
Malam yang sunyi terasa begitu sepi di vila yang sedang mereka tempati, selesai dengan aktivitas memasaknya Anne langsung terkapar di kamarnya. Darren yang menyelinap masuk ke dalam, ia melihat ke sembarang arah. Huh, dasar bodoh untuk apa dia tengok kanan-kiri sudah tau di dalam vila hanya ada mereka berdua.
"Kau memang sangat cantik Anne," kata Darren seraya tersenyum manis melihat Anne yang sedang tertidur pulas.
Darren mengendap ikut masuk ke dalam selimut yang sama dengan Anne, ia melirik ke sampingnya dengan pelan tak ada respon apapun sepertinya Anne ini termasuk wanita yang tak mudah untuk di ganggu saat tidur. Buktinya dia bahkan tak menyadari pergerakan kecil Darren yang ikut naik ke ranjang yang sama dengannya.
Jakunnya naik turun saat mereka sekarang satu ranjang bersama Darren menggelengkan pikiran kotornya, tangannya mencoba memeluk tubuh Anne and that dia benar-benar tak merasa terusik sama sekali.
"Finally," katanya seraya ikut memejamkan matanya di samping Anne, ia baru tahu ternyata tidur sambil berpelukan seperti ini rasanya sangat nyaman apalagi di sekarang di luar sedang hujan.
Kehangatan memang sangat di butuhkan di saat-saat seperti ini.
***
Anne menggeliat dari tidurnya pergerakan terasa berat ia melirik ke sampingnya mendapati wajah seseorang yang sedang mendengkur. Anne mengalihkan pandangannya menjadi lurus ia kembali melirik ke sampingnya, OMG! Ternyata ini bukan mimpi.
"Arrghh Darren sialan!" Anne berteriak kencang, begitu juga dengan Darren yang ikut terbangun.
"Arrghh Anne kenapa kau bisa ada disini?" katanya yang ikut berteriak, membuat Anne mengerutkan dahinya.
"INI KAMAR KU BRENGSEK!" Anne memukul kepala Darren sampai pria itu terjatuh ke lantai karena kewalahan dengan pukulan Anne padanya.
"Dasar kau pria mesum!"
"APA! Kau yang mesum Anne, kau pasti sudah memasukkan sesuatu ke dalam makanan mu? Kau pasti sengaja membuatku lelah dan cepat tidur dan.. Dan kau pasti sudah memperkosa ku!" ujar Darren seraya memeluk tubuhnya sendiri.
"KAU GILA! MANA MUNGKIN AKU MEMPERKOSA MU,"
"Buktinya sudah jelas lihatlah pakaianmu dan lihatlah pakaianku kau kemana kan bajuku?" Anne terperangah mendengar ucapan Darren yang tak masuk akal sudah jelas-jelas pasti pria itu yang masuk ke dalam kamarnya dan sekarang dia malah menuduh Anne.
"Anne kau harus bertanggung jawab atas apa yang sudah kau perbuat padaku,"
__ADS_1
"APA? Tanggung jawab apa yang kau maksud aku tidak melakukan apapun padamu," Anne di buat bingung dengan segala sikap Darren barusan.
"**** holly! Bicara hal apa yang sekarang kau bahas Darren," katanya tapi Darren sekarang menggelengkan kepalanya.
"KAU MENODAI KU ANNE," katanya seraya berlari keluar dari kamar Anne.
Anne menyentuh dahinya ia benar-benar di buat pusing dengan keadaan sekarang, kenapa tiba-tiba Darren bersikap seakan dirinya yang salah padahal sore tadi sehabis makan bersama ia dan Darren tidak melakukan apapun tapi sekarang kenapa pria itu tiba-tiba berada di kamarnya.
"Darren dasar pria sialan itu,"
***
Di dalam mobil saat perjalanan menuju perusahaan dimana mereka akan meeting dengan klien-klien besar sedari tadi Darren hanya diam berhasil membuat Anne seperti merasa orang yang bersalah padanya.
"Darren kau ini kenapa hah? Sedari tadi kau hanya diam saja, jangan membuatku bingung dengan apa yang terjadi,"
"KAU MENODAI KU DAN KAU SUDAH MEREBUTNYA ANNE," jawabnya yang berhasil membuat Anne mengeratkan giginya kesal dengan Darren yang terus mengatakan kalimat itu.
