
Mereka telah sampai di kota New York pulang membawa kekalahan dan kabar itu menjadi bahan pembicaraan para karyawan kantor, banyak dari mereka yang menyalahkan Anne yang di klaim tidak becus menjadi sekretaris Darren.
"Anne kau tak perlu mendengarkan ucapan mereka tidak ada kaitannya kekalahan D.J Enterprises dengan jabatanmu yang sebagai sekretaris pak Darren," ujar Vanny seraya menepuk kecil pundak Anne.
"Tetap saja aku adalah sekretaris pak Darren dan aku sepertinya memang tidak pantas menjabat sebagai sekretaris pak Darren," jawab Anne dengan tatapan sendunya.
Vanny menggeleng dengan Anne yang susah untuk di bujuk agar tidak mendengarkan omongan sampah dari para karyawan lainnya tentang dirinya.
"Sudahlah Anne jangan kau masukan ke hati ucapan mereka," ujar Vanny.
"Ya Van, aku ke ruangan pak Darren dulu mengantarkan dokumen hasil rekapan statistik hasil dinas kemarin," Vanny mengangguk dan Anne melenggang pergi.
Anne pikir memang tidak seharusnya dia melamar pekerjaan di bagian sekretaris CEO jadi beginilah resikonya, dampak hal-hal yang berkaitan dengan perusahaan pasti namanya akan ikut terseret.
Saat Anne masuk ke dalam ruangan CEO disana ia mendapatkan Darren bersama Moa dan seketika Darren yang melihat kedatangan Anne dia langsung menghampiri Anne dan menggenggam tangannya, aksinya itu berhasil membuat Anne terkejut.
"Ini dia kekasih ku nona Anne wanita yang ku cintai," ucapnya seraya tersenyum manis dan berhasil membuat Moa terperangah.
Anne di buat gelagapan dengan ucapan Darren barusan ia mencoba melepaskan genggaman tangan Darren tapi sayangnya genggaman tangan Darren terlalu kuat.
"APA DIA.. DIA SEKRETARIS MU DARREN,"
"Iya, dia sekretaris sekaligus kekasih ku bukan begitu sayang?" katanya seraya menatap manis Anne.
"Apa? Nona Moa saya bisa menjelaskan semuanya," ujar Anne.
"Semuanya sudah jelas jika kita saling mencintai," jawab Darren seraya tangannya berpindah memeluk bahu Anne.
"KAU JAHAT DARREN! AKAN KU ADUKAN HAL INI PADA PAMAN JACK." ujar Moa histeris.
"Ya adukan saja bukankah ini adalah berita yang bagus," jawab Darren dengan enteng seraya terus memeluk bahu Anne, sang empu sendiri di buat kebingungan entah apa yang harus dia katakan saat ini.
__ADS_1
Moa menangis histeris dan ia keluar dari ruangan Darren setelah benar-benar melihat Moa keluar dari ruangan Anne langsung menyingkirkan tangan Darren dari bahunya.
"Kau sudah gila hah?"
"Aku bukan gila tapi aku cinta padamu,"
"Terserah kau mau bilang apa, aku kesini hanya ingin memberikan dokumen ini bukannya ikut campur dalam permasalahan cintamu!" ujar seraya memberikan dokumen itu di dada Darren dan langsung keluar dari ruangan Darren.
Anne benar-benar sudah berada dalam permasalahan dua manusia tidak waras, ia ingin lari tapi itu mustahil dia masih terikat kontrak pekerjaan dengan Darren. Memikirkan keduanya hanya akan membuat kepalanya semakin penat.
***
Di jam istirahat karyawan sekarang bukan hanya tentang berita kekalahan tender tapi di tambah dengan tadi pagi Moa yang tiba-tiba menangis histeris di koridor kantor, sambil meneriaki nama Darren dan Anne. Aksinya itu berhasil membuat Anne kembali menjadi bahan gosipan dan juga sorotan para karyawan lain.
"Anne apa berita itu benar kau dan pak Darren.. Kalian berpacaran?" tanya Vanny yang sekarang tengah berada di Cafetaria kantor bersama sang pelaku utama wanita.
