
3 tahun kemudian..
Setelah semuanya mereka berhasil lalui bersama bahkan Great AND Enterprise berhasil membuat cabang baru di perusahaan mereka bukan hanya menambah cabang perusahaan tapi perusahaan mereka berhasil mengeluarkan beberapa kendaraan roda empat dan dua hasil buatan mereka, tak lupa mereka pun membuat sebuah aplikasi khusus untuk mereka yang mau berpartisipasi menyumbangkan ide kreatif mereka dengan aplikasi tersebut yang di rancang khusus untuk orang-orang yang baru saja lulus sekolah dan para mahasiswa yang ingin bergabung bekerja di Great AND Enterprise dengan jalur seleksi melalui aplikasi tersebut ide aplikasi ini di desain selayaknya seperti Siliconvely.
"Yang lolos hanya tiga group masing-masing dari mereka kita akan berikan fasilitas lebih dan ide perusahaan mana yang terbaik akan kita pilih untuk jadi bagian di Great AND Enterprise,"
"Gedung sebelah sudah siap dihuni oleh mereka,"
Rapat selesai mereka kembali bekerja berbeda dengan CEO dan CCO yang kini masih di ruangan meeting yang tentu jauh lebih luas di bandingkan ruang meeting mereka dulu.
"Aku tidak menyangka kita bisa mengembangkan perusahaan ini dengan baik bahkan kita bisa memberikan peluang bagi para anak muda yang berprestasi untuk ikut berpartisipasi dengan perusahaan kita," ujar Anne seraya menatap gedung pencakar langit di sebelahnya dari balik kaca.
"Kita berhasil membuat Great Enterprise bisa sebesar ini Anne," katanya seraya mengelus pundak wanitanya dengan lembut.
Anne menatap pria yang dicintainya yang sampai sekarang selalu di sampingnya, dan ini sudah waktunya ia memulai kehidupan yang baru dengan pria setulus Darren.
"Darren ayo kita menikah aku sudah sangat siap?"
Mendengar kalimat itu berhasil membuat Darren tersenyum senang, waktunya memang begitu lama tapi ini semua untuk kebaikan masa depannya.
"Ya, ayo kita menikah Anne."
Mereka saling berpelukan memberikan rasa bahagia di dalam hati mereka berdua ini bukan tentang egois tapi tentang kesiapan dan masa depan yang lebih baik dan setelah kesiapan itu sudah mulai matang, bahkan masa depan pun sudah semakin membaik maka esok hari mereka telah siap untuk mengarungi dunia bersama.
__ADS_1
***
Waktu terasa begitu cepat setelah mengucapkan janji pada Tuhan mereka berdua telah resmi menjadi sepasang suami istri, acara pernikahan dibuat sesederhana mungkin katanya Anne tidak terlalu menyukai hal-hal yang terlalu berlebihan.
"Aku sangat merasa bersyukur pada Tuhan karena pada akhirnya kalian benar-benar menikah," ujar Emma memeluk Anne.
"Terimakasih mom sudah begitu sabar menanti ku sebagai menantumu,"
"Kau adalah menantu terbaik di keluarga ini,"
Emma tersenyum begitu juga Darren yang ikut bahagia melihat kedua wanita yang dicintainya sangat begitu dekat.
"Ku pikir kau akan terus melajang,"
Jackson terkekeh mendengarnya ia memberikan pelukan terbaiknya untuk putra semata wayangnya itu
"Kebahagiaan kita sudah lengkap melihat Darren akhirnya menikah dengan wanita yang dicintainya,"
Emma merangkul lengan Jackson keduanya selalu berharap rumah tangga putranya selalu di karunia kebahagiaan sejati.
Kini acara berlanjut pada bagian berdansa kedua pengantin itu berdansa begitu indah di tengah-tengah para tamu yang melihat keduanya sangat begitu romantis, sesekali Darren menyatukan dahinya dengan dahi Anne.
"Dari dulu sampai sekarang kau tidak pernah berubah Anne selalu cantik,"
__ADS_1
"Kau pun sama meskipun sudah kepala tiga tapi selalu terlihat muda," jawabnya di sela berdansa mereka.
"Aku tidak menyangka pada akhirnya aku akan menikah dengan pria sinting yang sering menggodaku saat di kantor," ujar Anne berhasil membuat Darren terkekeh.
"Dulu pada saat melihatmu di kampus aku sudah mulai terpesona denganmu,"
Sebuah kenyataan yang baru Anne ketahui jika Darren telah mengetahui keberadaannya pada saat ia masih kuliah.
"Oh jadi itu alasanmu langsung menerima ku menjadi sekretaris mu? Kau sudah dari dulu menganggumiku,"
"Ya jika bukan kau pasti tidak akan kuterima wanita yang tidak memiliki pengalaman menjadi sekretaris di perusahaan besar tapi sekarang wanita yang tidak berpengalaman itu malah menjadi seorang wanita yang hebat," ujar Darren.
Anne memeluknya dengan erat kehangatan tubuh pria itu tidak pernah berubah, ia tidak pernah menyangka jika ia bisa mencintai pria sinting yang menyebalkan itu tapi sekarang pria sinting itu malah menjadi teman hidupnya.
"I love you Anne,"
"I love you too my husband,"
Pada detik terakhir keduanya menyatukan dahi nafas keduanya begitu terasa hangat, seketika mereka berciuman begitu hangat tepukan meriah dari para tamu berhasil membuat keduannya merasa malu.
TBC.
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)
__ADS_1