Scandal With My Boss

Scandal With My Boss
Bab 41 - Kedamaian Bersama


__ADS_3

Akibat salju turun semalam berhasil membuat jalanan menjadi licin bahkan beberapa pekarangan rumah di penuhi salju. Bahkan sekarang udara kali ini temperaturnya semakin naik beberapa dari mereka menyalakan api di dalam rumah sebagai pengganti penghangatnya.


"Kau tetap akan berangkat ke kantor hari ini?"


"Ya, banyak pekerjaan yang harus ku selesaikan kita sudah banyak mendapatkan investor dan juga klien yang ingin bergabung dengan perusahaan kita." ujar Darren seraya mengenakan mantel tebalnya.


"Sebenarnya aku ingin sekali berangkat ke kantor," Anne tampak murung.


"Kamu akan kembali bekerja ketika keadaan tubuhmu sudah semakin membaik, istirahat saja di rumah dan jangan keluar dari rumah lihatlah di luar cuacanya sangatlah dingin." Anne mengangguk patuh layaknya seorang bocah penurut.


Saking gemasnya Darren sampai mengusap puncak kepala Anne dan seketika wanitanya menunjukkan senyuman manisnya.


"Kamu tahu Anne jika setiap hari seperti ini terus aku bisa-bisa terkena diabetes,"


Dahi Anne bergelombang mendengarnya, "Kenapa bisa begitu?" Darren tersenyum sambil mencolek hidung mancung wanitanya.


"Ya aku bisa terkena diabetes karena setiap hari melihat senyum manismu itu,"


"Huh kau ini sudah mulai ya tengilnya," Darren tertawa mendengarnya.


"Aku bisa telat nanti jika terus seperti ini, aku berangkat ya. Jangan khawatir aku tidak akan lama secepatnya aku akan pulang." ujarnya.


Anne menggelengkan kepalanya, ia tak suka mendengar Darren akan cepat pulang karena pria itu harus benar-benar fokus pada pekerjaannya.


"Baiklah my boo aku akan bekerja dengan fokus dan pulang lebih awal setelah semua pekerjaan beres."


Anne mencium pipi Darren aksinya itu semakin membuat Darren merasa senang kini mereka berdua sudah benar-benar menunjukkan hubungan mereka tanpa rasa canggung dan ragu sama sekali.


***


"Duduklah Anne bersama kami, ini teh hangat untukmu." ujar Emma seraya menepuk space yang masih kosong di sebelahnya.


Anne ragu tapi pada akhirnya ia pun ikut duduk bergabung dengan keduanya.


"Tuan Jackson anda hari ini tidak bekerja?"

__ADS_1


"Dia mempunyai akses bebas untuk berangkat bekerja di hari apapun dan di jam apapun," cibir Emma.


Ya, namanya juga seorang Presdir dia kan mempunyai kebijakannya sendiri dalam mengatur kapan waktu diakan bekerja.


"Kau jangan memanggil dia se-formal itu Anne panggil saja Daddy selayaknya anak pada ayahnya," tutur Emma.


"JANGAN MEMAKSAKAN SESEORANG UNTUK BERSIKAP SEPERTI ITU PADAKU," ujar Jackson.


Ya, dia tidak akan memaksa Anne untuk memanggilnya Daddy biarkan saja Anne bersikap itu kepadanya.


"Ya sudah iya tapi nanti kalau kamu sudah jadi bagian dari keluarga kami panggil dia Daddy mu ya Anne,"


"Ya mom Emma," Anne menunjukkan senyuman manisnya.


Emma pergi kearah dapur dia bilang ingin membuat sesuatu sebentar di dapurnya, dan ia melarang Anne untuk ikut ke dapur dengan alasan Anne tidak boleh terlalu banyak bergerak tapi situasi seperti ini hanya berdua saja dengan Jackson membuatnya semakin merasa canggung.


"Kenapa tidak minum teh nya?"


Anne terkejut mendengar suara Jackson barusan.


"Tuan,"


"Iya kenapa?"


Anne merasa gugup ia menggenggam tangannya sendiri dengan erat, "Aku ingin meminta maaf akan sikap ku dulu pada tuan Jackson, maaf tidak seharusnya aku mengancammu tuan," ujarnya seraya menggigit bibir bawahnya.


