Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 38 - Pembalasan Dendam


__ADS_3

Pria itu terus berlari menelusuri koridor rumah sakit ia sudah sangat telat akibat macetnya jalanan karena kendaraan roda empat membuatnya sampai menghabiskan 2 jam sendiri di jalanan yang penuh dengan polusi tapi akhirnya ia sampai di rumah sakit yang di tujui.


"Darren.. "


"Mom bagaimana dengan Anne?"


"Dia sudah sadar tapi karena menunggu kamu terlalu lama dia sampai tertidur kembali," ujar Emma yang berada di luar ruangan.


Darren masuk ke dalam ruangan yang terdapat Anne di sana yang sedang terpejam pulas, ia mendekat mengelus wajah pelan wajah mulusnya seketika mata sang wanita terbuka perlahan mendapati pria yang di rindukan nya sekarang ada di hadapannya dengan sangat dekat.


Anne tersenyum, "Darren.. "


"Hei, jangan banyak gerak istirahat aku disini Anne." Darren menggenggam tangannya dengan lembut.


"Kamu kemana kenapa datang begitu lama?" tanya Anne seraya menempelkan telapak tangannya di wajah Darren.


"Macet my boo, maaf membuatmu menungguku tapi aku senang melihat kamu akhirnya siuman kembali."


"Memang sudah berapa jam aku koma?" Darren tersenyum mendengarnya.


"Satu minggu bukan berapa jam," Anne membulatkan matanya tak percaya jika dirinya bisa koma sampai satu minggu. Jika itu benar jadi ia telah tertidur selama itukah.


"Bagaimana aku bisa aku ada disini?"


"Sudah jangan memikirkannya yang terpenting kamu selamat ok, aku sangat merindukanmu Anne kau membuatku frustasi saat kamu koma sampai satu minggu lebih,"


"Aku juga merindukanmu my boo," Anne tersenyum seraya mencium pipi mulus Darren berhasil membuat sang empu blushing.


Anne tidak pernah membayangkan jika dirinya bisa masuk rumah sakit pasalnya ia dari kecil sangat tidak menyukai hal-hal dengan rumah sakit apalagi baunya.


***


Beberapa jam kemudian..


"Darren mengapa tuan Jackson bisa ada disini juga, Apa dia sudah?" tanya Anne seraya melirik Jackson.


"Iya sepertinya dia sudah mulai menyukaimu," katanya seraya mencolek hidung mancung Anne dengan telunjuk jarinya.


"KALIAN BERDUA MEMBICARAKAN SAYA?" ujar Jackson dengan wajah sangarnya.


Anne menggelengkan kepalanya ia tidak berani melihat tatapan Jackson seperti itu, cukup dulu saja ia bersikap begitu sangat berani menatapnya balik dengan tajam bahkan jika ia mengingat jika dirinya pernah menjebak Jackson untuk mau memberikan suntikan dana pada perusahaannya sejujurnya itu hal yang sangat memalukan untuk diingat.


"Dad jangan menatapnya seperti itu, kau membuat Anne ketakutan." kata Darren.

__ADS_1


"Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan?" ujar Emma yang berhasil membuat mata Anne hampir saja melompat keluar.


"Setelah si brengsek dan anak buahnya berhasil di tangkap aku akan langsung menikahi Anne," jawabnya, jujur saja Anne benar-benar tidak mengerti ia baru saja sadar dari komanya tapi mereka sudah membahas tentang pernikahan.


"Kau sudah melaporkan Vincent ke polisi?"


"Sudah Dad dan saat ini mereka sedang melakukan penangkapannya, ku harap mereka akan mendapatkan hukumannya."


"Siapa yang akan menjadi saksi nanti saat di persidangan?"


"Rick dia yang akan menjadi saksinya,"


"APA JADI TUAN VINCENT DAN RICK MEREKA YANG INGIN MENCOBA MENCELAKAKAN AKU?" ujar Anne yang masih shock mendengar obrolan kedua pria itu di hadapannya.


"Kamu tenang saja saat ini Rick berhasil di amankan dan sekarang giliran Vincent dan para anak buahnya yang sedang polisi incar," Darren menenangkannya.


Sebenarnya Jackson masih sangat tidak percaya jika Vincent sahabat baiknya yang melakukan segala ide licik ini tapi ini semuanya karena dirinya juga andai jika dulu ia tidak mengiyakan permintaan Vincent untuk menikahkan Moa dengan Darren kejadiannya tidak akan serumit ini.


Anne yang tidak tahu apa-apa ia harus menjadi korban keegoisan Vincent.


