Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 21 - Prepare


__ADS_3

Saat ini keduanya sudah berada di salah satu gedung pencakar langit, mereka berada di lantai 09 sebuah gedung yang sudah di sewa oleh Darren untuk di jadikan tempat perusahaan baru mereka nanti luasnya memang tidak seluas perusahaannya dulu tapi setidaknya disinilah dia akan memulai kariernya kembali.


"Darren kau yakin ingin mengembangkan perusahaan di bidang startup?" Darren mengangguk dia sudah sangat yakin.


"Kau tahu Anne sejak aku kuliah, aku lebih menyukai hal yang berkaitan tentang program di bandingkan yang lainnya tapi karena ayahku adalah seorang pengusaha di bidang properti jadi beliau selalu memintaku untuk menjadi apa yang dia mau," ujarnya yang sekarang menatap jalanan kota yang sedikit lumayan padat di bawah sana.


"Sekarang apa yang ingin kau lakukan di perusahaan kita ini?" kata Anne yang ikut berdiri di samping Anne.


"Kita harus mencari seorang programmer, aku ingin membuat mobil listrik kemudi otomatis," ujarnya.


"Seperti Tesla?" kata Anne dan seketika Darren mengangguk.


"Ya, kita harus membuat yang lebih hebat lagi dari Tesla,"


Anne benar-benar di buat takjub dengan ide Darren bahkan pria itu berani mengambil resiko besar padahal sudah jelas dia belum pernah mencoba perusahaan startup itu seperti apa persaingannya.


"Ayo kita buat sebuah mobil kemudi otomatis yang paling hebat dari yang lainnya," ujar Anne seraya memeluk Darren.


"Tapi aku masih bingung Anne perusahaan ini masih sangatlah baru apakah ada seorang programmer dan beberapa karyawan lain yang mau bergabung dengan kita?" Anne menaikan satu alisnya bisa-bisanya Darren berpikir pesimis seperti itu.


"Hei jangan pesimis ayolah kita pasti bisa," kata Anne seraya memukul bahu Darren.


Seketika Anne mengingat sesuatu hal yang belum mereka bicarakan bersama, "Darren apa kau sudah memilih nama untuk perusahaan kita ini?" tanya Anne mengingat Darren.


"Aku sudah mempunyai nama yang paling bagus untuk perusahaan kita ini, ku yakin kau pasti akan menyukainya."


"Apa namanya beritahu aku?" Darren menggeleng.


"Nanti minggu depan saja setelah launching perusahaan baru kita, ayo sekarang mari kita buat beberapa informasi untuk lowongan yang nanti akan kita pasang,"


"Kau ini membuatku penasaran saja, seharusnya kau memberitahuku sejak dari semalam,"


"Sudah ayo kita pulang dulu minggu depan adalah peresmian perusahaan baru kita, jadi sekarang ayo kita siapkan segalanya."

__ADS_1


Ya, Darren harus menyiapkan segalanya yang pertama ia harus mencari beberapa karyawan dan yang kedua dia harus mendapatkan seorang investor untuk perusahaannya jika sebauh perusahaan tanpa seorang investor dimana nanti ia bisa mendapatkan untung dan menggaji para karyawannya.


***


Darren dan Anne sekarang tengah menunggu seseorang yang katanya dia adalah seorang programmer hebat, dia juga teman sekampus Anne dulu.


"Dimana temanmu itu?"


"Tunggu sebentar sepertinya dia terkena macet,"


"Kalau sampai 15 menit dia belum sampai juga, kita pulang saja," Anne mencabik kan bibirnya kesal dengan Darren yang tidak bisa menunggu sebentar.


"Nah itu dia, Hei.. Kelvin come here," ucap Anne seraya melambaikan tangannya pada pria itu.


Ternyata teman Anne itu seorang pemuda tampan yang berkaca mata minus tapi meskipun berpenampilan seperti itu tetap saja masih keliatan tampan.


"Hei Anne apa kabar?"


"Kabarku baik duduklah, Darren ini Kelvin dan Kelvin ini adalah Darren CEO di perusahaan baru yang akan kita debutkan," ujarnya antusiasme dan dengan ramahnya Kelvin tersenyum ramah kepada Darren.


"Disini, saya sedang mencari seorang programmer yang hebat untuk bekerja sama dengan perusahaan baru saya dan ku dengar kau cukup hebat itupun kata Anne dan bisakah kau jelaskan kau sudah bekerja dimana saja?" sambungnya dan Anne terperangah mendengarnya Darren benar-benar sangat to the point.


"Maaf sebelumnya saya belum pernah bekerja di perusahaan manapun, tapi menjadi seorang programmer adalah hobi saya di rumah saya sudah biasa meretas beberapa hacker yang mencoba membobol beberapa situs perusahaan besar yang ada di kota ini," ujar Kelvin dengan lantangnya.


