
"Ya, aku dan Darren saling mencintai."
Demi Tuhan, dosa apa ini yang baru saja Anne perbuat membohongi kedua orang tua Darren. Ini semua ulah pria sinting spesies Darren bisa-bisanya kalai Anne terus di tendang untuk mau mengikuti permainan gila yang sedang Darren ciptakan.
"Darren lupakan perasaan mu pada nona Anne, kau harus ingat dua bulan lagi kau akan menikah dengan nona Moa,"
Batin Anne bergejolak ia mendukung apa yang di katakan Jackson barusan, Ya, benar Darren harus secepatnya mengakhiri permainan gilanya ini.
"Dad, sorry aku tidak bisa meninggalkan Anne." katanya seraya menundukkan wajahnya mencoba meresapi akting yang sedang Darren perankan.
"Darren, seharusnya kau mendengarkan apa yang Daddy mu katakan."
"Mom apa kau pasti sangat mencintai Dad bukan, jadi kau seharusnya tau bagaimana rasanya ketika kita harus meninggalkan orang yang kita cintai."
Anne benar-benar di buat tidak percaya dengan akting Darren yang begitu terlihat sangat keren, ia baru tahu ternyata Darren mempunyai bakat berakting, Segalanya terasa begitu nyata.
"Aku tidak akan meninggalkannya, Ayo Anne kita pergi saja mereka tidak akan pernah mengerti akan perasaan kita berdua." Darren berdiri dan meraih tangan Anne menggenggamnya dan entah mengapa Anne mengikuti begitu saja apa yang Darren lakukan.
"Aku belum selesai bicara dengan mu Darren," kata Jackson.
"Sudah tidak ada lagi yang perlu di bicarakan, kalian sudah tau aku mencintai Anne." Darren dan Anne mereka berdua secepatnya pergi meninggalkan rumah mewah itu.
***
Di dalam mobil Anne langsung murka ia memukul kepala Darren berani-beraninya pria sinting itu menjebaknya. Darren yang sedang menyetir ia di buat kewalahan akan aksi Anne padanya.
"Kau benar-benar sudah tidak waras Darren, kau menjebak ku!" Anne memukulnya sekali lagi.
"Kau yang gila, apa kau tidak tahu hah aku sedang menyetir kau mau kita kecelakaan bersama,"
Kau saja sana yang mati, Anne tidak mau mati ia masih sangat waras tidak seperti Darren pria itu sudah melakukan hal bodoh yang membuat nama Anne ikut terseret dalam permainannya.
"Aku ingin turun, cepat berhentikan mobilnya!" Anne berteriak keras.
"Ok, silahkan kau turun." sudah tidak waras ternyata Darren pun tidak mempunyai hati, ia tega menurunkan Anne di jalanan.
"Kenapa kau diam saja, kau bilang ingin turun?" Anne menatapnya sebal, ia keluar dari dalam mobil.
Anne berjalan menatap mobil Darren dengan kesal tapi tak sampai lima menit, Darren turun menyusul berjalan kaki mana bisa Darren bersikap setega itu membiarkan Anne pulang dengan jalan kaki.
__ADS_1
"Anne berhentilah, aku tau aku salah aku minta maaf padamu, kau harus tau hanya kau yang bisa membantuku."
"KAU MEMINTA BANTUAN TAPI TIDAK DENGAN HARUS MENJEBAK KU!" Anne menatapnya kesal.
"I'm sorry Anne, aku tidak tahu lagi harus dengan cara apa agar mereka tidak memaksa ku untuk menikah dengan Moa," Darren menunjukkan puppy eyes-nya, Anne menghentakkan kakinya kesal kenapa Darren harus bersikap menyedihkan seperti itu di hadapannya.
"Banyak wanita lain kenapa harus aku yang terlibat dengan scandal yang kau buat,"
"Karena hanya kau satu-satunya wanita yang dekat dengan ku Anne, aku tak memiliki teman wanita lain,"
Huh! Haruskah Anne mengapresiasi akan kejujuran Darren yang mengatakan jika hanya dirinyalah teman wanita satu-satunya, tapi tunggu sejak kapan mereka berteman selama satu minggu ini hubungan dengan Darren hanya sebatas atasan dengan bawahannya.
