


"Ada apa ini kenapa pintunya harus di kunci, Pak tolong buka pintunya saya ingin keluar."


Anne terus berteriak tapi percuma sang supir taksi hanya melambaikan tangannya dari kejauhan seraya tersenyum seraya berucap, "Maafkan saya hati-hati Nona," Dan seketika mobil taksi tersebut di tabrak dari arah depan oleh sebuah mobil Jeep hitam yang melaju cepat membuat mobil taksi yang ada di hadapannya langsung terbalik dan mengeluarkan asap besar.


Dan Anne masih terjebak di dalam mobil taksi itu.


***


"Pada saat kami datang Nona Anne telah berhasil di selamatkan beruntung masyarakat disekitar langsung memberikan pertolongannya sebelum mobil itu benar-benar terbakar, hanya itu yang saya ketahui Pak."


"Mobil taksi itu terkunci dan hanya ada Anne sendiri di dalamnya?"


Frans dan Kelvin menganggukkan kepalanya saat Darren bertanya hal itu padanya.


"Ini bukan kecelakaan murni tapi ada seseorang yang telah merencanakan semua ini, kalian berdua saya tugaskan untuk menyelidiki hal ini siapapun yang menurut kalian patut untuk di curigai cepat selidiki dia." ujar Darren.


"Saya rasa Rick termasuk orang yang patut untuk kita curigai Pak,"


"Frans jangan asal bicara Rick itu rekan kerja kita satu team," kata Kelvin yang tak suka jika sahabatnya Rick namanya ikut terseret.


"Maaf saya tidak bermaksud menuduh Rick tapi saya pernah memergoki Rick mencoba merusak data program yang ada di laptop mu vin, saya pun pernah mendengar dia berbicara dengan seseorang di balik teleponnya orang itu meminta Rick agar dia berhasil menggagalkan kita di kompetisi nanti." ujar Frans dengan segala fakta yang dia ketahui, ia berbicara bukan asal dalam bicara tapi karena dia benar-benar pernah memergoki Rick saat itu.


"Sebenarnya saya juga sangat mencurigai Rick. Jika kamu masih tetap kekeh dengan merasa bahwa sahabat kamu itu tidak patut untuk dicurigai tolong berikan buktinya pada saya dan untuk kamu Frans tolong bantu saya menemukan siapa pelaku yang sudah berani membuat Anne seperti ini." ujar Darren pada keduanya.


Jika benar Rick terlibat akan kecelakaan Anne dan segala hal yang dikatakan Frans itu benar alangkah malunya Kelvin karena telah membela sahabat terbaiknya itu.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2