"Kau tidak mengingatnya padahal semalam kau sendiri yang sangat menikmatinya,"
"Apanya yang menikmati?" Darren mengangkat bahunya.
Jika memang benar mereka melakukannya semalam seharusnya Anne merasakan sakit di selangkangannya tapi nyatanya dia tidak merasakan apapun tanpa, Anne sadari saat ini jauh di dalam lubuk hati Darren dia tengah tertawa karena berhasil mengerjai Anne.
Anne pikir perjalanan dinas ini akan menyenangkan nyatanya sangat menyebalkan. Ya, menyebalkan karena perjalanan dinasnya bersama pria tengil seperti Darren.
"Ku mohon padamu jangan membahasnya lagi Darren, jangan membuatku canggung saat bersamamu." ucap Anne yang berhasil membuat Darren terenyuh hatinya.
"Aku sudah memaafkan mu Anne, sudahlah jangan kau ingat apa yang sudah terjadi." Anne memicingkan matanya mendengar kata itu barusan, siapa pula yang meminta maaf padanya.
***
__ADS_1
Meeting kali ini berjalan dengan lancar tapi masih ada rapat berikutnya kembali yang pastinya akan sangat menguras tenaga dan pikiran, Mereka yang sedang duduk berdua seseorang klien lain memperhatikan Anne yang duduk di samping Darren sekarang.
"Tuan Darren sekretaris anda sangat cantik dan manis, sepertinya saya mengaguminya," ujar Smith yang berhasil membuat Darren memeluk pinggang Anne berhasil membuat sang empu terkejut.
"Ya, dia memang sangat cantik dan manis and thanks atas pujiannya tapi sepertinya hanya saya yang pantas memujinya." jawab Darren yang berhasil membuat Anne harus tersenyum ramah karena tingkah Darren yang tidak care pada klien lainnya.
"Terimakasih tuan Smith atas pujiannya, kami permisi." Anne menarik Darren menjauh dari beberapa klien yang lainnya.
"Kau ini tidak ada care nya sama sekali pada klien lainnya, kau tau sikap mu yang seperti ini pasti akan jadi pertimbangan juga dari para investor nanti kau mau kita tidak dapat membawa pulang proyek tender itu,"
"AKU TIDAK SUKA DIA MENGGODA MU ANNE," jawab Darren merajuk membuat Anne menaikan satu alisnya.
"Kau harus membedakan mana yang menggoda dan memuji, kau yang sering menggodaku!" Darren mengangguk.
"Ya aku sering menggoda mu dan hanya aku yang boleh menggoda dan memujimu,"
Bugh! Anne memukul punggung Darren membuat sang empu meringis akan pukulannya yang sebenarnya ingin Anne pukul adalah bagian kepala Darren, bisa-bisanya Darren berbicara hanya dia yang berhak dia pikir, dia itu siapanya Anne.
"Hari ini kau memukul punggungku di kemudian hari kau pasti yang akan mengelus dan menenangkan punggungku ini," ujar Darren berhasil membuat Anne terkesima akan ucapannya.
"Masih ada waktu, ayo apa kau tak ingin melihat sunset."
"Apa ada laut di sekitar sini?" tanya Anne.
"Tidak ada, tapi kita bisa mencari keberadaan lautnya ayo kita cari." Anne mengangguk dan seketika Darren menggenggam tangannya, Lagi-lagi dia buat terkesima akan aksi Darren.
Seketika hati Anne merasa senang bahkan ia tak menolak genggaman tangan Darren saat ini, Anne pikir ide mencari laut adalah hal konyol yang sedang di bercanda kan Darren nyatanya pria sinting itu benar-benar mencari informasi laut terdekat di sekitar tempat vila mereka.
Dan untuk mengenai kejadian tadi siang terkadang Anne sendiri merasa lucu akan tingkah Darren yang seperti layaknya perempuan yang baru saja mengalami pemerkosaan, tapi ia juga kesal karena Darren bodoh itu menyalahkannya.
TBC.
__ADS_1
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)