"Apa hobi? Menjadi seorang programmer adalah hobi dan kau belum pernah bekerja di perusahaan manapun?" kata Darren dan Kelvin mengiyakannya.


"Saya sudah pernah beberapa mengirimkan CV saya ke sebuah perusahaan tapi belum ada satupun yang menerimanya," kata Kelvin sekali lagi.


Darren seketika langsung berdiri dan mengajak Anne untuk berbicara bedua dengannya, programmer macam apa yang sedang Anne perkenalkan padanya sekarang tidak memiliki riwayat pekerjaan yang bagus.


"Anne apa kau sudah gila memperkenalkan ku dengannya orang semacam dia, kau sudah dengarkan jika dia belum pernah bekerja di perusahaan manapun dan menjadi seorang programmer adalah hobi dia," ujar Darren.


"Darren tenanglah kau jangan melihat Kelvin hanya karena dia tidak memiliki pengalaman pekerjaan, tapi kau harus melihat kemampuannya," Anne mencoba mengingatkan hal yang lainnya.

__ADS_1


"Kemampuan apa Anne? Kau ini sudahlah aku tidak akan menerimanya untuk bekerjasama dengan perusahaan kita," kata Darren yang egois.


"Darren ku mohon berilah dia kesempatan untuk menunjukkan kemampuannya, lagi pula perusahaan kita juga belum juga di resmikan belum tentu juga ada programmer hebat yang mau bekerjasama. Ayolah pikirkan baik-baik jika memang setelah ini semua Kelvin tidak bisa menunjukkan kemampuannya, kau bisa mengakhiri masa kontraknya."


Sekarang Darren kebingungan tapi apa yang dikatakan Anne ada benarnya perusahaannya saja memang sangatlah baru belum tentu juga ada seseorang programmer yang mau bergabung dengannya dan sekarang yang memohon kepadanya adalah Anne jadi mana mungkin ia bisa menolaknya.


"Baiklah aku akan menerimanya," Anne senang mendengarnya.


Dan setelah pertemuan itu Kelvin akhirnya menjadi bagian di perusahaan baru Darren dan Anne. Pria berkaca mata minus itu ia sudah berjanji akan memberikan segala kemampuannya untuk membuat mobil kemudi otomatis.


***


"Bagaimana apa sudah ada beberapa orang yang mengirimkan CV nya di email kita?" tanya Darren pada Anne yang sekarang tengah menatap layar laptopnya sekarang mereka tengah berada di rumah sewa Anne.


"Ada beberapa tapi ku rasa kau tidak akan mau menerima mereka selera mu kan harus yang hebat-hebat," kata Anne.


"Hei kenapa kau berpikiran seperti itu, sini aku lihat terlebih dahulu CV mereka." Darren merebut laptop Anne dan seketika ia membaca satu persatu CV yang sudah di kirimkan padanya.


Pria itu tersenyum kecut dan Anne sudah bisa menebaknya pasti Darren tidak tertarik dengan CV mereka, pria itu selalu melihat dari sebuah pengalaman pekerjaan padahal bisa saja mereka mempunyai skil yang tidak pernah orang lain sadari.


"Jadi bagaimana kau mau menerima mereka?"


"Tidak! Kebanyakan dari mereka sedikit sekali pengalaman mereka dalam bekerja di sebuah perusahaan, Anne kau tahukan aku ini ingin membangun sebuah perusahaan besar jadi aku tidak mau memilih karyawan asal begitu saja," ujar Darren yang kesal.


"Darren kita ini baru saja akan memulai segalanya dari 0 bukan dari angka 2 ataupun 3, apakah kau tidak pernah sadar perusahaan kita ini belum tentu ketika kita baru saja meresmikan langsung naik pesat pasti akan ada pasang surutnya dan mana ada orang yang mempunyai skil hebat mau bekerja di perusahaan baru yang mau membayar mereka dengan gaji yang besar. Jadi, kau harus ingat kita ini butuh para karyawan yang mau bekerjasama dengan baik dengan kita bukan hanya melihat seberapa mereka akan di bayar nanti," ujar Anne dengan kesalnya.


Darren dibuat terdiam. Ya, dia memang salah selalu melihat seseorang hanya dari segi pengalamannya padahal seharusnya ia memberikan kesempatan untuk orang lain mau bekerja dengan perusahaannya yang baru ini. Darren terbawa-bawa akan D.J Enterprises yang sudah hebat sampai ia lupa jika perusahaannya baru masih baru di angka nol.


"Ya sudah kau hubungi mereka untuk ikut interview nanti di kantor,"


"Jangan melakukan sesuatu karena terpaksa,"


"Tidak my boo aku hanya ingin memberikan kesempatan pada mereka untuk ikut bergabung di perusahaan kita," ujar Darren mendengarnya sudah berhasil membuat Anne merasa senang karena pada akhirnya Darren mau mendengarkannya.

__ADS_1


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2