"Tidak apa-apa lupakan saja tentang hal itu, kau memang wanita hebat mempunyai strategi yang tepat dalam melawan lawan yang akan mengancammu," ujarnya yang berhasil membuat Anne menatapnya dengan tatapan yang tidak percaya jika Jackson akan mengatakan kalimat itu barusan.


"Sekarang saya tahu mengapa Darren sangat mengagumi mu nona Anne," sambungnya.


"Terimakasih atas pujiannya tuan tapi aku hanya wanita biasa yang masih pemula dalam merintis karir,"


"Kau memang baru pemula tapi kepandaian mu bukanlah hal yang pemula, kau dan Darren sampai berani mengambil resiko membangun perusahaan startup di era kota yang saat ini sedang sangat ketat dalam bersaing dengan perusahaan besar lainnya tapi kalian mampu mendirikan perusahaan itu." ujarnya kembali.


Kali ini Jackson sedang tidak berpura-pura dalam memujiĀ  kepandaian Anne tapi ia benar-benar mengagumi sikap keberanian dan kepandaiannya, jarang sekali ada wanita yang gigih dalam membangun sebuah perusahaan bahkan dari mereka yang memulainya dari nol.

__ADS_1


"Jika aku berada di posisimu aku pun pasti akan menjebak seorang investor agar mau bergabung dan mau menyuntikkan dananya untuk kelangsungan perusahaan ku." tuturnya kembali.


Anne kini semakin yakin jika Jackson memanglah seorang ayah yang hebat dan orang yang baik dia bahkan mampu bersikap biasa saja setelah ia sudah berani menjebaknya dan bahkan mengancamnya tapi seperti yang di katakan Jackson siapapun pasti akan melakukan apapun demi kelangsungan perusahaan yang di dirikan nya.


***


Darren pulang di waktu yang tepat tapi ia tidak menemukan wanitanya yang biasa mengurung diri di dalam kamarnya tapi sekarang ia menemukannya sedang bersama kedua orang tuanya di living room keluarga, ia tidak percaya jika Anne bisa secepat itu dekat dengan kedua orang tuanya.


"Sepertinya ada anak baru yang sampai berhasil mengalihkan perhatian kalian huh?" cibir Darren.


"Ya Anne sekarang memang sudah menjadi putri kami," sahut Emma.


"MOM ANNE TIDAK PANTAS MENJADI PUTRIMU," Anne membulatkan matanya mendengar pernyataan Darren barusan.


"TAPI DIA LEBIH PANTAS MENJADI MENANTI MU," sambungnya yang berhasil membuat perasaan keduanya merasa lega, mereka hampir saja mengira jika Darren sedang tidak bercanda.


"Kau ini hampir saja membuat kami salah paham," tutur Jackson yang ikut dibuat kesal.


"Kalian terlalu serius tapi aku pun sangat serius ingin menjadikan Anne sebagai menantu untuk kalian," Darren mengedipkan matanya sedangkan yang di liriknya hanya diam saja.


"Apa kamu tidak lapar?" Anne menatapnya berharap pria itu mengerti maksudnya.


Darren menganggukan kepalanya, "Ya aku sangat lapar," katanya.


"Ok, aku akan menyiapkan makanan untukmu," Anne bersiap ke dapur ia masih merasa tidak nyaman saat Darren membahas hal yang berkaitan tentang pernikahan.


"Sepertinya dia masih belum merasa nyaman saat kita membahas hal itu, aku akan kesana sorry mom dad,"


"Sudah sana samperin dia, nanti makanan jadi dingin lagi sedingin sikapnya,"


"Whoa sejak kapan mom jadi pandai dalam berkata-kata," goda Darren serasa tersenyum kearah Emma.


Ya, sebenarnya bukannya tidak nyaman hanya saja Anne merasa sedikit canggung saat membahas hal itu di hadapan kedua orang tua Darren. Memang sudah dasarnya saja Darren pria tengil itu sering sekali menggodanya, pria itu tidak pernah berubah tapi entah mengapa Anne hanya akan merasa nyaman saat Darren menggodanya di saat mereka hanya berdua.


TBC.

__ADS_1


Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)


__ADS_2