"Van bisakah kau kecilkan volume suaramu," jawab Anne seraya mengusap wajahnya gusar.
"Wah ternyata sekretaris baru di kantor kita berpacaran dengan CEO kita lho," cibir karyawan yang duduk di meja tak jauh dari meja Anne dan Vanny.
"Berpacaran apa karena memang dia sang penggoda ya hahaha," sambung karyawan lainnya, berhasil membuat karyawan lain pun ikut tertawa.
Anne kesal dia hendak berdiri tapi tangannya di tahan Vanny temannya itu memberikan kode untuk Anne dapat mengontrol emosinya dan tak perlu mendengarkan ucapan mereka.
"Sudahlah Anne,"
"Aku kesal Van,"
"Kau tak perlu mendengarkan omongan sampah mereka," kata Vanny yang suaranya dapat di dengan karyawan wanita yang barusan mencibir Anne.
"Hei kau mengumpat ku sampah? Teman di sampingmu itu yang sampah, si penggoda CEO di kantor kita. Ck! Tidak tahu malu sekali ya kau ini nona Anne menggoda pak Darren yang sudah jelas memiliki tunangan." ujarnya dan berhasil membuat Anne berdiri dan mengguyurkan jus mangganya ke wajah karyawan wanita itu barusan.
__ADS_1
"KAU DASAR J*LANG!" dia hendak mengguyur Anne tapi sayangnya Darren datang lebih cepat dan membuat jas mewahnya yang terkena guyuran jus.
"Pak Darren? Maaf saya tidak bermaksud melakukannya.. "
"S*hit! Cukup, kau sudah berani menghina dan menertawakan kekasihku! Kau bahkan membuat berita yang tidak baik tentang Anne," ujar Darren dengan lantangnya bahkan sekarang Anne malah bersembunyi di balik punggung Darren.
"KAU KU PECAT! SILAHKAN KELUAR DARI PERUSAHAAN INI."
"Dan untuk kalian semua, jika saya masih mendengar kata yang tidak baik tentang Anne. Kalian akan bernasib yang sama dengan dia," ujar Darren seraya menunjuk karyawan yang baru saja dia pecat.
Ancamannya barusan berhasil membuat bulu kuduk karyawan lain berdiri, mereka tak menyangka jika Darren akan semurka ini hanya demi seorang Anne begitu juga dengan Anne yang tak menyangka jika Darren akan sampai dengan teganya memecat karyawannya.
***
"Darren kau tidak seharusnya memecat dia, aku yang memulai duluan mengguyur wajahnya dengan jus mangga ku," ujar Anne yang sekarang berada di ruangan bersama Darren.
"Aku sudah memecatnya jadi aku tak bisa menarik ucapan ku. Lagi pula, dia yang salah yang sudah membuat gosip murahan itu." jawab Darren seraya menaruh kakinya diatas meja.
"Sudahlah Anne kau tak perlu merasa bersalah," sambung Darren.
Bukan hanya tentang Darren yang memecat karyawannya tapi dia juga kesal karena Darren tiba-tiba dengan lancang mengatakan jika dia dan Darren berpacaran hal itu pasti akan semakin membuat dirinya sulit untuk beraktivitas dengan bebas di pekerjaannya.
"Kau tetap saja salah tidak seharusnya kau mengatakan jika kita berpacaran," ucap Anne yang kesal.
"Kita ini memang berpacaran sayang, biar saja mereka mengetahui hal ini." Anne memutar bola matanya dia jengah dengan sikap Darren barusan.
"Kau.. Kau juga sudah keterlaluan berbicara seperti itu pada nona Moa, tidak seharusnya kau mengatakan kata-kata itu barusan," sarkasnya.
Ya, Darren bersikap seperti ini dia juga merasa jengah dengan gosip yang sedang tersebar tentang kekalahannya dan beberapa karyawannya menyalahkan Anne dan kedua tentang Anne yang di cap sebagai seorang penggoda ia sudah benar-benar di buat kesal jadi jangan salahkan Darren jika dirinya bertindak yang membuat beberapa karyawannya terkejut akan sikapnya barusan.
TBC
__ADS_1