***


"B*ANGSAT KAU DARREN BERANINYA MELAPORKAN SAYA KE POLISI, SAYA TIDAK ADA KAITANNYA DENGAN KECELAKAAN WANITA SIALAN ITU."


Jikalau tangannya tidak di kunci dengan borgol mungkin Vincent sudah pasti akan melawan Darren tapi sayangnya ia tidak bisa berbuat apa-apa bahkan polisi selalu mencegahnya. Vincent benar-benar merasa bodoh andai saja jika ia tahu Darren sudah mengetahui siapa dalang di balik kecelakaan Anne mungkin ia sudah secepatnya lari sejauh mungkin, Rick sialan itu yang sudah membocorkan segala rahasianya pada Darren.


"SETELAH INI KAU AKAN MENDAPATKAN HUKUMAN YANG SETIMPAL DENGAN SEGALA PERBUATAN MU TUAN VINCENT YANG TERHORMAT!" ujarnya seraya mengakhiri pertemuan dengan Vincent di kantor polisi.


Darren merasa bersyukur karena Vincent berhasil di tangkap kalaupun Vincent berhasil lari dari kejaran polisi maka dia tidak akan bisa lari dari kejaran Darren. Inilah akibatnya jika ingin melihat sisi kekejaman seorang Darren Jackson dia akan melakukan suatu tindakan diluar batasannya.


"Padahal aku ingin sekali mengajar mulutnya itu,"


"Sudahlah Pak yang terpenting kan Tuan Vincent akhirnya bisa diamankan polisi dan Nona Anne pun bisa selamat." ujar Frans hati-hati.


"Ke rumah sakit Frans hari ini Anne di perbolehkan pulang dari rumah sakit,"


"Baik Pak,"


"Oh iya Frans berhubung Rick di tangkap oleh polisi kalian pasti kekurangan team bukan kau carilah satu orang untuk menggantikan posisi Rick tapi ingat berhati-hatilah dalam memilih rekan kerja jangan sampai kejadian seperti ini terulang kembali." ujar Darren.


"Baik Pak Darren saya akan mencari seseorang untuk menggantikan posisi Rick di team kami,"


Frans merasa tersanjung karena Darren sepertinya sangat memberikannya kepercayaan setelah ia mengungkapkan kebenaran yang terjadi.

__ADS_1


***


Anne menatap rumah mewah yang ada di hadapannya, rumah yang dulu untuk pertama kalinya dia di jebak oleh Darren dengan skandal yang dibuat pria sinting itu sampai melibatkannya.


"Darren untuk apa kita kemari?"


"Kedua orang tuaku ingin kau dan aku ikut tinggal disini Anne,"


"Apa tinggal disini? Kau jangan gila, apa kau tidak lupa aku sangat di benci oleh ayahmu."


"Tenang saja Anne dia sudah merestui hubungan kita, Ayo masuk kau tidak boleh berlama-lama berdiri nanti aku yang kesusahan." Anne mencabik kan bibirnya mendengar kata kesusahan itu untuknya.


Jujur saja Anne tidak bisa membayangkan bagaimana nanti ia akan menghadapi Jackson dan Emma nanti. Darren benar-benar sangat tengil seharusnya dia membicarakannya terlebih dahulu dengannya tidak seperti ini tiba-tiba mendadak.


"Selamat datang Anne di rumah kami, aku sudah menyiapkan kamar untukmu." ujar Emma menyambut kedatangan Anne dan Darren.


"Terimakasih nyonya maaf jadi merepotkan mu,"


"Tidak aku tidak merasa di repot kan, Darren bawa Anne ke kamar yang sudah disiapkan."


"Ok Mom, ayo Anne."


Anne tersenyum ramah saat berpapasan dengan Jackson saat di anak tangga. Saat mereka telah sampai di kamar yang sudah di sediakan Anne di buat takjub dengan luas kamarnya.


"Wah kamarku dulu tidak sebesar ini ya kan Darren,"


"Iya, semoga kau betah dengan kamar ini tapi nanti setelah kita menikah kamarmu tidak akan disini tapi pindah ke kamarku,"


"Terserah kau lah,"


"Tapi sejujurnya aku merasa sedih Anne,"


"Why?"


"Kita tidak bisa satu kamar tidur bersama seperti dulu lagi,"


"Kau merasa sedih tapi aku merasa senang," katanya seraya tersenyum bahagia.


Darren menyunggingkan senyumnya mendengar Anne merasa senang.


TBC.


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)

__ADS_1


__ADS_2