
Di siang bolong ini Darren mendapatkan kabar yang tak terduga dari kedua orang tuanya, seketika mereka memintanya untuk pulang. Ya, selama ini Darren tidak serumah dengan kedua orang tuanya ia lebih memilih menempati apartemennya dari pada pulang.
"Ck! Untuk apa sih mereka memintaku untuk pulang, malas sekali rasanya." Darren bergumam seraya menenggelamkan wajahnya di antara tumpukan berkas.
"Selamat siang Pak Darren,"
"Selamat siang sekretaris cantikku," Darren tersenyum manis, melihat Anne memasuki ruangannya.
"Apa kau merindukan ku huh sampai menghampiri ku segala," ujarnya yang begitu percaya diri.
"Tidak, aku kesini untuk memberitahumu minggu depan kau ada jadwal dinas ke luar kota," jawabnya sarkas.
"Wah senang sekali bisa keluar kota bersamamu nona Anne, kau juga pasti merasa senang kan?"
"Iya aku senang karena itu akan jadi perjalanan dinas pertamaku.. " Anne tersenyum manis.
"Dengan pria sinting sepertimu." batin Anne melanjutkan ucapannya.
Darren menunjukkan wajah kesedihannya berhasil membuat Anne merasa kasihan melihatnya, ada apa dengan pria sinting ini tumben sekali dia bersedih biasanya dia selalu bersikap seceria mungkin.
Anne mencoba menghilangkan rasa ke penasarannya untuk apa dia perduli pada Darren yang menyebalkan ini.
"Bisakah kau memijat kepalaku Anne? Kepala ku sangat pusing sekali,"
Huh! Sungguh Anne di buat kasihan melihat ekspresi Darren barusan. Ya, untuk kali ini Anne menuruti permintaannya dia menghampiri Darren dan memijat kepala Darren berharap sikap keras kepala Darren melunak saat ia memijat nya.
"Bahagianya aku jika kau menjadi istri ku Anne,"
"Hahaha.. Apa yang anda bicarakan Pak Darren," Anne berpura-pura tidak mendengarnya.
"Aku serius Anne," Darren memejamkan matanya menikmati pijatan tangan Anne di kepalanya dengan jarak sedekat ini Darren bisa mencium parfum di tubuh Anne sangat wangi dan berhasil membuat rileks.
"Kau mengenakan parfum apa Anne kenapa wanginya bisa membuatku se rileks ini,"
"Aku mengenakan parfum pasaran yang biasa di kenakan orang lain juga, mungkin ini efek kepala anda yang sedang pusing Pak Darren,"
"Benarkah?" Anne mengangguk.
Ya, katanya seperti itu jika kepala kita sedang pusing terkadang hanya dengan mencium bau minyak kayu putih saja bisa membuat kepala jadi rileks tapi Anne merasa parfum mengeluarkan wangi maskulin mana mungkin bisa bikin orang rileks mungkin Darren sedang bercanda mengatakannya.
"Nanti jam 3 sore kau harus menemaniku Anne,"
__ADS_1
"Kemana? Perasaan hari ini tidak ada jadwal rapat ataupun bertemu dengan klien,"
"Sudah jangan banyak bertanya jam 3 kau harus sudah bersiap dan segera selesaikan tugasmu, ok dear."
"Ya, baiklah."
Anne di buat penasaran mau kemana Darren sebenarnya sampai harus mengajaknya segala. Darren sendiri entah kenapa tiba-tiba ini mengajak Anne bertemu dengan kedua orang tuanya, ia hanya berharap kali saja dengan memperkenalkan Anne pada mereka berhasil membuat jadwal pernikahannya dengan Moa di batalkan.
Ya, biarlah Darren berharap seperti itu semoga Tuhan mengabulkannya.
***
Darren telah menunggu Anne di mobilnya beberapa karyawan memperhatikan keduanya sedang kerasukan apa CEO mereka itu tiba-tiba pulang di jam awal seperti ini, biasanya Darren akan pulang sangat larut malam.
"Kau sudah bersiap nona Anne?"
"Ya, aku sudah siapa memangnya kita mau kemana,"
"Bertemu orang tuaku,"
"APA! untuk apa kau mengajakku?!"
"Memperkenalkan mu sebagai calon menantu mereka,"
"Tenanglah nona Anne, aku hanya bercanda. Moa tidak bisa menemaniku menemui mereka jadi sebagai penggantinya kau saja," ujar Darren berbohong padahal ia memang sengaja mengajak Anne, ia malas mengajak Moa.