"Anne ku mohon padamu, bantulah aku,"
"Bantu apa maksudmu?" Anne mengerutkan dahinya, feelingnya sedang tidak baik.
"Jadilah, kekasih ku Anne."
Apa barusan Darren sedang meminta bantuan atau mengungkapkan perasaan pada dirinya
"Aku tidak bisa menjawab permintaan bantuan mu itu sekarang, akan ku pikirkan nanti jawabannya.. "
"Thank you so much Anne,"
"Sorry Anne, aku terlalu senang mendengar kau mau mempertimbangkan permintaan bantuan ku padamu,"
***
Anne memejamkan matanya untuk tidur tapi sialnya, matanya tak kunjung mengantuk juga padahal ini sudah pukul 11 malam jika tidak segera tidur besok pagi bisa-bisa Anne langsung berubah jadi panda.
"Darren sialan!"
Anne menutup mulutnya kenapa tiba-tiba ia mengumpat dengan menyebut nama Darren, mungkin ini efek terlalu kesal akan tingkah Darren padanya.
Berbicara tentang Darren ia masih mempertimbangkan permintaan Darren padanya, ia bingung jika Anne membantu Darren pasti urusannya akan semakin panjang tapi jika ia tidak membantunya entah mengapa Anne merasa kasihan jika melihat Darren nanti menikah dengan wanita yang tidak di cintai Darren.
"Otak sialan ini kenapa sih tiba-tiba memikirkan Darren, biarkan saja dia menikah dengan Moa! Cinta ataupun tidaknya Darren pada Moa itu bukan urusan mu Anne."
Anne mencoba mengingatkan dirinya sendiri, kasihan pada orang lain belum tentu orang lain kasihan padanya.
__ADS_1
Ponsel Anne berdering tapi bukan panggilan telepon biasa melainkan panggilan video dari Darren itu yang artinya Anne akan melihat wajah tengil Darren.
"KENAPA?!"
"Wow, garang sekali kau Anne,"
"Kenapa Pak Darren tiba-tiba menelepon ku ada kepentingan apa ya?" Darren tersenyum melihat nada bicara Anne barusan.
"Kok beda ya? kau terlihat lebih cantik saat aku melihatmu secara langsung, disini kau terlihat jelek Anne hahaha.. " bukannya menjawab pertanyaan Anne padanya, Darren malah mengejeknya.
"Kau.. Dasar menyebalkan!"
"Hahaha.. Aku hanya bercanda Anne, jangan terlalu serius," Anne bisa mendengar dengan jelas tawa Darren.
"Sudahlah jika kepentingan mu itu hanya untuk mengejekku lebih baik ku matikan saja teleponnya!"
"Hey tunggu sebentar kau ini cepat sekali marah, aku menelepon mu karena aku merasa sulit sekali untuk tidur,"
"So?"
"Jadi ya ku pikir dengan menelepon dan melihat wajah mu kali saja bisa membuatku tidur," ujarnya seraya tersenyum manis yang di balas senyum simirk dari Anne.
"Kali ini aku tidak menggoda mu Anne, aku serius tadi. Kau juga ini sudah larut malam tapi masih bisa menyempatkan waktu untuk mengangkat telepon dari aku.. "
"Apa kau sedang merindukan ku huh?" Anne tertawa mendengarnya.
Sungguh tingkat kepedean Darren ingin sekali Anne menurunkan kepercayaan diri Darren barusan.
"Huhuhu kau sangat percaya diri sekali ya.. " Anne mengejeknya.
"Aku mengangkat telepon darimu karena aku merasa kasihan padamu, kau tak memiliki teman wanita selain diriku huh menyedihkan.. "
"Ya, aku sangat menyedihkan dan kau juga sangat menggemaskan."
"Sudahlah aku malas meladeni pria sinting seperti mu, Bye!" Anne memutuskan panggilan videonya sepihak.
Dimana pun Darren berada baik itu secara langsung ataupun tidak langsung dia masih bisa-bisanya menggoda Anne. Anne jadi heran kok bisa ya, ada manusia spesies sinting seperti Darren di New York ini.
"Percuma tampan jika menyebalkan!"
__ADS_1
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)