Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 50 - End Part


__ADS_3

Malam begitu terasa hening kedua pasangan yang baru saja resmi menjadi suami istri itu kini tengah menikmati keindahan bintang di balik balkon apartemen mereka, malam memang terasa sunyi tapi keindahan langit yang bertaburan bintang itu semakin membuat keindahan di malam hari yang sunyi ini.


"Aku enggak nyangka malam ini bintang banyak banget,"


"Mungkin langit sedang menghibur kita yang baru saja resmi menjadi suami istri," Anne langsung tertawa mendengar kalimat jenaka Darren itu barusan.


"Anne ini kan malam pertama kita, apa kau sudah siap?"


Pernyataan itu barusan berhasil membuat Anne terdiam pasalnya selama mereka pacaran, mereka berdua benar-benar berpacaran begitu normal selain berciuman saja.


"Emangnya harus malam ini juga?"


"Ya malam nanti juga bisa sih, emangnya kamu belum siap?"


"Bukannya belum siap tapi aku capek banget emangnya kamu enggak capek apa?" tanyanya balik.


Darren menghembuskan nafasnya mendengar jawaban Anne barusan, jawaban itu memang menunjukkan jika Anne belum siap untuk melakukan malam pertama dengannya.


"Ya udah ayo kita tidur, aku juga capek sih bisa lain hari nanti," ucapnya seraya merangkul pinggang istrinya.


"Makasih ya sayang kamu udah mau ngertiin aku,"


"Apa sih yang enggak buat kamu sayang," jawabnya seraya mengecup dahi istri.


Dan malam ini mereka tidur dengan berpelukan tanpa melakukan malam pertamanya padahal Anne sangat mengetahui jika Darren sudah sangat menginginkannya tapi mau bagaimana lagi ia benar-benar belum siap untuk melakukannya tunggu moodnya membaik.


...***...


Saat mereka berangkat ke kantor mereka telah di sambut dengan meriah oleh para karyawan mereka.


"Selamat datang di Great AND Enterprise tuan Darren dan nyonya Anne," ujar Felice seraya memberikan sebuket bunga kepada Anne.


"Thank you Felice," kata Anne menerimanya dengan baik.


"Kita semua tidak menyangka jika sekarang CEO dan CCO di kantor kita telah resmi menikah jadi sepasang suami-istri," ujar Kelvin.


Suara tepukan meriah dari mereka berhasil membuat Anne merasa terharu karena mereka begitu sangat menghargainya dan menerima dirinya yang sekarang telah resmi menjadi istri Darren tanpa adanya gosip murahan apapun.


"Terimakasih semuanya," ucapnya seraya merangkul pinggang istrinya dengan mesra.


Setelah penyambutan dari para karyawannya Anne dan Darren kembali ke ruangannya tapi yang paling membuatnya terkejut adalah kabar dirinya yang telah menikah dengan Darren sampai di beritakan di TV bisnis hal itu membuat Anne jadi merasa malu.


"Kau kenapa istriku?" Darren duduk di kursi yang ada di hadapan meja Anne.


"Kenapa sampai di beritakan segala coba?"


"Ya mana aku tahu mereka saja yang tidak ada pembahasan lain, sudahlah jangan terlalu di pikirkan,"

__ADS_1


"By the way kamu mau honeymoon dimana?" Anne terkejut mendengarnya seketika Darren langsung terkekeh melihat ekspresi wajah istrinya.


"Sayang kita ini sudah suami istri tapi kamu masih bersikap canggung seperti ini, aku tanya kamu mau honeymoon kemana nanti aku akan ambil cuti untuk kita berdua,"


"Terserah kamu saja, aku akan selalu ikut kemanapun kamu pergi," ucapnya dengan tulus hati.


Anne sepertinya benar-benar menaruh seluruh hidupnya untuk Darren, jadi kemanapun pria itu pergi Anne akan mengikutinya.


"Bagaimana dengan Seoul? Ku dengar disana banyak tempat indah," sarannya.


"Korea Selatan? Wah ide yang bagus aku juga ingin sekali kesana berkunjung ke Namsan tower ayo kita honeymoon ke sana," Anne setuju dengan pemilihan negara yang akan mereka kunjungi.


"Ok nanti aku akan buat cuti untuk honeymoon kita berdua,"


Darren dan Anne memang satu pikiran dan satu tujuan menjadikan langkah kakinya selalu bersama menuju apa yang di inginkan mereka bersama.


...***...


Seoul, Korea Selatan.


Setelah mengambil cuti satu minggu mereka benar-benar mengambil perjalanan ke Korea Selatan untuk honeymoon mereka seperti sekarang mereka telah sampai di hotel.


"Ya mom aku dan Darren sudah sampai di hotel," kata Anne pada Emma mertuanya.