Shock ya itu pasti dan sekarang Anne tidak percaya jika dirinya akan bertemu dengan Jackson ayah dari CEO di kantornya, pria itu terkenal dengan keangkuhannya bagaimana ia bisa bertemu dengan pakaian kerja seperti ini.
"Kau benar-benar pria yang menyebalkan,"
"Nanti kau akan menyadari jika aku ini buka pria yang menyebalkan tapi menyenangkan," ujar Darren seraya mengedipkan satu matanya.
Darren sangat menantikan drama yang akan terjadi saat mereka sudah berada di rumah kedua orang tuanya, ia mempunyai ide yang cemerlang untuk mengejutkan kedua orang tuanya juga Anne nanti pasti akan terkejut.
***
Jackson dan Emma melihat dengan seksama siapa yang di bawa Darren pulang ke rumah bukan Moa melainkan wanita lain. Tapi, mereka akui wanita ini terlihat sangat cantik, manis dan mandiri bisa terlihat dari pakaian yang di kenakan nya.
"Mom ini Anne dia sekretaris di kantor ku,"
"Halo Anne, aku Emma Mom Darren and ini Jackson suamiku,"
__ADS_1
"Iya halo nyonya Emma dan Tuan Jackson," Jackson nampak tak begitu acuh padanya, Anne bisa merasakan hal itu.
"Ku pikir kau datang bersama Moa," cibir Jackson.
"Aku ingin datang bersama wanita yang ku cintai Dad," Anne terkejut mendengarnya begitu juga dengan kedua orang tuanya.
Anne menatapnya seakan tatapannya itu berbicara, hal bodoh apa yang Darren katakan barusan.
Darren tersenyum, "Wow kalian terkejut tapi aku memang mencintai Anne,"
Anne ikut kebingungan ia menatap Darren dan di tatap nya tersenyum manis kearahnya, apa ini maksud Darren dia menjebak Anne dalam permainannya.
"Kau menyukai sekretaris mu sendiri Darren?" Jackson menatapnya tajam and Darren menganggukkan kepalanya tanpa ragu.
"Emma putra mu ini sudah tidak waras mengakui mencintai wanita lain di depan kita, kau tak lupa Darren jika kau telah bertunangan dengan Moa."
"Tenanglah Dad, kau tak perlu setajam itu menatap Anne. Kau membuatnya ketakutan," Anne mengulum senyum mendengarnya sedari tadi ia belum juga bersuara.
Jackson masih tidak percaya dengan apa yang barusan di katakan Darren jadi ia menatap Anne dengan tatapan mengintimidasi nya.
"Apa kau juga mencintai Darren nona Anne?" Emma yang menanyakan dengan lembut.
"Jika kau juga mencintai Darren katakan saja tak perlu takut," lagi Emma memenangkannya dan Darren tersenyum kearah Anne ia menendang kaki Anne yang di bawah meja sana memberi kode padanya.
"Ayo Anne katakan jika kita saling mencintai," Darren mendesaknya.
Darren bodoh! Beraninya dia mendesak Anne untuk mengucapkan kalimat yang menjijikkan itu, sungguh Anne ingin memukul kepala Darren saat ini juga.
"Diam kau Darren biarkan Anne menjawab dengan dirinya sendiri," ujar Jackson membentaknya.
Demi Tuhan Anne di jebak Darren sekarang apa yang harus ia katakan kakinya terus di senggol Darren di bawah sana dan tatapan tajam dari Jackson itu berhasil membuatnya menelan salivanya berkali-kali.
"Nona Anne kenapa kau diam saja, apa nona Anne sedang mempermainkan kami?" Anne menggeleng cepat.
"Cepat katakan pada kami apa kau juga mencintai Darren?"
Anne ingin sekali berteriak dan mengatakan pada semuanya, "AKU TIDAK MENCINTAI DARREN," tapi sayangnya teriakan itu hanya bisa ia ucapkan di dalam batinnya.
Darren mengigit bibir bawahnya berharap Anne menjawabnya ataupun jika Anne tak mampu untuk berbicara, setidaknya anggukan saja kepalamu Anne..
TBC.
__ADS_1
Di harap memberikan Like, Vote dan Komentarnya ya prend memberikan keempat poin itu sangat gratis. :)
Maaf ya kalau masih banyak typo ini juga sambil tahap revisi 🤗