"Kalian berdua harus happy ya di sana dan jangan lupa setelah pulang dari honeymoon bawa kabar baik untuk kami di rumah," Anne terkekeh mendengarnya.


"Hahaha jadi suami mu itu sedang membereskan bajumu, ya sudah sana bantu suamimu." ujar Emma.


Panggilan terputus dan Anne menghampiri Darren ikut membantunya membereskan baju-baju mereka yang ada di koper.


"Mom bilang kita harus membawa kabar baik setelah kita pulang dari sini,"


"Jangan terlalu dipikirkan apa keinginan mom barusan, fokus saja pada honeymoon kita disini." Anne mengangguk ia memang tidak memikirkannya tapi beruntung jika Darren sangat mengerti akan perasaannya.


Setelah selesai merapikan baju mereka kini Darren telah selesai mandi dan tengah menunggu Anne menyelesaikan ritualnya di kamar mandi. Saat istrinya keluar dan hanya mengenakan piyama handuknya berhasil membuatnya menelan salivanya sendiri.


"Kau sebegitunya melihat ku? Sudah sangat bergairah ya," Anne menggodanya berhasil membuat Darren tersenyum.


"Kau sudah siap sayang?"


"Huh apa aku se-menggoda itu sampai buat kamu seperti ini," Darren mencium bibirnya tidak membiarkan Anne terlalu banyak bicara.


Kini Darren dengan buasnya terus menciumi bibir seksi Anne di kamarnya entah mengapa Anne tidak menolak ciuman tuntutan Darren saat ini baginya ciuman mereka saat ini sangat terasa bergairah.


"Bolehkah aku menyentuhnya?" Anne mengigit bibir sebelum sampai akhirnya dia menganggukkan kepalanya.


Mereka kembali berciuman tapi dengan sensasi yang baru yaitu tangan Darren yang sibuk meremas dua bukit kembar kenyal milik Anne sesekali ciumannya turun ke leher jenjang Anne.

__ADS_1


"Mmhh.. Darren," katanya saat pria itu berhasil membuka tiga kancing piyama yang dikenakannya.


"Sangat indah," katanya seraya membenamkan wajahnya disana.


Anne memejamkan matanya saat merasakan tangan hangat Darren menyentuh ****** nya rasanya seperti di sengat aliran listrik tapi nikmat yang di dapatkannya.


"Darren.. "


"Ya my boo nikmati saja," ujarnya seraya mengangkat tubuh Anne untuk duduk diatas kedua pahanya.


Dan malam itu mereka melakukan malam pertama sebagai sepasang suami-istri seutuhnya.


...***...


Hari kedua di Seoul.


Mereka berdua mengunjungi Namsan tower salah satu tempat tertinggi di Korea Selatan kini mereka menikmati keindahan bintang diatas Namsan tower seraya menikmati salju yang terus bertaburan.


"Melihat bintang dari atas ini aku merasa begitu sangat dekat bintang-bintang itu," ujar Anne yang tak henti-hentinya menatap bintang-bintang yang ada di atas langit sana.


"Saljunya pun turun tepat di waktu yang tepat," ucap Darren seraya memperhatikan wajah istrinya.


"Anne,"


"Ya,"


Kini mereka saling tatap deruh nafas terasa begitu sangat dekat, keduanya saling melemparkan senyum manisny tak menyangka keduanya telah melangkah sejauh ini.


"Anne terimakasih untuk segalanya,"


"Ya, aku pun berterimakasih padamu karena telah begitu sabar menanti kesiapan ku ini. Mungkin pria lain tak akan bisa sesabar kau tapi karena kamu adalah Darren pria sejati yang mampu menjaga hatinya untukku." ujarnya seraya menyentuh pipi Darren.


"Kau sedang memuji ku?"


"Menurutmu?"


"Kau sekarang sudah pandai ya selain menggoda sekarang memuji pun bisa," katanya seraya mengedipkan matanya.


"Ya karena suamiku suka menggoda dan juga sering memuji istrinya jadi sepertinya aku pun ikut terbiasa seperti suamiku," jawabnya.


"Tidak apa kau sekarang kau begitu hebat dalam menggoda dan memuji ku asalkan itu hanya pada suamimu saja,"


"Iya, iya suamiku," ucapnya seraya mencium bibir suaminya dengan manis.


Semuanya terasa begitu sangat indah manis, sudah banyak hal yang mereka lalui bersama dan setelah semua itu mereka sudah siap untuk menghadapi hal-hal yang baru lagi bersama ia tidak akan lelah menghadapi semuanya asalkan bersama-sama tak akan ada hal yang lebih berat asalkan di lalui dengan bersama pasangan kita.


...The End. ...

__ADS_1


__ADS_2